JEMBER - Mancing Mania Strike Back menampilkan aksi berburu Amberjack babon bersama lady angler lokal di perairan selatan Jember, Jawa Timur. Dengan teknik fast jigging menggunakan metal jig 80 gram, tim berhasil menaikkan beberapa Amberjack berukuran sekitar 7-8 kilogram yang memberikan perlawanan sengit di laut dalam Samudra Hindia.
Episode tersebut memperlihatkan kondisi perairan selatan Jawa yang sedang memasuki musim Amberjack akibat arus kuat yang membawa banyak ikan kecil sebagai sumber makanan predator.
Presenter Mancing Mania Strike Back memancing bersama Okta, lady angler asal Jember yang biasanya lebih sering melakukan land based fishing atau rock fishing. Kali ini ia mencoba pengalaman memancing dari atas kapal di laut selatan.
Perairan Jember disebut memiliki karakter laut dalam, arus kuat, dan ekosistem yang baik sehingga menjadi habitat berbagai ikan berukuran besar.
Laut selatan Jember disebut surganya pemancing
Dalam tayangan dijelaskan bahwa perairan selatan Jawa yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia dikenal sebagai salah satu spot favorit pemancing.
Kedalaman laut dan arus yang kuat membuat kawasan tersebut sering dihuni ikan-ikan predator berukuran besar. Kondisi itu menjadi alasan tim memilih Jember sebagai lokasi perburuan Amberjack.
Okta yang sehari-hari lebih akrab dengan teknik memancing dari tebing karang mengaku antusias mencoba sensasi on boat fishing di perairan yang terkenal menantang tersebut.
Teknik fast jigging dengan metal jig 80 gram
Perburuan Amberjack dilakukan menggunakan teknik light jigging atau fast jigging. Teknik ini mengandalkan gerakan jig yang cepat dan agresif untuk memancing reaksi ikan predator.
Metal jig yang digunakan berukuran 80 gram. Jig digerakkan secara berulang dengan ritme cepat agar menyerupai gerakan ikan kecil yang sedang panik.
Menurut penjelasan dalam video, musim Amberjack di selatan Jawa dipengaruhi arus kuat yang membawa banyak ikan kecil ke area tersebut sehingga predator aktif berburu.
Baca Juga: 10 Wisata Bali Paling Populer, dari Pantai Eksotis hingga Desa Tradisional yang Memesona
Strike Amberjack babon terjadi di awal sesi
Tidak lama setelah jig dimainkan, presenter bersama Yoyo berhasil mendapatkan sambaran keras dari Amberjack.
Beberapa ekor Amberjack berukuran babon berhasil dinaikkan ke atas kapal. Bobot ikan disebut berada di kisaran 7-8 kilogram.
Perlawanan ikan digambarkan sangat kuat dan agresif, bahkan disebut memiliki karakter tarikan yang mirip Giant Trevally atau GT.
Okta sukses menaklukkan Amberjack dengan piranti ringan
Momen menarik terjadi ketika Okta mendapatkan sambaran menggunakan piranti yang relatif ringan.
Meski menghadapi ikan bertenaga besar, ia berhasil mempertahankan tekanan pada joran hingga Amberjack dapat ditaklukkan dan dinaikkan ke kapal.
Aksi tersebut menjadi salah satu sorotan episode karena menunjukkan kemampuan lady angler lokal menghadapi ikan predator laut dalam.
Arus melemah, tim memutuskan pindah spot
Setelah beberapa strike berhasil didapat, kondisi perairan mulai berubah. Arus disebut mulai mati dan ombak cenderung lebih flat.
Perubahan kondisi itu membuat aktivitas ikan berkurang. Tim kemudian memutuskan bergeser ke spot lain untuk mencari target berbeda.
Perpindahan spot dilakukan agar peluang strike tetap terjaga meski kondisi arus tidak lagi seagresif saat awal sesi.
Okta mendapatkan ikan Karas di kedalaman 50 meter
Di spot baru, teknik yang digunakan berubah menjadi cast jig pada kedalaman sekitar 50 meter.
Okta kembali berhasil mendapatkan sambaran dan menaklukkan ikan Karas. Dalam video dijelaskan bahwa ikan ini merupakan jenis pelagis dengan daging yang disebut mirip tongkol.
Karakteristik unik Karas adalah kulitnya yang sangat keras di hampir seluruh bagian tubuh.
Menyisir tebing karang dengan ombak besar
Perburuan ikan kemudian berlanjut di area tebing-tebing karang. Ombak di kawasan tersebut digambarkan cukup besar sehingga memerlukan konsentrasi tinggi saat memancing.
Di area ini, Yoyo berhasil mendapatkan seekor ikan Kue Lilin atau Bluefin Trevally.
Ikan tersebut dikenal memiliki tarikan yang bertenaga dan mampu memberikan perlawanan kuat meski menggunakan teknik casting jig.
Kondisi cuaca mulai memburuk menjelang siang
Menjelang siang, angin di perairan selatan Jember mulai bertiup lebih kencang. Gelombang laut juga disebut semakin tinggi.
Melihat kondisi tersebut, tim memutuskan menghentikan aktivitas memancing demi keselamatan dan kembali ke daratan.
Keputusan diambil setelah sesi perburuan Amberjack, Karas, dan Kue Lilin dianggap cukup memberikan hasil.
Baca Juga: 8 Tema Aquascape Paling Populer untuk Pemula, dari Natural hingga Iwagumi dan Biotope
Hasil tangkapan diolah menjadi Tomyam Amberjack
Setelah kembali ke darat, tim tidak langsung mengakhiri kegiatan. Untuk memulihkan stamina setelah berduel dengan ikan besar, mereka memasak Tomyam Ikan Amberjack.
Kuah tomyam dibuat dengan karakter asam, pedas, dan segar. Menu tersebut dipilih sebagai hidangan penutup setelah aktivitas memancing di laut selatan.
Daging Amberjack dimasukkan di tahap akhir
Dalam proses memasak, daging Amberjack dimasukkan pada bagian akhir.
Tujuannya agar tekstur ikan tetap lembut dan tidak terlalu matang. Video menyebut daging Amberjack memiliki karakter padat, gurih alami, dan juicy.
Hidangan kemudian disantap bersama nasi sebagai penutup kegiatan berburu ikan di Jember.
Fast jigging menjadi kunci strike predator
Episode ini menegaskan bahwa teknik fast jigging menjadi strategi utama untuk memancing predator aktif seperti Amberjack.
Gerakan jig yang cepat mampu memicu reaksi serangan ikan, terutama ketika arus laut sedang kuat dan banyak ikan kecil berkumpul.
Penggunaan metal jig 80 gram dipilih karena sesuai dengan kondisi arus di perairan selatan Jawa saat itu.
Lady angler menjadi sorotan episode
Kehadiran Okta memberi warna berbeda dalam episode Mancing Mania Strike Back kali ini.
Selain berhasil mendapatkan Amberjack menggunakan piranti ringan, ia juga sukses menaklukkan ikan Karas di spot kedua.
Penampilannya menunjukkan bahwa teknik jigging di laut dalam tidak hanya didominasi pemancing pria, tetapi juga dapat dikuasai oleh lady angler yang terbiasa memancing di medan berbeda.
Perairan selatan Jawa kembali menunjukkan potensinya
Rangkaian strike Amberjack, Karas, dan Kue Lilin dalam satu perjalanan memperlihatkan potensi perairan selatan Jember sebagai habitat ikan pelagis dan predator.
Kedalaman laut, arus Samudra Hindia, serta struktur karang menjadi kombinasi yang membuat kawasan tersebut terus menarik perhatian komunitas Mancing Mania.
Meski cuaca akhirnya memaksa tim menghentikan aktivitas lebih cepat, hasil tangkapan dan pengalaman bertarung dengan Amberjack babon menjadi penutup yang kuat bagi episode berburu predator laut selatan Jawa tersebut.
Editor : Davina Ar RaafikaSumber : Yt TRANS7 OFFICIAL