Harga Bonsai Bisa Naik 200 Persen Usai Menang Kontes, Pak Agung Ungkap Strategi dari Bahan Murah

Davina Ar Raafika • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 11:20 WIB
Harga bonsai bisa naik hingga 200 persen setelah menang kontes. Pak Agung mengungkap strategi mengubah bahan murah menjadi bonsai bernilai puluhan juta. (Pinterest)
Harga bonsai bisa naik hingga 200 persen setelah menang kontes. Pak Agung mengungkap strategi mengubah bahan murah menjadi bonsai bernilai puluhan juta. (Pinterest)

JAKARTA - Harga bonsai disebut bisa melonjak hingga 200 persen setelah meraih penghargaan di kontes. Hal itu diungkapkan kolektor sekaligus perawat bonsai, Pak Agung, saat membahas strategi membangun nilai pohon bonsai dari bahan murah menjadi berkualitas tinggi dan bernilai puluhan juta rupiah.

Dalam diskusi yang terekam di kanal YouTube, Pak Agung menjelaskan bahwa salah satu pohon bonsai miliknya diproyeksikan berada di kisaran harga 20 jutaan. Pohon-pohon tersebut disiapkan untuk mengikuti pameran dan kontes yang dijadwalkan berlangsung pada 20 Februari.

Menurutnya, pameran bonsai tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang transaksi yang efektif. Suasana santai dengan area ngopi dan angkringan membuat pembeli lebih nyaman melakukan negosiasi dan melihat langsung kualitas pohon.

“Belanja bonsai di lokasi pameran punya daya tarik tersendiri karena pembeli bisa melihat pohon secara langsung dalam display yang menarik,” ujarnya.

Bonsai Root-over-Rock Diburu Kolektor

Salah satu jenis yang dibahas adalah bonsai bergaya root-over-rock atau akar di atas batu. Gaya ini dinilai membutuhkan ketelatenan tinggi karena akar harus diarahkan agar mencengkeram batu secara alami.

Pak Agung menyebut target pasar untuk bonsai model tersebut berada di kisaran Rp15 juta. Nilai itu dipengaruhi oleh tingkat kesulitan pembentukan akar dan karakter visual yang dihasilkan.

Ia mencontohkan sebuah pohon yang baru menjalani proses wiring selama sekitar satu bulan. Setelah sebagian media tanam diganti, pertumbuhannya kembali subur dan tunas baru mulai bermunculan.

Filosofi Merawat Bonsai dari Bahan Murah

Bagian yang paling menonjol dari diskusi tersebut adalah filosofi Pak Agung dalam dunia bonsai. Ia menegaskan bahwa tantangan sesungguhnya bukan membeli pohon mahal, melainkan mengubah bahan murah menjadi bonsai berkualitas tinggi.

Menurutnya, banyak orang bisa membeli pohon mahal, tetapi tidak semua mampu meningkatkan kualitas bahan biasa hingga memiliki nilai jual tinggi.

“Yang menantang adalah membeli bahan murah lalu menjadikannya berkualitas sehingga bisa bernilai mahal,” katanya.

Pendekatan itu membuatnya lebih fokus pada proses pembentukan karakter pohon, pengaturan percabangan, dan perawatan jangka panjang dibanding sekadar mengejar harga beli tinggi.

Baca Juga: Berawal dari Ditunjuk Ikut Porseni, Virly Chalysta Aprilia Kini Sabet Medali Perak Kejurprov Catur Jatim 2026

Pameran dan Kontes Jadi Sumber Inspirasi

Pak Agung juga mendorong para pehobi bonsai untuk rutin menghadiri pameran dan kontes. Ia menilai kegiatan tersebut penting agar kolektor tidak tertinggal tren desain dan teknik terbaru.

Di arena pameran, pengunjung bisa membandingkan gaya, komposisi pot, teknik pengawatan, hingga karakter batang dari berbagai daerah. Pengalaman visual tersebut sering kali menjadi sumber inspirasi untuk pengembangan koleksi pribadi.

Ia menampilkan beberapa bonsai berkarakter ekstrem dengan pelintiran unik yang disiapkan sebagai display utama di sisi kiri dan kanan area pameran.

Menang Kontes Bisa Dongkrak Harga 200 Persen

Fakta paling menarik muncul saat membahas dampak penghargaan kontes terhadap harga jual. Pak Agung menyebut pohon yang berhasil mendapatkan bendera penghargaan, terutama di event “The Max”, dapat mengalami kenaikan harga otomatis.

Kenaikan tersebut disebut berkisar antara 100 persen hingga 200 persen. Dengan kata lain, pohon bernilai Rp20 juta berpotensi meningkat menjadi Rp40 juta atau bahkan Rp60 juta setelah memperoleh pengakuan resmi dari juri.

Ia menjelaskan bahwa penghargaan menjadi validasi kualitas di mata kolektor. Sertifikasi dan rekam jejak kemenangan membuat pembeli lebih percaya terhadap nilai artistik dan prospek investasi pohon tersebut.

Sistem Penilaian Baru The Max 2026

Diskusi kemudian menyinggung perubahan sistem penilaian di pameran “The Max” mulai tahun 2026. Panitia memperkenalkan kategori Best in Size untuk berbagai ukuran bonsai.

Kategori tersebut mencakup kelas-kelas kecil, termasuk kelas Mami dan kelas Bali dengan ukuran di bawah 5 sentimeter. Tujuannya adalah memperluas peluang kemenangan bagi lebih banyak peserta.

Menurut penjelasan dalam video, sistem baru ini diharapkan mampu meningkatkan persaingan sekaligus menggairahkan perekonomian petani dan kolektor bonsai di Bali.

Dari Belasan Pohon Menjadi Ratusan Koleksi

Perjalanan koleksi Pak Agung juga menjadi sorotan. Ia mengaku awalnya hanya memiliki sekitar 10–15 pohon.

Namun, karena konsisten menampung dan merawat bonsai, jumlah koleksinya berkembang menjadi ratusan pohon. Pertumbuhan itu tidak terjadi secara instan, melainkan melalui proses perawatan yang terus-menerus.

Kisah menarik lainnya datang dari salah satu bahan bonsai yang pernah dibeli pegawainya secara online seharga Rp500 ribu hingga Rp650 ribu. Setelah pegawai tersebut mengundurkan diri, Pak Agung membeli kembali pohon itu dengan harga dua kali lipat.

Ia menyebut pembelian tersebut dilakukan sebagai kenang-kenangan sekaligus bentuk apresiasi terhadap orang yang pernah bekerja bersamanya.

Eksperimen Media Tanam Anting Putri

Pada bagian berikutnya, Pak Agung membagikan hasil eksperimen media tanam untuk bonsai Anting Putri. Setelah mencoba berbagai kombinasi, ia menemukan racikan yang paling cocok di lokasi tempatnya merawat pohon.

Media tersebut terdiri dari pasir malang murni dan cocopit tanpa campuran media subur. Nutrisi ditambahkan melalui pupuk slow release.

Hasilnya, pohon tetap tumbuh subur meski telah mengalami tiga hingga empat kali proses pruning atau pemangkasan. Temuan ini menjadi salah satu contoh pentingnya menyesuaikan media tanam dengan kondisi lingkungan setempat.

Baca Juga: Weton Senin Pon Menurut Primbon Jawa: Rezeki Datang Saat Dewasa, Filosofinya Dikaitkan dengan Laut Selatan

Perdebatan Bentuk Batang Fikus Ideal

Jenis Fikus atau Iprik mendapat pembahasan cukup panjang. Pak Agung menunjukkan bonsai bergaya kuno dengan batang pipih dan karakter tua yang kuat.

Namun, ia menjelaskan bahwa dalam standar penilaian juri PPBI, batang fikus ideal tidak boleh terlalu pipih. Bentuk yang lebih proporsional dianggap lebih mampu menampilkan kesan tua secara maksimal.

Perdebatan mengenai bentuk batang ini menunjukkan bahwa penilaian bonsai tidak hanya soal ukuran, tetapi juga keseimbangan karakter visual.

Teknik Memperbesar Cabang dan Batang Fikus

Dari para senior bonsai, Pak Agung memperoleh teknik untuk memperbesar percabangan pada fikus tua. Caranya adalah mengetok batang secara perlahan menggunakan palu hingga getah keluar.

Teknik tersebut diyakini dapat merangsang pertumbuhan kambium baru sehingga percabangan menjadi lebih besar. Meski demikian, prosesnya harus dilakukan hati-hati agar tidak merusak struktur pohon.

Ia juga menekankan pentingnya rutin mengganti media tanam pada fikus. Penggantian media membuat suplai nutrisi tetap optimal dan akar muda terus berkembang.

Dengan akar yang aktif, batang dapat membesar lebih signifikan dibanding pohon yang lama tidak direpotting.

Teknik Double Pot dan Bonsai Rp55 Juta

Untuk pembesaran bagian tertentu tanpa merusak struktur pohon yang sudah jadi, Pak Agung menggunakan teknik double pot atau pengelosan pada titik cabang tertentu.

Teknik ini memungkinkan energi pertumbuhan difokuskan pada area yang ingin diperbesar, sementara bentuk utama bonsai tetap terjaga.

Di akhir diskusi, ia memperlihatkan bonsai fikus bergaya elegan dengan harga buka penawaran sekitar Rp50–55 juta. Meski sempat ada minat pembeli, pohon tersebut akhirnya tidak jadi dijual.

Alasannya sederhana: ia merasa terlalu sayang setelah melalui proses panjang pengurangan dan pres ranting untuk mendapatkan karakter yang diinginkan.

Pot Kotak Dinilai Lebih Tegas

Percakapan ditutup dengan konsultasi pemilihan pot. Untuk pohon fikus elegan tersebut, disarankan menggunakan pot berbentuk kotak.

Pot kotak dianggap mampu memberikan kesan lebih tegas, kokoh, dan sesuai dengan karakter batang dibanding pot oval yang terlihat lebih lembut.

Pilihan pot, menurut Pak Agung, merupakan bagian penting dari komposisi akhir bonsai karena dapat memengaruhi kesan visual keseluruhan saat pohon dipajang di pameran maupun koleksi pribadi.

Editor : Davina Ar Raafika
Sumber : Yt zuka zuka balibonsai
kontes bonsai bonsai fikus bonsai root over rock bonsai harga bonsai