Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Berawal dari Hobi, Warga Tulungagung Ini Sukses Kembangkan Budi Daya Ikan Hias Glofish dan Bidik Pasar Ekspor

Rahiiq Al Bachri • Selasa, 26 Mei 2026 | 10:43 WIB
Nita memberi pakan ikan hias yang dibudidayakan di kolam miliknya.(RAHIIQ AL BACHRI/RADAR TULUNGAGUNG)
Nita memberi pakan ikan hias yang dibudidayakan di kolam miliknya.(RAHIIQ AL BACHRI/RADAR TULUNGAGUNG)

RADAR TULUNGAGUNG - Hobi bisa mendatangkan rezeki bila secara total ditekuni. Hal inilah yang dijalani Nita Zuliatin, yang fokus memelihara ikan hias, khususnya Glofish. Dia pun ingin melebarkan usahanya dan membidik pasar ekspor.

Gemerlap warna-warni ikan kecil yang berenang lincah di dalam akuarium menjadi pemandangan yang menenangkan di rumah Nita Zuliatin, warga Desa Bendiljati Wetan, Kecamatan Sumbergempol, Tulungagung.

Dari tempat sederhana itulah, perempuan tersebut menumbuhkan harapan besar lewat usaha budi daya ikan hias yang kini mulai dikenal para penghobi.

Bagi Nita, sapaan akrabnya, ikan hias bukan sekadar komoditas jual beli. Ada rasa kagum sekaligus kepuasan batin ketika melihat makhluk kecil itu tumbuh sehat dalam perawatannya.

Baca Juga: Cara Unik Tasya Maghfirotul Wahidah Mengajarkan Menulis kepada Anak, dari Curhat hingga Cerita Kehidupan Sehari-hari

Ketertarikan itulah yang perlahan membawanya masuk lebih dalam ke dunia budi daya ikan hias.

“Awalnya karena suka melihat ikan hias yang unik dan beragam,” ujarnya singkat.

Di tengah banyaknya jenis ikan yang beredar di pasaran, Nita memilih Glofish sebagai identitas utama usahanya. Ikan berwarna cerah dengan tampilan mencolok itu sengaja dijadikan ciri khas agar farm miliknya lebih mudah dikenali pelanggan.

Keputusan tersebut bukan tanpa alasan. Persaingan usaha ikan hias, menurutnya, cukup ketat.

Namun, perempuan itu memilih untuk tidak terjebak dalam persaingan yang saling menjatuhkan. Baginya, kualitas tetap menjadi cara terbaik mempertahankan pelanggan.

Baca Juga: Di Tengah Hiruk Pikuk Pasar Hewan Tulungagung, Warung Soto Anjar Jadi Tempat Favorit Blantik dan Peternak

“Yang penting kualitas ikan tetap bagus dan pelanggan puas,” tambahnya.

Rutinitas Nita setiap hari dimulai sejak pagi. Dia memberi pakan secara teratur, memeriksa kondisi air, hingga memastikan tidak ada ikan yang sakit.

Jika ada kolam yang mulai keruh, dia segera membersihkannya agar kesehatan ikan tetap terjaga.

Ketelatenan menjadi modal utama yang selalu ia pegang. Sebab, dalam usaha budi daya ikan hias, tingkat kematian ikan sangat memengaruhi hasil usaha.

Karena itu, dia berusaha menjaga setiap ikan tetap sehat hingga siap dipasarkan.

Baca Juga: Kisah Kafa Tsalitsal Kurnia Lawan GERD dengan Rutin Nge-Gym di Tulungagung, Berat Badan Turun dan Kondisi Membaik

Di balik ketenangan suasana kolam ikan miliknya, tantangan ekonomi tetap menjadi persoalan yang harus dihadapi.

Harga pakan yang terus naik sering kali tidak sebanding dengan harga jual ikan di pasaran yang cenderung turun.

Meski demikian, kondisi itu tidak membuat semangatnya surut. Nita justru menyimpan mimpi lebih besar untuk masa depan usahanya.

Dia ingin farm kecil yang dirintis dari hobi tersebut suatu saat bisa dikenal lebih luas hingga menembus pasar ekspor.

“Saya ingin jadi breeder yang lebih dikenal dan bisa ekspor ikan,” tandasnya. (*/c1/rka)

Editor : Vidya Sajar Fitri
#breeder #ikan hias #perempuan #Ekspor #glofish