8 Tema Aquascape Paling Populer untuk Pemula, dari Natural hingga Iwagumi dan Biotope

Davina Ar Raafika • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 14:20 WIB
AQUAZID menjelaskan 8 tema aquascape populer untuk pemula, mulai dari Natural Style, Iwagumi, Dutch, Waterfall, Jungle, Taiwan, Biotope, hingga Mountain Style.(Pinterest)
AQUAZID menjelaskan 8 tema aquascape populer untuk pemula, mulai dari Natural Style, Iwagumi, Dutch, Waterfall, Jungle, Taiwan, Biotope, hingga Mountain Style.(Pinterest)

JAKARTA - AQUAZID membagikan panduan memilih tema aquascape bagi pemula yang sering bingung menentukan konsep sebelum membeli batu, kayu, tanaman, dan komponen akuarium lainnya. Dalam video tersebut dijelaskan bahwa penentuan tema menjadi langkah paling penting karena akan memengaruhi seluruh desain, hardscape, hingga jenis tanaman yang digunakan.

Penutur menyebut banyak pemula langsung membeli perlengkapan tanpa menentukan konsep terlebih dahulu. Akibatnya, susunan batu, kayu, dan tanaman sering tidak menyatu dalam satu gaya aquascape.

Menurut AQUAZID, secara umum aquascape terbagi menjadi tiga konsep utama, yakni Natural, Iwagumi, dan Dutch. Namun, Natural Style kemudian berkembang menjadi beberapa tema turunan seperti hutan, sungai, dan gunung.

Natural Style Diperkenalkan Takashi Amano

Tema pertama yang dijelaskan adalah Natural Style.

Konsep ini diperkenalkan oleh Takashi Amano pada tahun 1990 dan menjadi salah satu aliran paling berpengaruh dalam dunia aquascape modern.

Natural Style menitikberatkan pada tampilan layout yang seolah tumbuh sendiri seperti di alam tanpa campur tangan manusia.

Untuk menciptakan kesan tersebut, scaper biasanya memadukan bebatuan, kayu, dan tanaman air dalam satu komposisi yang harmonis.

Penutur menjelaskan bahwa elemen-elemen itu harus tampak menyatu sehingga akuarium menyerupai potongan ekosistem alami yang dipindahkan ke dalam kaca.

Waterfall Style Membuat Efek Air Terjun di Dalam Akuarium

Tema kedua adalah Waterfall Style atau tema air terjun.

Konsep ini menghadirkan pemandangan air terjun mini di dalam akuarium.

Efek air terjun bukan berasal dari air sungguhan yang jatuh, melainkan dari aliran butiran pasir silika yang digerakkan menggunakan powerhead dan pipa.

Untuk membangun Waterfall Style, dibutuhkan hardscape batu sebagai tebing utama.

Batu kemudian ditempeli moss agar terlihat seperti dinding tebing berlumut.

Tanaman midground seperti Anubias dan Bucephalandra digunakan untuk memperkuat kesan vegetasi di sekitar air terjun.

Baca Juga: 11 Gejala Diabetes Tipe 2 yang Sering Disepelekan, Pahami Tanda dan Batas Kadar Gula Darah

Jungle Style Meniru Ekosistem Hutan

Tema ketiga adalah Jungle Style atau Forest Style.

AQUAZID menyebut tema ini merupakan turunan dari Natural Style yang berusaha meniru ekosistem hutan atau rimba di dalam air.

Proses pembuatannya dinilai relatif rumit dan biasanya dikerjakan oleh scaper yang sudah berpengalaman.

Kesulitan utamanya terletak pada pemilihan kayu yang harus menyerupai batang dan cabang pohon tinggi di hutan.

Moss berdaun kecil dipakai untuk menciptakan ilusi tajuk pepohonan.

Sementara itu, Anubias dan Bucephalandra ditempatkan sebagai tanaman pendukung di area tengah layout.

Penutur menekankan bahwa keberhasilan Jungle Style sangat bergantung pada kemampuan membaca proporsi sehingga kayu benar-benar terlihat seperti hutan dalam skala mini.

Iwagumi Menjadi Pilihan Akuarium Minimalis

Tema keempat adalah Iwagumi Style.

Konsep ini berasal dari Jepang dan juga dipopulerkan oleh Takashi Amano.

Berbeda dengan Jungle Style yang kompleks, Iwagumi justru menonjolkan kesederhanaan.

Fokus utamanya terletak pada penataan hardscape batu, seperti Seiryu Stone.

Batu disusun dengan komposisi tertentu sebagai pusat perhatian layout.

Area dasar kemudian ditanami tanaman karpet atau foreground yang menyebar merata.

Hasil akhirnya memberikan kesan bersih, lapang, dan elegan.

Karena tampilannya sederhana, Iwagumi disebut sangat cocok untuk akuarium bergaya minimalis.

Dutch Style Mengutamakan Warna Tanaman

Tema kelima adalah Dutch Style atau gaya Belanda.

Menurut AQUAZID, aliran ini merupakan model aquascape paling tua yang sudah populer sejak tahun 1930-an.

Ciri paling mencoloknya adalah minim penggunaan kayu dan batu.

Sebaliknya, Dutch Style berfokus pada variasi warna, tekstur, dan tinggi tanaman air.

Tanaman disusun secara bergelombang, rapi, dan padat hingga membentuk hamparan vegetasi yang kaya warna.

Penutur menjelaskan bahwa Dutch Style lebih mirip taman bawah air dibanding lanskap alam liar.

Karena itu, penataan tanaman menjadi faktor utama dalam menentukan keindahan layout.

Taiwan Style Menghadirkan Miniatur Kehidupan Manusia

Tema keenam adalah Taiwan Style.

Konsep ini menggambarkan lanskap kehidupan manusia di daratan dalam bentuk miniatur di dalam akuarium.

Scaper biasanya menambahkan aksesoris seperti replika jalan, jembatan, mobil, rumah-rumahan, dan patung kecil.

Aksesoris tersebut ditempatkan di antara tanaman dan hardscape sehingga menciptakan suasana seperti desa atau kota mini.

AQUAZID menjelaskan bahwa Taiwan Style memiliki pendekatan yang berbeda dari Natural Style karena unsur buatan manusia justru menjadi bagian penting dari komposisi.

Biotope Meniru Habitat Asli Secara Persis

Tema ketujuh adalah Biotope Style.

Penutur menyebut konsep ini sebagai salah satu yang paling sederhana dari sisi aturan desain.

Tujuannya bukan menciptakan layout artistik, melainkan meniru kondisi bawah air di habitat aslinya secara sedekat mungkin.

Karena itu, tidak ada aturan ketat mengenai posisi batu atau kayu.

Substrat bisa berupa lumpur, pasir, atau kerikil sesuai ekosistem yang ditiru.

Jenis kayu, tanaman, dan ikan juga harus disesuaikan dengan habitat asli.

Contoh yang disebut dalam video adalah penggunaan ikan blackwater pada biotope yang meniru perairan berair gelap.

Dengan pendekatan tersebut, Biotope lebih menekankan akurasi ekologis dibanding estetika dekoratif.

Baca Juga: 35 Jenis Burung Perkutut Katuranggan dan Ciri-cirinya, dari Cemani Kol Buntet hingga Jogoboyo

Mountain Style Menampilkan Lanskap Pegunungan

Tema kedelapan adalah Mountain Style atau tema gunung dan tebing.

Konsep ini mengangkat bentuk lanskap pegunungan dengan susunan bebatuan yang menjulang tinggi.

Batu disusun bertingkat untuk membentuk ilusi lereng, jurang, dan puncak gunung.

Permukaan batu kemudian dilapisi tanaman hijau agar terlihat seperti pegunungan yang ditumbuhi vegetasi.

AQUAZID menjelaskan bahwa ketinggian susunan batu menjadi elemen utama dalam menciptakan kesan dramatis pada Mountain Style.

Pemula Disarankan Menentukan Tema Sejak Awal

Di bagian awal video, penutur berulang kali menekankan pentingnya menentukan tema sebelum berbelanja.

Menurutnya, setiap tema membutuhkan jenis batu, kayu, tanaman, dan teknik yang berbeda.

Iwagumi misalnya lebih membutuhkan batu berkualitas dan tanaman karpet, sedangkan Jungle Style memerlukan banyak kayu bercabang dan moss.

Tanpa konsep yang jelas, pemula berisiko membeli komponen yang tidak cocok satu sama lain.

Hal itu dapat membuat layout sulit disusun dan biaya menjadi lebih besar.

Takashi Amano Disebut Paling Berpengaruh

Nama Takashi Amano muncul dalam dua tema utama, yaitu Natural Style dan Iwagumi.

Video AQUAZID menempatkan Amano sebagai tokoh yang memopulerkan pendekatan aquascape modern yang meniru lanskap alam.

Pengaruhnya terlihat pada penekanan terhadap komposisi, keseimbangan visual, dan kesan alami dalam akuarium.

Penutup: Pilih Tema Sesuai Tujuan Akuarium

Menjelang akhir video, AQUAZID menampilkan berbagai karya dan pameran aquascape sambil menegaskan bahwa tidak ada tema yang paling baik untuk semua orang.

Natural cocok bagi pencinta lanskap alam, Iwagumi untuk penggemar desain minimalis, Dutch untuk pencinta warna tanaman, Taiwan untuk penyuka miniatur, Biotope bagi yang ingin meniru habitat asli, dan Mountain Style untuk pencinta panorama pegunungan.

Dengan memahami karakter masing-masing tema sejak awal, pemula dapat lebih mudah menentukan arah desain aquascape dan menghindari kesalahan saat membeli komponen utama akuarium.

Editor : Davina Ar Raafika
Sumber : Yt AQUAZID
tema aquascape Iwagumi Natural Style Biotope Style aquascape