RADAR TULUNGAGUNG - Menangkap peluang menjadi salah satu syarat untuk membangun usaha. Hal tersebut pun dilakoni Dinda Rahma Raflesia yang merintis usaha dekorasi. Meskipun tak memiliki latar belakang linier, nyatanya usaha tersebut bisa berkembang.
Bagi sebagian orang, jurusan kuliah menjadi peta jalan menuju pekerjaan impian. Namun, bagi Dinda Rahma Raflesia, perjalanan karier justru membawanya ke arah berbeda.
Lulusan perbankan ini memilih meninggalkan jalur yang sesuai dengan latar pendidikannya dan menekuni dunia dekorasi.
Cewek asal Desa Jeli, Kecamatan Karangrejo, Tulungagung, itu membuktikan bahwa keberanian membaca peluang bisa membuka pintu kesuksesan baru. Dari keputusan yang awalnya penuh keraguan, kini Dinda mampu membangun usaha kreatif yang terus berkembang.
"Awalnya memang banyak pertimbangan, karena saya kuliah di perbankan. Tapi saya melihat ada peluang yang bisa dikembangkan di bidang dekorasi," ujar Dinda.
Langkah tersebut tidak diambil secara instan. Sebelum memulai usaha, Dinda lebih dulu mengumpulkan modal dari berbagai pekerjaan yang dijalani selama masa kuliah.
Salah satunya bekerja sebagai sales selama setahun serta menjalankan usaha kecil menjual produk perawatan tubuh.
Bekal pengalaman tersebut menjadi modal ketika dirinya mencoba membuka jasa dekorasi. Ide awal muncul saat membantu acara tedhak siten keponakannya. Dari pengalaman sederhana itu, dia melihat potensi besar di balik industri kreatif.
"Saya mulai dari acara keluarga. Dari situ ternyata banyak yang tertarik dan akhirnya saya berani mengembangkan lebih serius," kenangnya.
Kini, usaha dekorasi yang dirintis sekitar 1,5 tahun tersebut telah berkembang. Dinda bahkan mampu membentuk tim yang membantu menjalankan berbagai pekerjaan, mulai dari persiapan konsep, pemasangan dekorasi, hingga pelayanan pelanggan.
"Sekarang ada enam orang dalam tim. Dalam sehari kadang bisa mengerjakan dua sampai empat acara. Untuk kontrol tetap saya pegang sendiri, mulai dari admin, pemasaran, sampai ikut turun ke lapangan," jelasnya.
Tidak hanya mengandalkan kreativitas tangan, Dinda juga memanfaatkan kekuatan media sosial untuk memperluas pasar.
Konten di balik layar proses dekorasi menjadi salah satu strategi yang membuat usahanya semakin dikenal.
Menurutnya, media digital memberikan ruang bagi pelaku usaha kecil untuk memperkenalkan karya tanpa harus mengandalkan promosi konvensional.
"Konten behind the scene ternyata banyak menarik perhatian. Orang bisa melihat proses dekorasi dari awal sampai selesaisehingga mereka lebih percaya dengan jasa yang kami tawarkan," katanya.
Selain menjalankan bisnis dekorasi, Dinda juga sempat memanfaatkan platform digital sebagai afiliator produk kecantikan. Namun, seiring berkembangnya usaha utama, dia memilih lebih fokus mengembangkan dekorasi.
Baca Juga: Guru Muda Tulungagung Ungkap Tantangan Mendidik Generasi Digital, Pendidikan Karakter Jadi Kunci
"Untuk sekarang saya lebih fokus di dekorasi, karena hasil dan tenaga yang dikeluarkan lebih seimbang. Saya ingin membesarkan usaha ini dulu," ungkapnya.
Bagi Dinda, keberhasilan bukan hanya soal mengikuti jalur yang sudah tersedia. Menurutnya, setiap orang memiliki kesempatan menemukan jalan masing-masing selama berani mencoba dan konsisten menjalani proses.
"Kadang jalan yang kita bayangkan saat kuliah bisa berubah. Yang penting tetap mau belajar, berani mengambil kesempatan, dan bertanggung jawab dengan pilihan yang diambil," pungkasnya.(*/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri