JAKARTA - Kisah kelahiran Nabi Muhammad SAW menjadi salah satu cerita teladan yang banyak dikenalkan kepada anak-anak. Dalam sebuah video kisah Nabi Muhammad, perjalanan hidup Rasulullah diceritakan sejak sebelum kelahiran, masa kecil, hingga menikah dengan Khadijah.
Kisah kelahiran Nabi Muhammad dalam video tersebut dimulai dari kehidupan Abdullah dan Aminah. Abdullah merupakan putra Abdul Muthalib yang memiliki kedudukan terhormat di kalangan Quraisy. Ia kemudian menikah dengan Aminah binti Wahab.
Tidak lama setelah pernikahan, Abdullah pergi berdagang ke Syam. Dalam perjalanan pulang, ia jatuh sakit dan akhirnya meninggal dunia. Jenazah Abdullah dimakamkan di Madinah. Saat itu, Aminah sedang mengandung Nabi Muhammad SAW.
Peristiwa Tahun Gajah
Cerita kemudian berlanjut pada kondisi Kota Mekah yang menjadi pusat perhatian masyarakat Arab karena keberadaan Ka'bah. Pada masa itu, Raja Abrahah dari Yaman merasa kecewa karena bangunan besar yang didirikannya tidak mampu mengalahkan Ka'bah sebagai tujuan masyarakat.
Baca Juga: Resep Es Krim Rumahan Super Lembut, Cuma Pakai Bahan Sederhana dan Bisa Jadi Ide Jualan
Abrahah kemudian memutuskan menyerang Ka'bah dengan pasukan besar yang dikenal sebagai pasukan bergajah. Kabar penyerbuan tersebut membuat kaum Quraisy meninggalkan Mekah untuk mencari tempat aman.
Dalam kisah yang disampaikan video, perlindungan terhadap Ka'bah kemudian datang dari Allah SWT. Gajah-gajah yang dibawa pasukan Abrahah berhenti dan tidak mau bergerak menuju Ka'bah.
Langit kemudian digambarkan tertutup oleh kumpulan burung. Pasukan burung tersebut disebut burung Ababil yang menjatuhkan batu kepada pasukan Abrahah hingga pasukan tersebut mengalami kekalahan.
Peristiwa penyerbuan Ka'bah itu dikenal sebagai Tahun Gajah. Dalam video, peristiwa tersebut dikaitkan dengan kelahiran Nabi Muhammad SAW pada 12 Rabiul Awal Tahun Gajah.
Nabi Muhammad Lahir sebagai Anak Yatim
Setelah peristiwa Tahun Gajah, Aminah melahirkan seorang bayi laki-laki. Bayi tersebut adalah Muhammad, keturunan Nabi Ismail AS.
Baca Juga: Resep Es Krim Rumahan Cuma Modal Susu dan Santan, Hasilnya Lembut dan Creamy
Abdul Muthalib kemudian menggendong cucunya dan membawanya mengelilingi Ka'bah. Ketika ditanya mengenai nama cucunya, Abdul Muthalib menjawab Muhammad.
Menurut kisah tersebut, nama Muhammad dipilih dengan harapan agar cucunya menjadi sosok yang dipuji oleh makhluk di bumi.
Sejak lahir, Nabi Muhammad telah kehilangan ayahnya. Kondisi keluarganya juga disebut tidak kaya sehingga ketika tiba waktunya mencari ibu susu, tidak banyak perempuan yang bersedia mengasuhnya.
Halimah Sa'diyah kemudian menerima Nabi Muhammad sebagai anak susu. Setelah Muhammad berada dalam asuhannya, keluarga Halimah disebut merasakan berbagai kemudahan dan keberkahan.
Masa Kecil Penuh Ujian
Saat berusia sekitar empat tahun, Nabi Muhammad diceritakan mengalami peristiwa pembelahan dada. Dalam kisah tersebut, dua malaikat membelah dada Nabi dan mencuci hatinya menggunakan air zamzam.
Beberapa tahun kemudian, Nabi Muhammad kembali tinggal bersama ibunya. Pada usia enam tahun, Aminah mengajak Nabi Muhammad pergi ke Madinah untuk berziarah ke makam Abdullah.
Dalam perjalanan pulang menuju Mekah, Aminah jatuh sakit dan meninggal dunia. Nabi Muhammad pun menjadi yatim piatu di usia yang masih sangat muda.
Setelah itu, Abdul Muthalib mengasuh Nabi Muhammad dengan penuh kasih sayang. Namun, dua tahun kemudian, sang kakek meninggal dunia. Pengasuhan Nabi kemudian dilanjutkan oleh pamannya, Abu Thalib.
Menggembala hingga Berdagang
Abu Thalib dan keluarganya bukan orang kaya. Namun, mereka merawat Nabi Muhammad dengan penuh keikhlasan. Sejak kecil, Nabi juga telah terbiasa bekerja dengan menggembalakan kambing dan domba.
Sifat jujur dan dapat dipercaya membuat Nabi Muhammad mendapat kepercayaan dari orang-orang di sekitarnya. Ketika berusia 13 tahun, ia mulai mengikuti Abu Thalib berdagang ke Syam.
Dalam perjalanan tersebut, Nabi Muhammad diceritakan selalu mendapat perlindungan dari panasnya perjalanan. Seorang pendeta kemudian melihat tanda-tanda yang diyakininya berkaitan dengan nabi terakhir.
Pernikahan dengan Khadijah
Setelah dewasa, Nabi Muhammad dikenal memiliki akhlak mulia, jujur, dan amanah. Ia kemudian bekerja dalam kelompok dagang milik Khadijah, seorang perempuan kaya dan terpandang di Mekah.
Khadijah tertarik pada akhlak dan kejujuran Nabi Muhammad. Keduanya kemudian menikah ketika Nabi Muhammad berusia 25 tahun dan Khadijah berusia 40 tahun.
Khadijah selanjutnya menjadi sosok penting dalam kehidupan Nabi Muhammad. Ia disebut mendukung perjuangan Rasulullah dalam menyebarkan agama Islam dan menggunakan hartanya untuk kepentingan dakwah.
Kisah tersebut menggambarkan perjalanan panjang Nabi Muhammad sejak menjadi anak yatim hingga tumbuh sebagai pribadi yang dikenal karena kejujuran, amanah, dan kemuliaan akhlaknya.
Editor : Maylanni Diana Fitri