RADAR TULUNGAGUNG - Oppo A5 Pro 5G kembali menjadi sorotan di pasar smartphone Indonesia 2026 berkat kombinasi ketahanan ekstrem, baterai besar 5800 mAh, serta dukungan 5G di harga Rp3 jutaan. Meski bukan yang terkencang di kelasnya, perangkat ini dinilai unggul untuk pengguna yang membutuhkan HP tahan air, tahan jatuh, dan siap dipakai di kondisi ekstrem sehari-hari.
Baca Juga: 7 HP Gaming 1 Jutaan Terbaik, Infinix Hot 50 dan Advan X1 Punya Spek Gahar buat Push Rank
Oppo A5 Pro 5G Tawarkan Triple IP Rating dan Standar Militer
Oppo A5 Pro 5G hadir sebagai smartphone yang menonjolkan sektor durabilitas sebagai nilai jual utama. Perangkat ini dibekali tiga sertifikasi IP sekaligus, yaitu IP66, IP68, dan IP69, yang membuatnya tahan terhadap debu, percikan air, hingga semprotan bertekanan tinggi. Bahkan perangkat ini diklaim mampu bertahan saat terendam air hingga kedalaman tertentu dalam waktu terbatas.
Selain itu, Oppo juga menyematkan standar military grade shock resistance yang membuat perangkat lebih tahan terhadap benturan. Struktur internalnya diperkuat dengan unibody mid frame, seal pelindung komponen, hingga lapisan aluminium tambahan untuk perlindungan motherboard.
Dari sisi desain, Oppo A5 Pro 5G tetap tampil modern dengan bodi tipis sekitar 7,66 mm dan bobot 194 gram. Dua pilihan warna seperti mocha brown dan pink memberikan kesan premium di kelas harga Rp4 jutaan saat rilis, namun kini mulai turun ke kisaran Rp3,5 jutaan di marketplace.
Baca Juga: 5 HP Gaming 1 Jutaan Terbaik 2026, Galaxy A07 dan Advan X1 Jadi Raja Performa Murah Meriah
Spesifikasi Oppo A5 Pro 5G: Dimensity 6300, Baterai 5800 mAh, Layar 120 Hz
Secara performa, Oppo A5 Pro 5G ditenagai chipset MediaTek Dimensity 6300 yang sudah mendukung jaringan 5G. Hasil pengujian menunjukkan skor AnTuTu sekitar 425.000, yang menempatkannya di kelas menengah bawah yang cukup stabil untuk aktivitas harian.
Perangkat ini dibekali RAM 8 GB LPDDR4X dengan fitur RAM expansion hingga 8 GB tambahan, serta penyimpanan 256 GB UFS 2.2. Meski tidak menggunakan UFS generasi tinggi, konfigurasi ini dinilai cukup untuk penggunaan sosial media, streaming, hingga gaming ringan.
Di sektor daya, Oppo menyematkan baterai 5800 mAh dengan klaim daya tahan panjang hingga satu hari penuh. Teknologi 45W Super Flash Charging memungkinkan pengisian hingga 50% dalam sekitar 30–35 menit. Oppo juga mengklaim baterai masih dapat mempertahankan sekitar 80% kapasitas setelah 1600 siklus pengisian atau setara 4 tahun pemakaian.
Layarnya menggunakan panel IPS 6,7 inci dengan resolusi HD+ (1604 x 720 piksel) dan refresh rate 120 Hz adaptif. Meski belum Full HD, layar ini tetap dinilai cukup nyaman untuk streaming dan scrolling media sosial dengan tingkat kecerahan hingga sekitar 830 nits di kondisi outdoor.
Baca Juga: 7 HP Gaming 1-2 Jutaan Terbaik, Infinix Hot 60 Pro dan Poco M7 Punya Performa Rata Kanan
Performa, Kamera, dan Kelebihan Oppo A5 Pro 5G di Penggunaan Harian
Dari sisi penggunaan, Oppo A5 Pro 5G lebih difokuskan pada kenyamanan dan ketahanan dibanding performa ekstrem. Untuk gaming, perangkat ini masih mampu menjalankan Mobile Legends di 60 FPS stabil dan PUBG Mobile di kisaran 40–55 FPS pada setting tertentu, meski gyro masih berbasis virtual sehingga respons kurang presisi.
Pada sektor kamera, Oppo menyematkan kamera utama 50 MP dan kamera selfie 8 MP. Hasil foto cukup baik di kondisi cahaya ideal, namun mulai menurun di kondisi low light karena tidak adanya OIS maupun EIS. Rekaman video maksimal 1080p 60 fps di kamera belakang dan 1080p 30 fps di kamera depan.
Fitur tambahan seperti AI Eraser, AI Unblur, AI Reflection Remover, hingga AI Live Photo menjadi nilai tambah untuk editing foto. Namun, absennya kamera ultrawide dan stabilisasi video masih menjadi catatan penting.
Secara keseluruhan, Oppo A5 Pro 5G lebih cocok untuk pengguna lapangan, pekerja outdoor, hingga pengguna yang mengutamakan ketahanan fisik dibanding performa gaming berat. Dengan kombinasi IP rating lengkap, baterai besar, dan fitur AI yang cukup kaya, smartphone ini menjadi opsi unik di segmen Rp3–4 jutaan.
Editor : Gita Dwi Nuraini