RADAR TULUNGAGUNG – Siapa sangka siswa-siswi SDN 1 Kampungdalem, Tulungagung yang tergabung dalam tim Marching Band Cinderella Corps (MCC) berhasil menjuarai ajang kompetisi marching band tingkat Nasional.
Tim asal Kota Marmer Tulungagung ini memborong 13 piala sekaligus dalam ajang bergengsi Piala Raja Hamengku Buwono X Tahun 2025 di Yogyakarta.
Suara alat musik tiup dan dentuman perkusi menggema di sepanjang Jalan Malioboro, Yogyakarta. Di antara puluhan tim marching band yang tampil penuh warna, langkah-langkah kecil penuh percaya diri dari anak-anak SD Negeri 1 Kampungdalem, Tulungagung, tampak begitu kompak dan memukau.
Prestasi ini bukan hanya kemenangan biasa. Dalam kategori Junior Brass, MCC tampil sebagai Juara Umum Nasional sekaligus memboyong trofi bergilir Piala Raja. Sebuah kebanggaan yang menorehkan tinta emas bagi dunia pendidikan Tulungagung.
Nararya Kalani Gamawijaya dan Bulan Meyvella Elizabhet, dua anggota MCC yang masih duduk di kelas 4, menceritakan bagaimana perjuangan panjang mereka menuju panggung nasional itu.
“Latihan selama tujuh bulan, dari pagi sampai menjelang maghrib. Capek, tapi menyenangkan,” tutur Bulan dengan senyum lega.
Nararya, salah satu personil mengaku sempat tegang sebelum tampil. “Deg-degan banget, takut salah tempo. Tapi mamaku bilang, jangan takut, harus pede. Pasti menang,” ujarnya polos tapi penuh keyakinan.
Mereka berangkat bersama 60 anggota tim lain menuju Yogyakarta pada 8 Oktober lalu, menempuh perjalanan lima hari penuh latihan, parade, dan kompetisi. “Kami naik dua bus, ada juga teman-teman yang diantar orang tuanya,” tambah Nararya.
Selama tampil, tidak semua berjalan sempurna. Bulan sempat salah menempatkan bendera, sementara Nararya hampir kehilangan tempo di lagu keempat. Namun mereka cepat memperbaiki kesalahan di tengah penampilan.
“Banyak yang sempat nangis karena takut nilai turun,” kenang Bulan. “Tapi waktu diumumkan juara satu, semuanya langsung teriak, senang banget!” ujar mereka
Suasana haru bercampur bahagia memenuhi arena. Anak-anak yang sebelumnya gugup berubah menjadi pemenang.
Bukan hanya karena piala, tapi karena kerja keras dan kebersamaan yang mereka bangun selama berbulan-bulan.
Kepala SDN 1 Kampungdalem, Muhadi, mengungkapkan rasa bangganya terhadap pencapaian ini.
“Ini prestasi luar biasa yang membanggakan bagi semuanya, bagi sekolah, anak-anak, guru, dan orang tua. Mereka juara umum nasional, membawa pulang tropi raja. Ini puncak prestasi tahun 2025,” ujarnya penuh haru.
Menurut Muhadi, marching band bukan sekadar kegiatan ekstrakurikuler, melainkan wadah pembentukan karakter.
“Dalam MCC ini, anak-anak belajar mandiri, disiplin, kerja keras, dan taat aturan. Semua itu terangkum dalam satu kegiatan. Inilah pendidikan karakter tingkat tinggi yang menjadi fondasi anak-anak untuk meraih cita-cita ke depan,” tegasnya.
Ia juga berharap agar semangat ini menular ke seluruh kegiatan ekstrakurikuler lain di sekolah. “Baik olahraga, seni, maupun agama, semuanya kami arahkan agar menanamkan karakter dan jiwa juang yang kuat,” tambahnya.
Ajang Piala Raja Hamengku Buwono X merupakan salah satu kompetisi marching band terbesar di Indonesia yang digelar rutin tiap tahun di Yogyakarta.
Tahun ini, MCC SDN 1 Kampungdalem berhasil menjuarai berbagai kategori, termasuk Street Parade dan Display Junior Brass, dengan perolehan total 13 trofi kemenangan.
Bagi Nararya dan Bulan, kemenangan ini bukan akhir, melainkan langkah awal menuju mimpi yang lebih tinggi.
“Pengen ikut lomba lagi, lebih baik dari ini. Pengennya bisa sampai luar negeri, kayak kakak-kakak dulu yang pernah juara di Filipina,” kata Bulan penuh semangat. ****
Editor : Dharaka R. Perdana