Aquascape Murah Tema Sungai Modal Rp130 Ribu, Simple Scaper Bagikan Setup Anti Gagal untuk Pemula

Davina Ar Raafika • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 14:10 WIB
Simple Scaper membagikan cara membuat aquascape murah tema sungai dengan modal Rp130 ribu–Rp160 ribu, lengkap dengan langkah setup anti gagal untuk pemula. (Pinterest)
Simple Scaper membagikan cara membuat aquascape murah tema sungai dengan modal Rp130 ribu–Rp160 ribu, lengkap dengan langkah setup anti gagal untuk pemula. (Pinterest)

JAKARTA - Simple Scaper bersama Audrey A membagikan cara membuat aquascape murah bertema sungai (river look) dengan modal sekitar Rp130 ribu hingga Rp160 ribu. Setup aquascape ini ditujukan khusus untuk pemula dan diklaim mudah dibuat serta minim risiko gagal jika mengikuti tahapan penyusunan substrat, hardscape, dan penanaman tanaman air dengan benar.

Tutorial tersebut ditampilkan dalam episode King of the Jungle yang memperlihatkan proses pembuatan aquascape ukuran kecil dari awal hingga siap memasuki masa cycling sebelum diisi ikan.

Narasumber menjelaskan bahwa banyak orang menganggap aquascape itu rumit karena sering mengalami tanaman membusuk atau serangan alga. Namun, menurutnya, pemula dapat membuat aquascape yang tetap estetik dengan langkah yang sederhana dan biaya yang relatif terjangkau.

Aquascape Murah Dimulai dari Lapisan Rumah Bakteri

Tahap pertama dalam setup aquascape murah adalah membuat lapisan dasar sebagai rumah bakteri.

Simple Scaper menggunakan batu pumis atau batu apung khusus rumah bakteri. Material ini disebut sangat murah, sekitar Rp20 ribu per karung.

Batu pumis ditebar di dasar akuarium dan diratakan, terutama di bagian belakang.

Tujuannya agar lapisan tersebut tidak terlihat dari depan sekaligus membantu membentuk slope atau kemiringan dasar.

Menurut narasumber, lapisan rumah bakteri penting untuk membantu proses biologis di dalam akuarium sejak awal.

Soil Jadi Komponen Utama Aquascape River Look

Setelah lapisan rumah bakteri, seluruh permukaan ditutup menggunakan soil berkualitas sedang.

Simple Scaper tidak menambahkan pasir di lapisan atas karena ingin tampilan dasar terlihat lebih bersih.

Ketebalan soil dibuat minimal sekitar 3 sentimeter di bagian depan dan lebih tinggi di belakang.

Kemiringan ini sengaja dibuat untuk menciptakan ilusi ruang sehingga akuarium kecil terasa lebih dalam dan luas.

Akuarium yang digunakan berukuran sekitar 30 x 18 x 24 sentimeter, ukuran yang umum dipakai pemula karena hemat tempat dan biaya.

Baca Juga: 16 Tempat Wisata Jogja 2025 yang Lagi Hits, dari Gunung Kidul hingga Malioboro

Batu Sungai Menjadi Kunci Tema River Look

Ciri utama aquascape river look terletak pada penggunaan batu kali atau batu sungai berbentuk bulat.

Batu disusun di atas soil mengikuti alur seperti tepian sungai.

Selain mempercantik tampilan, batu juga berfungsi menutupi akar tanaman yang memanjang di area belakang.

Narasumber menekankan bahwa batu sungai tidak harus dibeli.

Pemula bisa memanfaatkan batu yang ditemukan di sekitar rumah selama bentuk dan ukurannya sesuai dengan konsep sungai alami.

Pengisian Air Pertama Harus Sangat Pelan

Setelah hardscape selesai, dilakukan pengisian air tahap awal.

Air tidak boleh dituangkan langsung ke soil karena dapat membuat substrat hancur dan susunan batu bergeser.

Simple Scaper menggunakan alas saat menuang air agar alirannya lebih lembut.

Langkah ini dianggap krusial karena banyak setup pemula gagal hanya akibat soil berantakan saat pengisian pertama.

Vallisneria Dipasang Miring, Anubias Jadi Focal Point

Proses penanaman dilakukan menggunakan pinset agar lebih presisi.

Tanaman utama yang dipakai adalah Vallisneria sebagai tanaman belakang dan Anubias sebagai titik fokus.

Vallisneria ditanam secara miring atau menyamping di bagian belakang.

Cara ini membuat daunnya lebih mudah mengikuti arus dan memberikan kesan seperti vegetasi di tepian sungai.

Sementara itu, Anubias Nana dan Anubias Petit ditempatkan di area tengah.

Posisi tersebut dipilih agar mata penonton langsung tertuju pada bagian utama layout.

Selain itu, digunakan juga tanaman Bacopa sebagai pelengkap komposisi.

Air Diisi Kembali Setelah Tanaman Stabil

Setelah seluruh tanaman tertata, akuarium diisi air untuk kedua kalinya hingga penuh.

Simple Scaper kembali mengingatkan agar pengisian dilakukan perlahan.

Jika aliran terlalu kuat, tanaman yang baru ditanam bisa tercabut dan posisi batu dapat berubah.

Tahap ini menandai selesainya proses setup fisik aquascape.

Daun Layu di Dua Minggu Pertama Dianggap Wajar

Salah satu kekhawatiran terbesar pemula adalah tanaman yang layu setelah beberapa hari.

Menurut narasumber, kondisi tersebut sangat umum terjadi pada dua minggu pertama karena tanaman sedang beradaptasi dengan lingkungan baru.

Ia menyarankan pemula tidak langsung membongkar aquascape.

Selama akar masih hidup, cukup potong daun yang layu dan tunggu daun baru tumbuh.

Penjelasan ini diberikan untuk menghilangkan anggapan bahwa setiap daun yang menguning berarti aquascape gagal.

Baca Juga: 15 Tempat Wisata di Malang yang Wajib Dikunjungi, dari Kampung Warna-Warni hingga Museum Angkut

Aquascape Kecil Bisa Berjalan Tanpa Filter

Simple Scaper juga membahas penggunaan filter dan lampu.

Untuk akuarium kecil seperti setup ini, sistem masih bisa berjalan tanpa filter, meskipun filter gantung murah tetap disarankan jika memungkinkan.

Sebagai tambahan, pemilik dapat memasukkan cairan bakteri starter untuk membantu proses cycling.

Pada bagian pencahayaan, narasumber justru menyarankan berinvestasi pada lampu gantung yang estetik.

Menurutnya, lampu tidak hanya membantu tanaman, tetapi juga sangat memengaruhi tampilan visual aquascape di ruangan.

Rincian Biaya Aquascape Modal Rp130 Ribu

Bagian yang paling menarik perhatian adalah perhitungan biaya.

Simple Scaper memecah estimasi modal sebagai berikut:

- Akuarium kecil: sekitar Rp30 ribu

– Rp50 ribu

- Soil sekitar 2 liter: sekitar Rp50 ribu

- Batu sungai: gratis jika diambil di sekitar rumah

- Anubias dan Vallisneria: total sekitar Rp30 ribu – Rp60 ribu

Dengan komponen tersebut, total biaya pembuatan aquascape berada di kisaran Rp130 ribu hingga Rp160 ribu.

Angka ini jauh di bawah anggapan umum bahwa aquascape selalu membutuhkan jutaan rupiah.

Ikan Baru Masuk Setelah Masa Cycling

Meski layout sudah selesai, akuarium belum boleh langsung diisi ikan.

Simple Scaper menyarankan menunggu sekitar dua minggu untuk masa cycling.

Selama periode ini, sistem biologis di dalam akuarium diberi waktu untuk stabil.

Setelah cycling selesai, akuarium baru dapat diisi ikan seperti ikan gapi atau ikan cupang.

Penundaan ini penting agar kualitas air lebih aman bagi ikan.

Tema Sungai Dipilih karena Mudah Ditiru Pemula

River look dipilih karena elemen utamanya mudah ditemukan.

Batu sungai, tanaman sederhana, dan susunan yang tidak terlalu rumit membuat tema ini lebih ramah bagi pemula dibanding layout kompetisi yang kompleks.

Selain itu, kombinasi Vallisneria dan Anubias dinilai cukup toleran terhadap kesalahan awal yang sering dilakukan penghobi baru.

Simple Scaper dan Audrey A Tutup dengan Pesan untuk Pemula

Di akhir video, Audrey A bersama Simple Scaper menegaskan bahwa aquascape tidak harus mahal untuk terlihat mewah.

Kunci utamanya adalah menentukan tema sejak awal, menyusun slope dengan benar, menggunakan hardscape yang proporsional, dan sabar menunggu masa adaptasi tanaman.

Mereka juga mengajak penonton mengikuti perkembangan karya aquascape melalui akun Instagram @simplescaper dan kanal Audrey A King of the Jungle.

Dengan modal sekitar Rp130 ribu–Rp160 ribu, setup aquascape tema sungai ini menjadi contoh bahwa pemula dapat memiliki akuarium estetik tanpa harus mengeluarkan biaya besar.

Editor : Davina Ar Raafika
Sumber : Yt AUDREY A
aquascape murah aquascape pemula aquascape tema sungai Simple Scaper river look aquascape