RADAR TULUNGAGUNG - Kecintaan pada seni budaya bisa dipupuk dari keluarga. Begitu pun yang dialami Pramesti Cilla Putri yang sejak kecil sudah dikenalkan pada kesenian Jawa.
Tak mustahil dia sering menyabet prestasi membanggakan dari bidang ini.
Kecintaan terhadap kesenian Jawa membuat Pramesti Cilla Putri terus menekuni budaya tradisional sejak masih duduk di bangku sekolah dasar.
Dukungan keluarga menjadi awal tumbuhnya ketertarikan Pramesti terhadap dunia seni.
Ketertarikannya semakin kuat setelah mengikuti perlombaan kesenian tingkat kecamatan saat masih SD. Dalam perlombaan tersebut, Pramesti berhasil meraih juara pertama.
Pengalaman itu kemudian membuatnya semakin tertarik untuk terus belajar dan melestarikan budaya Jawa.
Baca Juga: Bukan Sekadar Lomba, Agustusan di Citra Emerald Jadi Ruang Warga Menjalin Keakraban
“Awalnya keluarga memang suka dengan kesenian Jawa. Kemudian saat SD, saya mengikuti perlombaan tingkat kecamatan dan mendapatkan juara satu. Dari situ sampai sekarang saya semakin senang melestarikan budaya Jawa,” tuturnya.
Tidak hanya tari, Pramesti juga sempat mengikuti sanggar tari dan jaranan sejak kelas 2 hingga kelas 6 SD.
Baginya, terlibat langsung dalam kesenian tradisional menjadi salah satu cara sederhana untuk menjaga budaya agar tetap dikenal oleh generasi muda.
Salah satu pengalaman paling berkesan baginya adalah ketika mendapat kesempatan diajak tampil bersama dalang kondang Tulungagung, Ki Eko Kondo Prisdianto. Dia juga pernah tampil di kediaman pelawak kondang Cak Percil.
Pengalaman tersebut menjadi kenangan tersendiri sekaligus membuatnya semakin percaya diri untuk terus berkesenian.
Kesempatan tampil di berbagai tempat juga memberinya pengalaman baru dalam mengenal dan memperkenalkan kesenian tradisional.
Baca Juga: Usia Baru 9 Tahun, Damar Jadi Penari Termuda Jawa Timur yang Tampil di Istana Negara Saat HUT ke-81
Menurut Pramesti, kesenian tradisional tetap memiliki tempat penting meskipun saat ini masyarakat, terutama anak muda, semakin dekat dengan budaya dan hiburan modern.
Justru di tengah perkembangan tersebut, generasi muda memiliki peran untuk menjaga agar kesenian daerah tidak hilang.
“Saya sebagai anak muda harus ikut mengenalkan dan melestarikannya agar tidak hilang. Kesenian tradisional tetap penting di tengah perkembangan budaya dan hiburan modern,” ujarnya.
Ke depan, Pramesti ingin terus berkontribusi dalam memperkenalkan budaya daerah kepada masyarakat, terutama generasi muda.
Dia berharap kesenian tradisional tidak lagi dianggap sebagai sesuatu yang kuno, tetapi menjadi bagian budaya yang patut dibanggakan.
“Saya berharap anak muda tidak menganggap kesenian tradisional sebagai sesuatu yang kuno, tetapi justru bangga mempelajarinya. Semoga budaya daerah tetap hidup dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya,” pungkasnya. (*/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri