RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM – Kebakaran yang terjadi di Gunung Budheg Tulungagung pada Minggu (10/9) pukul 11.00 WIB berdampak luas bagi lingkungan. Pasalnya kebakaran yang terjadi di Desa Tanggung, Kecamatan Campurdarat membuat 70 persen tanaman perintis atau tanaman rimba hangus terbakar.
Warga sekitar Gunung Budheg, Agus Utomo menduga kebakaran yang terjadi di sisi selatan Gunung Budheg ini terjadi akibat kesengajaan. Hanya saja motif di balik perusakan alam di Gunung Budheg belum diketahui asal-usulnya. “Ini (kebakaran di Gunung Budheg-RED) memang sengaja dibakar. Motifnya belum tahu. Bisa jadi karena mencari kayu bakar atau perburuan satwa liar,” jelasnya Selasa (12/9).
Sekadar diketahui, pada Minggu (10/9) pukul 11.00 WIB, kepulan asap pekat yang muncul dari bawah pohon bambu. Tepatnya di sisi selatan Gunung Budheg masuk Desa Tanggung, Kecamatan Campurdarat, Tulungagung. “Kebakaran itu di lereng selatan dan itu tidak semua. Hanya sepertiga sampai ke puncak tebing paling atas. Sampai pukul 16.00 WIB padam, berhenti di tebing paling atas,” ucapnya.
Bukannya tidak meninggalkan luka, akibat kebakaran ini hampir 70 persen tanaman perintis di sisi selatan Gunung Budheg hangus terbakar. Menurutnya kebakaran yang terjadi di Gunung Budheg tersebut hampir setiap tahun terjadi. “Pasti rugi tanaman kecil, terutama tanaman rimba yang tumbuh. Akibatnya mematikan tanaman kecil. Kebakaran ini hampir setiap tahun, ini baru kebakaran lagi setelah kebakaran terakhir tiga tahun lalu,” paparnya. (ziz/rka)
Editor : Dharaka R. Perdana