Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Review Honda Civic Hybrid Indonesia 2026: Libas Gejala FOMO Mobil Listrik dengan Konsumsi Bensin Super Irit 30 Km Per Liter!

Cholifatun Nisak • Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49 WIB
Honda Civic Hybrid Indonesia hadirkan performa e:HEV kencang dengan efisiensi bensin 30 km/liter, solusi cerdas berkendara tanpa FOMO mobil listrik!
Honda Civic Hybrid Indonesia hadirkan performa e:HEV kencang dengan efisiensi bensin 30 km/liter, solusi cerdas berkendara tanpa FOMO mobil listrik!

 

RADAR TULUNGAGUNG- Gelombang tren mobil listrik murni (Bagtery Electric Vehicle/BEV) kian deras membanjiri pasar otomotif tanah air. Kondisi ini sering kali memicu fenomena Fear of Missing Out (FOMO) di kalangan konsumen yang merasa harus ikut-ikutan beralih ke kendaraan setrum. Namun, apakah semua orang benar-benar siap dan butuh mobil listrik? Bagi sebagian masyarakat yang tinggal di apartemen dengan regulasi instalasi wall charger yang rumit, atau di area yang keterbatasan daya listrik, berpindah ke BEV justru bisa mendatangkan sakit kepala baru.

Guna menjembatani kebutuhan konsumen yang menginginkan kendaraan modern tanpa harus mengubah kebiasaan berkendara, PT Honda Prospect Motor menghadirkan solusi konkret lewat Honda Civic Hybrid Indonesia. Sedan legendaris berkode bodi FE ini hadir dalam varian RS e:HEV setelah sebelumnya sukses dengan varian RS Turbo. Langkah ini menjadi angin segar bagi pencinta otomotif yang ingin merasakan Joy of Missing Out (JOMO), yakni sebuah sikap untuk tetap teguh pada prinsip membeli kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan riil, bukan sekadar mengikuti tren sesaat.

Efisiensi Mesin e:HEV Tanpa Sabuk CVT

Dapur pacu Honda Civic Hybrid Indonesia mengalami perombakan total. Jika versi terdahulu mengandalkan mesin 1.500 cc Turbo, versi teranyar ini dipersenjatai mesin bensin 2.000 cc berkecepatan siklus Atkinson yang dikawinkan dengan teknologi dual motor listrik (intelligent Multi-Mode Drive/i-MMD). Kombinasi performa ini sanggup memuntahkan tenaga kombinasi yang impresif hingga menembus angka 200 horsepower. Menariknya, akselerasi dari posisi diam hingga kecepatan 100 kilometer per jam terasa jauh lebih instan dan responsif jika dibandingkan dengan varian mesin turbo konvensional.

Keunggulan mutlak lainnya dari sistem e:HEV besutan pabrikan berlogo huruf 'H' ini terletak pada hilangnya komponen sabuk baja komparator pada transmisi otomatisnya. Walaupun Honda secara pemasaran melabeli sistem transmisi ini dengan nama Electronic Continuously Variable Transmission (e-CVT), secara mekanikal sejatinya mobil ini sama sekali tidak menggunakan sabuk CVT biasa. Sistem dual motor listrik tersebut langsung bertindak menggantikan peran girboks mekanis.

Pada kecepatan rendah di dalam kota, mesin bensin hanya akan aktif sebagai generator atau genset mini untuk mengisi daya ke baterai dan menyuplai energi ke motor listrik penggerak. Namun, saat gawai roda empat ini dipacu pada kecepatan tinggi secara konstan di jalan tol, kopling mekanis akan langsung mengunci (lock-up) untuk menyalurkan tenaga murni dari mesin bensin ke roda depan melalui rasio gigi tunggal yang sangat efisien. Hasil pengujian menunjukkan rata-rata konsumsi bahan bakar di rute kombinasi mampu menyentuh angka 25 kilometer per liter secara mudah, bahkan tembus hingga 30 kilometer per liter jika gaya berkendara pengemudi lebih halus.

Baca Juga: Samsung Galaxy A17 5G Resmi Meluncur, Update Android 6 Tahun Jadi Senjata Utama, Tapi Masih Ada Kekurangan yang Disorot

Desain Bersih dan Kepraktisan Ruang Bagasi

Secara tampilan fisik eksterior, sedan facelift ini mendapatkan penyegaran kosmetik pada bagian bumper depan yang lebih agresif serta aplikasi mika lampu utama bernuansa smoked yang sporty. Satu detail cerdas yang disematkan Honda adalah hilangnya nozzle hitam penyemprot air pembersih kaca (windshield washer) dari atas permukaan kap mesin. Honda memindahkan titik semprotan air tersebut langsung menyatu pada batang wiper. Inovasi ini tidak hanya membuat visual kap mesin menjadi jauh lebih bersih dan klimis, melainkan juga membuat pembersihan kaca depan menjadi jauh lebih efektif serta hemat penggunaan air.

Meskipun banyak konsumen yang skeptis terhadap aspek fungsionalitas sebuah mobil sedan, interior gawai ini membuktikan sebaliknya. Ruang kargo belakang dapat dimaksimalkan secara fleksibel berkat adanya tuas pelipat jok baris kedua yang dapat direbahkan hingga rata dengan lantai bagasi. Hal ini memungkinkan pengguna untuk membawa barang dengan dimensi panjang seperti tangga lipat, perlengkapan studio, hingga belanjaan bulanan dalam jumlah besar tanpa kendala berarti.

Sensasi Nyetir Fun to Drive yang Autentik

Di dalam kabin, interior Honda tetap mempertahankan fungsionalitas tinggi dengan mempertahankan kehadiran tombol-tombol fisik untuk pengaturan AC digital dan volume audio di setir. Karakter bantingannya disetel dengan tingkat rebound damper suspensi yang presisi, memberikan kenyamanan optimal tanpa mereduksi karakter fun to drive yang responsif. Kestabilan sektor buritan saat ditekuk di tikungan tajam terasa sangat akurat dan minim gejala limbung, membuktikan kematangan Honda dalam meracik sasis sedan sport premium yang komunikatif bagi para antusias pengemudi.

Baca Juga: Samsung Galaxy A57 Disebut Cuma Ganti Desain dari A56, Benarkah Masih Worth It Dibeli dengan Harga Hampir Rp7 Juta?

Editor : Cholifatun Nisak
#Honda Civic Hybrid Indonesia #Review Honda Civic eHEV #Konsumsi Bensin Civic Hybrid #Mobil Hybrid Terbaik 2026 #Spesifikasi Honda Civic RS