IHSG Berbalik Naik, Saham Bank Besar Menguat Usai Suahasil Nazara Jadi Menkeu

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 16:00 WIB
IHSG 14 September 2026 berbalik naik usai Suahasil Nazara jadi Menkeu. Saham BBRI, BNI, BCA dan Mandiri ikut disorot.(pinterest)
IHSG 14 September 2026 berbalik naik usai Suahasil Nazara jadi Menkeu. Saham BBRI, BNI, BCA dan Mandiri ikut disorot.(pinterest)

JAKARTA - IHSG 14 September 2026 sempat mengalami tekanan lebih dari 2 persen pada perdagangan Senin. Namun, indeks kemudian berbalik arah menjelang penutupan setelah Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Saham-saham perbankan besar ikut menjadi perhatian karena disebut mengalami penguatan dan akumulasi.

Dalam video analisis tersebut, perubahan arah IHSG setelah pergantian Menteri Keuangan dinilai tidak lepas dari respons pasar terhadap sosok dan kemungkinan kebijakan yang akan dibawa Suahasil.

Narasumber menilai pasar mungkin melihat Menteri Keuangan baru memiliki kebijakan yang lebih positif terhadap sektor perbankan. Dugaan tersebut muncul setelah saham-saham bank besar menunjukkan pemulihan ketika IHSG mulai bangkit.

“Berarti ada kemungkinan Pak Menteri yang baru ini dianggap oleh market memiliki kebijakan yang positif terhadap bisnis perbankan,” kata narasumber.

Menurut analisis tersebut, persoalan likuiditas menjadi salah satu hal yang akan dihadapi Menteri Keuangan baru. Kebijakan fiskal juga menjadi faktor penting karena akan menentukan bagaimana pemerintah menjalankan APBN sekaligus menghadapi berbagai tekanan ekonomi.

Sebelum berbalik menguat, IHSG sempat mengalami penurunan tajam. Indeks disebut anjlok lebih dari 2 persen dan membentuk kurva pelemahan yang cukup dalam. Namun, menjelang akhir perdagangan, indeks perlahan bangkit dan memangkas sebagian besar kerugiannya.

Perubahan tersebut dinilai cukup menarik karena terjadi setelah pergantian Menteri Keuangan diumumkan. Pasar kemudian mulai memperhitungkan kemungkinan adanya kebijakan baru yang dapat memberikan sentimen berbeda terhadap sektor tertentu, terutama perbankan.

BBRI hingga Bank Mandiri Disorot

BBRI menjadi salah satu saham yang dibahas dalam analisis tersebut. Pergerakannya disebut langsung menguat setelah sebelumnya mengalami tekanan.

Baca Juga: PPPK Terancam Putus Kontrak, Krisis Anggaran Daerah Jadi Sorotan

Dalam tampilan grafik yang dibahas, BBRI menunjukkan candle hijau berukuran besar dengan volume yang meningkat. Kondisi tersebut dinilai menunjukkan adanya demand atau permintaan yang masuk.

Narasumber juga menyebut BBRI telah menunjukkan tanda bullish baru. Selain itu, saham tersebut disebut mengalami pola yang dalam analisis teknikal dikenal sebagai engulfing atau outside bar.

Tidak hanya BBRI, saham bank besar lainnya juga disebut mengalami penguatan. Bank BNI, Bank BCA, dan Bank Mandiri dinilai menunjukkan akumulasi yang cukup kuat ketika pasar mengalami tekanan.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan munculnya dugaan bahwa sektor perbankan memperoleh sentimen positif dari pergantian Menteri Keuangan.

Namun, narasumber menegaskan bahwa arah kebijakan Suahasil masih harus dilihat lebih lanjut. Pergantian Menteri Keuangan pada akhirnya akan berkaitan dengan kebijakan pajak, bea cukai, fiskal, serta pengelolaan APBN.

Presiden Prabowo disebut memiliki pesan agar Menteri Keuangan baru mampu menjalankan APBN untuk mendukung program prioritas pemerintah sekaligus menjaga kredibilitasnya.

Dari sisi pasar, pelaku investasi kemudian menunggu bagaimana pesan tersebut diterjemahkan menjadi kebijakan. Salah satu perhatian yang muncul adalah persoalan likuiditas. Menurut analisis dalam video, kebijakan yang mendukung sistem perbankan dapat menjadi salah satu alasan munculnya respons positif dari saham-saham bank.

“Ini orang-orang insider, Guys, pasti tahu bahwa ini banking akan diuntungkan,” ujar narasumber.

Meski demikian, pernyataan tersebut merupakan pandangan narasumber dalam video dan bukan kepastian mengenai arah kebijakan Menteri Keuangan baru.

Narasumber juga membahas kemungkinan perubahan kebijakan pajak. Salah satunya adalah prediksi mengenai Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Namun, ia menyampaikan hal tersebut sebagai kemungkinan dan belum menjadi keputusan yang dipastikan akan diterapkan.

Sementara itu, pergerakan IHSG masih perlu diperhatikan setelah rebound. Dalam analisis tersebut, penguatan pasar tidak serta-merta dianggap sebagai perubahan tren secara permanen.

Narasumber menyebut level waktu tertentu sebagai perhatian dalam analisisnya. Tanggal 15 dan 17 disebut sebagai area yang dianggap berpotensi menjadi turning point. Jika terjadi pelemahan kembali, pergerakan berikutnya akan menjadi penentu apakah rebound IHSG mampu berlanjut.

Di tengah kondisi tersebut, saham perbankan menjadi salah satu sektor yang dipantau. Penguatan BBRI, BNI, BCA, dan Bank Mandiri menunjukkan adanya respons positif di kelompok bank besar.

Namun, apakah penguatan tersebut menjadi awal tren baru atau hanya rebound sementara masih harus dilihat dari perkembangan perdagangan berikutnya. Pasar kini menunggu kebijakan Suahasil Nazara sekaligus dampaknya terhadap likuiditas, fiskal, APBN, dan kepercayaan investor.

Editor : Maylanni Diana Fitri
Suahasil Nazara IHSG 14 September 2026 BBRI Purbaya Yudhi Sadewa Saham perbankan