Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Hari Kartini 2026, Erma Susanti Tegaskan Peran PDIP Tulungagung dalam Pemberdayaan Perempuan, dari Cegah Stunting hingga Literasi Digital

Dharaka R. Perdana • Selasa, 21 April 2026 | 10:22 WIB
ERMA SUSANTI: Perempuan harus berdaya sesuai dengan kemampuan masing-masing, punya akses pendidikan, dan kesempatan yang sama untuk maju.
ERMA SUSANTI: Perempuan harus berdaya sesuai dengan kemampuan masing-masing, punya akses pendidikan, dan kesempatan yang sama untuk maju.

RADAR TULUNGAGUNG - Semangat emansipasi perempuan yang diwariskan Raden Ajeng Kartini terus digaungkan oleh PDI Perjuangan.

Momentum Hari Kartini dimaknai bukan sekadar seremoni, melainkan penguatan peran perempuan dalam berbagai lini, mulai dari keluarga hingga ruang publik.

Ketua DPC PDI Perjuangan Tulungagung, Erma Susanti menegaskan, partainya memiliki komitmen kuat terhadap pemberdayaan perempuan. Hal ini tercermin dari kepemimpinan perempuan di tingkat nasional, baik di internal partai maupun dalam pemerintahan.

“Ini menjadi bukti bahwa perempuan punya ruang besar untuk berkiprah dan mengambil peran strategis,” ujarnya.

Baca Juga: Hari Kartini 2026: Kisah Sri Lailatin, Kepala Desa Tunggangri Tulungagung yang Dorong Pemberdayaan Perempuan dan Gotong Royong Masyarakat

Tak hanya soal kepemimpinan, PDIP juga memberi perhatian serius terhadap isu kesehatan perempuan dan anak.

Salah satu fokusnya adalah penanganan stunting melalui penguatan gizi keluarga.

Menurut Erma, perempuan memiliki peran sentral dalam mencetak generasi berkualitas sehingga edukasi terkait kesehatan dan pemenuhan gizi menjadi hal yang tidak bisa diabaikan.

Di sisi lain, isu kekerasan terhadap perempuan juga menjadi perhatian. Erma menyebut partainya terus mendorong kesadaran kolektif untuk menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi perempuan.

“Perempuan harus dilindungi, diberi ruang untuk berkembang, dan tidak lagi menjadi korban,” tegasnya.

Baca Juga: Inspirasi Kartini Modern: Radhitia Damayanti Bagikan Tips Berani Tampil di Media Sosial, Kunci Sukses Konten dari Konsistensi dan Percaya Diri

Mengikuti perkembangan zaman, PDIP juga mulai menggalang gerakan perempuan melek media digital.

Literasi digital dinilai penting agar perempuan mampu memanfaatkan teknologi untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pendidikan, ekonomi kreatif, hingga penguatan jejaring sosial.

“Digitalisasi membuka banyak peluang. Perempuan harus bisa mengambil bagian di dalamnya,” imbuhnya.

Semangat ini, lanjut Erma, sejalan dengan nilai-nilai perjuangan Kartini yang berani mendobrak tradisi patriarki.

Baca Juga: Semangat Hari Kartini: Kisah drg Ade Yuly Harizca, Dokter Gigi yang Bangkitkan Kepercayaan Diri Perempuan lewat Senyum Berani

Pada masanya, Kartini memilih untuk belajar, keluar dari batasan sosial, meski berada dalam tekanan budaya. 

Dia bahkan mendirikan sekolah sebagai upaya membuka akses pendidikan bagi perempuan.

“Nilai-nilai itulah yang terus kami bawa. Perempuan harus berdaya sesuai dengan kemampuan masing-masing, punya akses pendidikan, dan kesempatan yang sama untuk maju,” tandasnya.

Dengan berbagai program tersebut, PDIP Tulungagung berharap perempuan tidak hanya menjadi pelengkap, tetapi juga motor penggerak perubahan di tengah masyarakat. (*/c1/rka)

Editor : Vidya Sajar Fitri
#pdi perjuangan #perempuan #hari kartini