Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Review Dahon K-Feather: Sepeda Listrik Lipat 12 Kg Ini Disebut Paling Ringan di Dunia, Cocok untuk Mobilitas Kota

M. Helmi Nurhisam • Minggu, 10 Mei 2026 | 20:36 WIB
Review Dahon K-Feather, sepeda listrik lipat 12 kg yang disebut paling ringan di dunia dan cocok untuk mobilitas perkotaan. (Pinterest)
Review Dahon K-Feather, sepeda listrik lipat 12 kg yang disebut paling ringan di dunia dan cocok untuk mobilitas perkotaan. (Pinterest)

Radar Tulungagung – Tren sepeda listrik lipat semakin berkembang di berbagai kota besar dunia. Salah satu yang mencuri perhatian adalah Dahon K-Feather, sepeda listrik lipat berbobot hanya 12 kilogram yang diklaim menjadi salah satu electric folding bike paling ringan di dunia.

Dalam sebuah ulasan video berdurasi lebih dari 11 menit, reviewer mengaku berubah pandangan soal sepeda lipat setelah menggunakan Dahon K-Feather selama dua bulan penuh. Sebelumnya, ia menganggap sepeda lipat terasa tidak nyaman, lambat, sulit membawa barang, hingga memiliki desain yang aneh. Namun pengalaman berkendara harian justru membuatnya jatuh hati pada konsep folding bike modern.

Sepeda listrik lipat ini disebut sangat cocok untuk mobilitas perkotaan, terutama bagi pengguna yang tinggal di apartemen atau rumah dengan ruang terbatas. Ukurannya yang ringkas membuat sepeda mudah disimpan di bawah meja kerja, dibawa ke dalam mobil, hingga masuk ke transportasi umum.

Baca Juga: HP 5G Infinix Terbaru 2026 Bikin Geger! 7 Smartphone Spek Gahar, Performa Ngebut, Harga Mulai Rp2 Jutaan

Bobot Ringan Jadi Daya Tarik Utama

Salah satu nilai jual utama Dahon K-Feather adalah bobotnya yang hanya 12 kg. Angka itu bahkan lebih ringan dibanding banyak sepeda non-listrik berbahan aluminium. Dengan bobot ringan tersebut, pengguna dapat mengangkat sepeda hanya dengan satu tangan.

Sepeda ini menggunakan roda 16 inci dengan frame aluminium minimalis. Meski kecil, pengalaman berkendaranya disebut tetap nyaman layaknya sepeda ukuran normal. Reviewer menyebut perbedaan hanya terasa ketika melewati jalan berlubang atau polisi tidur besar.

“Rasanya tetap seperti mengendarai sepeda biasa,” ungkap reviewer dalam videonya.

Selain itu, handling sepeda juga tidak terlalu liar seperti yang sering dikhawatirkan banyak orang terhadap sepeda roda kecil. Bahkan pada kecepatan tinggi, sepeda masih terasa stabil dan lincah.

Baca Juga: Daftar HP Samsung Terbaru Bikin Geger! Dari Seri Murah hingga Flagship “Sultan”, Ini Harga dan Spek yang Bikin Kaget Pasaran

Spesifikasi Simpel, Tapi Fungsional

Dahon K-Feather dibekali motor hub 250 watt dengan sensor torsi otomatis. Pengguna hanya perlu mengayuh pedal dan motor akan memberikan bantuan tenaga hingga kecepatan maksimal 25 km/jam.

Baterai berkapasitas 120 Wh diklaim mampu menempuh jarak hingga 40 kilometer dalam sekali pengisian. Dalam pengujian nyata, reviewer berhasil mencapai sekitar 38 kilometer sebelum baterai habis.

Spesifikasi lainnya cukup sederhana, seperti penggunaan rem rim brake, sistem single speed, dan tanpa layar display digital. Konsep minimalis ini justru membuat bobot sepeda tetap ringan dan mudah dibawa bepergian.

Cocok untuk Last Mile Transportation

Sepeda listrik lipat seperti Dahon K-Feather dinilai sangat ideal sebagai kendaraan last mile transportation. Artinya, sepeda digunakan untuk perjalanan pendek dari rumah ke kantor, stasiun, atau pusat aktivitas lain dalam radius 5 hingga 10 kilometer.

Bentuknya yang dapat dilipat membuat pengguna lebih fleksibel saat bepergian. Sepeda bisa dimasukkan ke bagasi mobil, dibawa naik kereta, bahkan disimpan di dalam ruangan kerja tanpa memakan banyak tempat.

Tak hanya itu, sepeda ini juga memiliki fitur magnet pengunci saat dilipat sehingga lebih praktis ketika dipindahkan.

Tetap Punya Kekurangan

Meski mendapat banyak pujian, reviewer juga menyoroti beberapa kekurangan Dahon K-Feather. Salah satunya adalah absennya spakbor bawaan. Kondisi tersebut cukup merepotkan saat digunakan di jalan basah karena cipratan air mudah mengenai pengendara.

Selain itu, posisi tombol power dan port charger berada di bagian atas frame dengan pelindung karet tipis. Hal itu sempat memunculkan kekhawatiran soal ketahanan air, terutama untuk penggunaan harian di musim hujan.

Namun setelah digunakan selama enam minggu dalam berbagai kondisi cuaca, termasuk terkena hujan dan dicuci menggunakan air, sepeda tidak menunjukkan tanda kerusakan elektronik.

Kekurangan lainnya terletak pada sistem single speed. Saat baterai habis, pengguna harus mengayuh lebih berat karena adanya hambatan dari motor listrik. Sensasi berkendaranya disebut seperti mengayuh di jalan berlumpur.

Sulit Dibawa Naik Pesawat

Sebagai sepeda lipat, Dahon K-Feather sebenarnya sangat praktis untuk traveling. Sayangnya, statusnya sebagai sepeda listrik membuat pengguna tetap harus memperhatikan aturan maskapai penerbangan.

Sebagian besar maskapai tidak mengizinkan sepeda listrik masuk pesawat, terutama jika baterai tidak dapat dilepas dengan mudah. Meski kapasitas baterainya hanya 120 Wh dan masih masuk batas beberapa maskapai, proses pelepasannya tidak praktis.

Meski begitu, reviewer tetap menyebut Dahon K-Feather sebagai salah satu pilihan terbaik untuk mobilitas perkotaan modern. Kombinasi bobot ringan, desain ringkas, kenyamanan berkendara, dan efisiensi membuat sepeda ini layak dipertimbangkan bagi pengguna urban yang membutuhkan kendaraan praktis sehari-hari.

Editor : M. Helmi Nurhisam
#sepeda listrik lipat #Dahon K-Feather #electric folding bike #sepeda listrik ringan #folding bike modern