RADAR TULUNGAGUNG - Xpeng X9 kembali mencuri perhatian sebagai MPV listrik mewah yang disebut-sebut mampu mengguncang dominasi Toyota Alphard dan Lexus LM. Bukan tanpa alasan, mobil ini menghadirkan kombinasi teknologi canggih, kenyamanan ekstrem, dan performa listrik yang membuatnya berada di level berbeda dibanding rival seperti Denza D9.
Di pasar Indonesia sendiri, Xpeng X9 hadir dalam tiga varian utama dengan perbedaan signifikan pada sektor baterai dan jarak tempuh. Hal ini menjadikannya bukan sekadar MPV mewah biasa, tetapi juga kendaraan listrik yang menawarkan fleksibilitas sesuai kebutuhan pengguna.
Varian dan Perbedaan Baterai Xpeng X9
Xpeng X9 tersedia dalam pilihan Standard Range, Long Range, dan Long Range Pro Plus. Perbedaan utamanya terletak pada jenis baterai yang digunakan, yang berpengaruh langsung pada performa dan efisiensi kendaraan.
Varian Standard Range menggunakan baterai LFP (Lithium Ferro Phosphate) yang lebih ramah lingkungan, namun memiliki bobot lebih berat dan kecepatan pengisian yang tidak secepat baterai berbasis nikel. Meski begitu, jarak tempuhnya tetap kompetitif, mencapai sekitar 500 km dalam standar WLTP.
Sementara itu, varian Long Range dan Pro Plus mengandalkan baterai NMC (Nickel Manganese Cobalt) yang menawarkan jarak tempuh lebih jauh hingga sekitar 590 km WLTP. Selain itu, baterai ini lebih ringan dan memiliki performa charging lebih cepat, meskipun berdampak pada isu lingkungan karena kandungan nikelnya.
Desain Futuristis yang Berbeda dari MPV Mewah Konvensional
Berbeda dengan MPV premium pada umumnya yang mengedepankan kesan mewah klasik, Xpeng X9 tampil dengan desain futuristis yang terasa seperti kendaraan masa depan. Garis bodinya tegas namun tetap aerodinamis, menciptakan kesan modern yang kuat.
Menariknya, Xpeng tidak membedakan tampilan eksterior antar varian. Baik varian terendah maupun tertinggi tetap mendapatkan desain yang sama, sehingga tidak ada kesan “versi murah” dari luar.
Dimensi mobil ini juga tergolong besar dengan panjang lebih dari 5,2 meter dan lebar mendekati 2 meter. Namun berkat desain yang cerdas, tampilannya tetap terlihat proporsional dan tidak terlalu bongsor.
Teknologi Canggih dan Fitur Semi-Otonom
Salah satu keunggulan utama Xpeng X9 adalah teknologi canggih yang mendekati sistem semi-autonomous seperti milik Tesla. Mobil ini dilengkapi berbagai sensor, radar, dan kamera dalam jumlah besar untuk mendukung fitur keselamatan dan kenyamanan berkendara.
Total terdapat belasan kamera dan sensor yang mengelilingi mobil, termasuk radar lebih dari satu unit yang membuat sistem adaptive cruise control dan parkir otomatis bekerja lebih presisi.
Fitur remote parking juga menjadi daya tarik utama. Pengguna bisa menggerakkan mobil maju atau mundur hanya melalui smartphone, sangat berguna saat parkir di ruang sempit.
Kenyamanan Kabin yang Jadi Nilai Jual Utama
Masuk ke dalam kabin, Xpeng X9 langsung menunjukkan kelasnya sebagai MPV luxury modern. Kursi baris kedua menjadi pusat kenyamanan dengan fitur zero gravity, pijat, ventilasi, dan pengaturan elektrik penuh.
Material interior terasa premium meskipun tidak semuanya menggunakan napa leather pada varian tertentu. Namun kualitas finishing dan sentuhan tetap memberikan kesan mewah dan solid.
Tak hanya itu, mobil ini juga dilengkapi layar hiburan besar, sistem audio berkualitas tinggi, serta konektivitas internet langsung dari SIM card bawaan. Penumpang bahkan bisa menonton YouTube atau streaming tanpa perangkat tambahan.
Suspensi dan Peredaman Jadi yang Terbaik di Kelasnya
Salah satu aspek paling menonjol dari Xpeng X9 adalah kenyamanan suspensinya. Dengan penggunaan air suspension, mobil ini mampu meredam getaran dengan sangat halus, bahkan di jalan tidak rata.
Banyak yang menyebut kenyamanan suspensinya setara dengan sedan mewah seperti Mercedes-Benz S-Class atau BMW 7 Series. Hal ini membuat pengalaman duduk di dalam kabin terasa sangat tenang dan premium.
Selain itu, peredaman kabin juga sangat baik. Suara dari luar hampir tidak terdengar, bahkan saat melaju di kecepatan tinggi.
Pengalaman Berkendara: Lebih Cocok Jadi Mobil Sopir
Meskipun memiliki performa yang cukup baik sebagai mobil listrik, Xpeng X9 tidak dirancang untuk sensasi berkendara sporty. Justru sebaliknya, mobil ini lebih cocok digunakan sebagai kendaraan dengan sopir.
Posisi duduk pengemudi, desain dashboard, hingga visibilitas depan membuat pengalaman menyetir terasa kurang menyenangkan dibandingkan duduk di baris kedua.
Editor : Gita Dwi Nuraini