Kisah Kelahiran Nabi Muhammad SAW hingga Menikah dengan Khadijah, Penuh Ujian Sejak Kecil

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 18:35 WIB
Kisah kelahiran Nabi Muhammad SAW penuh peristiwa besar, dari Tahun Gajah, kehilangan orang tua, hingga menikah dengan Khadijah.(pinterest)
Kisah kelahiran Nabi Muhammad SAW penuh peristiwa besar, dari Tahun Gajah, kehilangan orang tua, hingga menikah dengan Khadijah.(pinterest)

JAKARTA - Kisah kelahiran Nabi Muhammad SAW tidak lepas dari rangkaian peristiwa besar yang mengiringi perjalanan hidup Rasulullah. Sebuah video kisah teladan menceritakan perjalanan Nabi Muhammad sejak masih dalam kandungan, masa kanak-kanak sebagai yatim piatu, hingga menikah dengan Khadijah.

Kisah kelahiran Nabi Muhammad dalam cerita tersebut bermula dari pasangan Abdullah dan Aminah binti Wahab. Abdullah merupakan putra Abdul Muthalib, salah satu tokoh terpandang di kalangan Quraisy. Setelah menikah dengan Aminah, Abdullah pergi berdagang menuju Syam.

Namun, perjalanan itu menjadi perpisahan terakhir bagi Abdullah dan Aminah. Dalam perjalanan pulang, Abdullah jatuh sakit dan meninggal dunia. Jenazahnya kemudian dimakamkan di Madinah, sementara Aminah sedang mengandung Nabi Muhammad SAW.

Ka'bah Diserang Pasukan Bergajah

Cerita berlanjut pada peristiwa besar yang dikenal sebagai Tahun Gajah. Saat itu, Mekah menjadi tempat yang dihormati masyarakat Arab karena keberadaan Ka'bah.

Baca Juga: Kopi Sachet Bisa Seenak Coffee Shop? Coba 5 Tips Barista Ini, Nomor 4 Bikin Kaget

Raja Abrahah dari Yaman merasa kecewa karena bangunan besar yang didirikannya tidak mampu menarik perhatian masyarakat seperti Ka'bah. Ia kemudian mengerahkan pasukan untuk menghancurkan rumah ibadah tersebut.

Pasukan Abrahah dikenal sebagai pasukan bergajah. Jumlah mereka sangat besar dan membuat kaum Quraisy tidak mampu menghadapi serangan secara langsung.

Kaum Quraisy kemudian meninggalkan Mekah dan memilih berlindung. Mereka menyerahkan perlindungan Ka'bah kepada Allah SWT.

Ketika pasukan Abrahah mendekati Mekah, gajah-gajah yang dibawa pasukan tersebut tiba-tiba berhenti. Hewan-hewan itu tidak mau bergerak menuju Ka'bah.

Langit kemudian digambarkan dipenuhi burung Ababil. Burung-burung tersebut menjatuhkan batu kepada pasukan Abrahah hingga pasukan itu mengalami kekalahan.

Peristiwa tersebut dikenal sebagai Tahun Gajah. Dalam kisah yang disampaikan video, pada tahun yang sama Aminah melahirkan seorang bayi laki-laki bernama Muhammad.

Abdul Muthalib Memberi Nama Muhammad

Kelahiran Nabi Muhammad disambut oleh Abdul Muthalib. Sang kakek membawa bayi Muhammad mengelilingi Ka'bah.

Baca Juga: Taspen Hari Ini 17 Agustus 2026 Libur, Kenaikan Gaji ASN Masih Dibahas Pemerintah

Ketika ditanya mengenai nama cucunya, Abdul Muthalib menjawab Muhammad. Nama tersebut dianggap tidak umum digunakan pada masa itu.

Abdul Muthalib menjelaskan bahwa nama tersebut dipilih dengan harapan Muhammad menjadi sosok yang dipuji oleh banyak makhluk.

Namun, Nabi Muhammad lahir dalam keadaan sudah kehilangan ayah. Abdullah telah meninggal sebelum kelahiran beliau.

Kondisi ekonomi keluarganya juga disebut sederhana. Ketika keluarga-keluarga Arab mencari anak asuh, Nabi Muhammad sempat tidak menjadi pilihan karena statusnya sebagai anak yatim.

Halimah Sa'diyah akhirnya menerima Muhammad sebagai anak susu. Setelah mengasuh Nabi, keluarga Halimah merasakan berbagai kemudahan yang mereka anggap sebagai keberkahan.

Nabi Muhammad Menjadi Yatim Piatu

Saat berusia empat tahun, Nabi Muhammad diceritakan mengalami peristiwa pembelahan dada. Dalam kisah tersebut, dua malaikat datang dan membelah dada Nabi, kemudian mencuci hatinya menggunakan air zamzam.

Beberapa waktu kemudian, Nabi kembali tinggal bersama ibunya. Ketika berusia enam tahun, Aminah mengajak Nabi Muhammad pergi ke Madinah untuk berziarah ke makam Abdullah.

Dalam perjalanan pulang, kondisi Aminah memburuk hingga akhirnya meninggal dunia. Nabi Muhammad pun kehilangan ibunya dan menjadi yatim piatu.

Abdul Muthalib kemudian mengambil tanggung jawab untuk merawat cucunya. Namun, dua tahun kemudian sang kakek meninggal dunia.

Setelah itu, Nabi Muhammad diasuh Abu Thalib. Meskipun hidup sederhana, keluarga Abu Thalib tetap merawat Nabi dengan penuh kasih sayang.

Tumbuh Menjadi Pribadi Amanah

Sejak kecil, Nabi Muhammad telah terbiasa bekerja. Ia menggembalakan kambing dan domba milik masyarakat.

Sifat jujur dan amanah membuat orang-orang mempercayakan ternaknya kepada Nabi Muhammad. Saat berusia sekitar 13 tahun, ia mulai mengikuti Abu Thalib berdagang menuju Syam.

Dalam perjalanan, video tersebut mengisahkan adanya awan yang menaungi Nabi dari panas matahari. Seorang pendeta kemudian melihat tanda yang diyakininya berkaitan dengan sosok nabi terakhir.

Waktu terus berlalu. Nabi Muhammad tumbuh menjadi pemuda yang dikenal karena kejujuran dan akhlaknya. Ia kemudian bekerja dalam perdagangan milik Khadijah, seorang perempuan kaya dan terpandang di Mekah.

Khadijah melihat kejujuran dan kemuliaan akhlak Nabi Muhammad. Keduanya kemudian menikah. Saat itu Nabi Muhammad berusia 25 tahun, sedangkan Khadijah berusia 40 tahun.

Khadijah kelak menjadi salah satu pendukung utama Nabi Muhammad dalam perjuangan menyebarkan Islam. Ia disebut rela menggunakan hartanya untuk mendukung dakwah Rasulullah.

Kisah kelahiran Nabi Muhammad hingga masa dewasanya menunjukkan perjalanan yang penuh ujian. Meski kehilangan ayah, ibu, dan kakek sejak kecil, Nabi Muhammad tumbuh menjadi sosok yang dikenal jujur, amanah, dan memiliki akhlak mulia.

Editor : Maylanni Diana Fitri
khadijah Kisah kelahiran Nabi Muhammad Tahun Gajah Halimah Sa'diyah nabi muhammad saw