RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Renovasi rumah 100 m2 berhasil mengubah hunian lama menjadi rumah satu lantai yang nyaman, fungsional, dan terasa lapang. Berdiri di atas lahan sekitar 100 meter persegi dengan luas bangunan 70 meter persegi, rumah milik Lia ini mengutamakan kebutuhan keluarga melalui penataan ruang yang efisien, konsep white and wood, serta penyimpanan di hampir setiap sudut rumah.
Pemilik rumah memilih mempertahankan konsep satu lantai karena dinilai sudah cukup memenuhi kebutuhan keluarga. Meski tidak memiliki tema desain tertentu, tampilan fasad dibuat sederhana dengan aksen lengkung yang mengikuti bentuk lahan.
Bagian depan rumah juga dirancang lebih tertutup demi menjaga privasi penghuni. Namun, sirkulasi udara tetap diperhatikan melalui penggunaan roster sehingga cahaya dan angin tetap dapat masuk ke area dalam rumah.
Kronologi Renovasi Rumah
Lia menjelaskan rumah tersebut merupakan rumah lama yang dibeli dari kerabat, kemudian direnovasi pada 2023. Kondisi bangunan dinilai masih cukup baik sehingga renovasi difokuskan pada penyesuaian tata ruang dan kebutuhan keluarga.
Luas tanah rumah sekitar 100 meter persegi, sedangkan luas bangunannya sekitar 70 meter persegi. Rumah tetap dibuat satu lantai karena dinilai belum membutuhkan penambahan lantai.
Fasad rumah menggabungkan beberapa material seperti batu andesit, besi, PVC plafon bermotif kayu, serta WPC pada beberapa bagian eksterior. Kanopi dibuat melengkung agar menyatu dengan bentuk tanah yang memang memiliki sisi melengkung.
Pemilik juga memilih menggunakan tanaman kaktus di halaman depan. Selain minim perawatan, tanaman berduri tersebut dipilih agar area depan tidak dijadikan tempat kucing berkeliaran.
Privasi Tetap Terjaga
Salah satu perhatian utama dalam renovasi ini adalah menjaga privasi penghuni.
Area teras dibuat semi tertutup sehingga aktivitas keluarga di bagian depan rumah tidak langsung terlihat dari luar. Meski demikian, roster tetap dipasang untuk menjaga sirkulasi udara.
Area depan bahkan dimanfaatkan sebagai tempat bersantai pada pagi hari maupun area berkumpul bersama anak-anak. Posisi rumah yang menghadap pepohonan membuat suasana terasa lebih sejuk.
Beberapa furnitur juga dibuat multifungsi. Salah satunya meja di teras yang sekaligus berfungsi sebagai storage untuk menyimpan perlengkapan olahraga.
Interior Mengusung Konsep White and Wood
Memasuki bagian dalam rumah, konsep white and wood langsung terlihat pada ruang keluarga, ruang makan, hingga dapur.
Warna putih dipadukan dengan aksen kayu berwarna lembut sehingga ruangan terasa lebih terang sekaligus hangat.
Rumah menggunakan konsep open space sehingga ruang keluarga, ruang makan, dan dapur berada dalam satu area tanpa sekat permanen.
Lia mengungkapkan salah satu perubahan terbesar dilakukan pada denah rumah. Dari tiga kamar tidur bawaan rumah, satu kamar dibongkar dan diubah menjadi laundry room agar rumah memiliki area servis yang lebih nyaman.
Posisi dapur juga dipindahkan sehingga aktivitas memasak menjadi lebih leluasa dan tidak terganggu lalu lintas penghuni menuju kamar.
Storage Jadi Prioritas
Salah satu ciri utama rumah ini adalah keberadaan storage di hampir seluruh ruangan.
Kitchen set dibuat penuh hingga plafon agar mampu menampung berbagai perlengkapan dapur. Lemari penyimpanan juga dibuat pada area kulkas, dispenser, coffee corner, hingga bawah meja dapur.
Menurut Lia, keberadaan banyak storage sangat penting karena keluarga memiliki tiga anak sehingga barang yang disimpan cukup banyak.
Bahkan area carport dimanfaatkan sebagai tempat penyimpanan tangga, rak sepatu, galon, perlengkapan kebersihan, hingga alat pemadam.
Di area laundry, berbagai alat kebersihan juga ditata menggunakan pegboard agar lebih rapi dan mudah dijangkau.
Penyesuaian Sesuai Kebutuhan Penghuni
Tidak hanya mengubah tata ruang, beberapa detail rumah juga disesuaikan dengan kebiasaan penghuni.
Kamar mandi misalnya dibuat tanpa pemisah antara area shower dan toilet. Keputusan itu diambil karena keluarga masih memiliki anak kecil sehingga kamar mandi memang lebih sering dalam kondisi basah.
Di kamar utama, furnitur utama menggunakan material kayu jati agar lebih awet untuk penggunaan jangka panjang.
Sementara kamar anak tetap mengutamakan pencahayaan alami dan sirkulasi udara. Area laundry lama yang sebelumnya tertutup dibuka kembali sehingga cahaya matahari dapat masuk ke dalam kamar.
Biaya Renovasi dan Material
Lia mengungkapkan renovasi rumah menghabiskan biaya lebih dari Rp100 juta.
Anggaran tersebut sudah termasuk pengecatan rumah, pembongkaran salah satu kamar, hingga pembuatan kitchen set yang memang menjadi salah satu fokus utama renovasi.
Untuk lantai, pemilik memilih menggunakan granit dibanding SPC. Alasannya, granit dinilai lebih tahan terhadap beban berat saat proses pengisian furnitur maupun penggunaan jangka panjang.
Sementara itu, sebagian besar interior rumah diperoleh secara bertahap. Lia mengaku setelah rutin membagikan konten rumahnya, sejumlah kebutuhan interior seperti panel, sanitari, hingga perlengkapan rumah datang melalui kerja sama endorsement.
Meski demikian, proses melengkapi isi rumah tetap dilakukan secara bertahap mengikuti kebutuhan keluarga. Menurutnya, rumah merupakan ruang yang terus berkembang sehingga tidak harus langsung selesai dalam satu waktu.
Editor : Ingge Nayla Ayu KarinaSumber : WicakMifta, You Tube, DIOLAH