TULUNGAGUNG - Puluhan tahun menekuni bidang peternakan, Ony Kurniawan sukses menjalankan peternakan kambing perah miliknya.
Bahkan kini pria asal Desa Sambirobyong Kecamatan Sumbergempol ini telah memiliki kambing perah sebanyak 150 ekor.
Ratusan ekor kambing perah peliharaannya tersebut berhasil mendatangkan penghasilan mencapai Rp 2,5 juta setiap harinya.
Sukses bukanlah hanya sebatas mimpi, inilah yang diperjuangkan oleh Ony Kurniawan dalam membangun kesuksesannya.
Berawal dengan menjalankan penggemukan sapi, dia beralih menjadi peternak kambing perah.
Kini ratusan kambing perah berhasil dia rawat dengan membawa keuntungan yang fantastis.
Peternak Kambing Perah, Ony Kurniawan mengatakan, menjalankan sebuah peternakan terintegrasi dengan mekanisme modern telah menjadi mimpinya sejak lama.
Perjalannya pun dimulai dengan menekuni peternakan penggemukan sapi sejak tahun 2011 silam.
Rutinitas kandang pun dia jalani demi menaikkan berat dari sapi-sapi peliharaannya.
Berselang dua tahun, kegigihannya dalam menjalankan peternakan penggemukan sapi nyatanya membuat Ony sapaan akrab pria tersebut menderita sebuah penyakit.
Dari sinilah kemudian dia memutuskan untuk menjalankan peternakan kambing.
“Awalnya dulu itu menggemukkan sapi sekitar tahun 2011. Berjalannya waktu saya terkena penyakit asam lambung dan mencoba beralih ke peternakan kambing,” jelasnya kemarin (27/3/2024).
Penyakitnya ini mengharuskan pria asal Desa Sambirobyong Kecamatan Sumbergempol mengkonsumsi susu kambing secara rutin agar penyakitnya membaik.
Ony pun terpikirkan untuk memulai menjalankan peternakan kambing perah.
Tentu saat memulai menjalankan peternakan kambing perah, dia memulai dengan memelihara tiga kambing. Kambing-kambing ini dirawat sedemikian rupa untuk diambil susunya.
Yang mana awalnya susu-susu kambing yang dihasilkan dikonsumsi sendiri oleh Ony.
“Saya merawat kambing itu dengan kakek. Awalnya hanya tiga kambing dan susunya saya konsumsi sendiri,” paparnya.
Selang beberapa waktu, tetangga Ony ada yang berminat dengan susu kambing hasil peternakannya.
Dari sinilah perkembangan peternakan kambing perah miliknya mulai berkembang.
Kini pria berusia 30 tahun ini telah memiliki kambing perah sebanyak 150 ekor. Dengan ratusan kambing perah tersebut, dia berhasil memproduksi susu kambing sebanyak 50 liter per harinya.
Yang mana susu-susu produksinya langsung dipesan habis oleh para konsumen. Diketahui untuk satu liter susu kambing, dia mematok harga Rp 50 ribu per liternya.
“Sekarang ada sekitar 150 ekor kambing perah dan menghasilkan 50 liter susu kambing. Langsung dipesan sama konsumen, rata-rata yang pesan itu langsung ke end user,” ucapnya.
Kemudian untuk pemeliharaan ratusan kambing perah, dia diperbantukan dengan dua tenaga untuk mengelola kandang.
Sementara pakannya sendiri, dia menyewa lahan untuk ditanami tumbuh-tumbuhan pakan kambing.
Yang mana mekanisme peternakan ini merupakan peternakan yang ia idam-idamkan sejak lama.
Selain kemudahan dalam pengelolaan kandang, sistem peternakan terintegrasi ini membuat perawatan kambing perah miliknya lebih higienis.
Yang mana hal ini berimbas pada produksi susu kambing kian melimpah.
“Bedanya kalau perawatan kambing perah itu lebih higienis. Jadi dengan sistem peternakan terintegrasi ini membuat produksi susu kambing maksimal,” pungkasnya.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra