Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Dikenalkan Sebagai Suami Siri, Ayah Korban Mutilasi Pernah Bertemu Tersangka Sebanyak Enam Kali

Matlaul Ngainul Aziz • Selasa, 28 Januari 2025 | 18:36 WIB

Proses evakuasi korban mutilasi Uswatun Khasanah
Proses evakuasi korban mutilasi Uswatun Khasanah

Radar Penataran
– Nurkhalim, ayah kandung korban mutilasi Uswatun Khasanah, ternyata pernah bertemu dengan tersangka Rahmat Tri Hartanto alias Antok.

Diketahui putri sulungnya telah mengenalkan Antok sejak 3 tahun lalu sebagai suami siri.

Namun kenyataan pahit harus ditelan Nurkhalim, pasalnya suami siri yang dikenalkan putrinya tersebut menjadi tersangka atas pembunuhan sadis yang menimpa putrinya Uswatun Khasanah.

Atas kenyataan tersebut, Nurkhalim menyatakan agar tersangka Antok yang telah melakukan pembunuhan sadis atas putrinya harus dihukum seberat mungkin.

Bahkan hukuman mati terhadap tersangka Antok pun tidak dapat memulihkan sakit hatinya kehilangan putri sulungnya tersebut.

Sebab, tersangka Antok sudah melukai dan membunuh putrinya Uswatun Khasanah dengan dimutilasi.

“Saya pernah ketemu Antok itu. Tapi saya tidak terlalu ingat dengan wajah orangnya. Karena sudah lama tidak bertemu, kira-kira hampir setahun tidak berjumpa,” jelas Nurkhalim di rumah duka Desa Sidodadi, Kecamatan Garum, kemarin (28/1).

Ayah kandung Uswatun Khasanah telah mengetahui tersangka Antok, lantaran anak perempuannya itu pernah mengajak pulang tersangka Antok. Bahkan saat itu dikenalkan sebagai suami siri kepada Nurkhalim.

Namun, Nurkhalim tak merasa menjadi wali nikah sehingga pihaknya brontak.

“Saya tidak merasa menjadi wali nikah, sehingga saya brontak atau marah,” tututnya.

Namun Uswatun tidak ijin untuk nikah siri, tiba-tiba datang memperkenalkan suami siri. Nurkhalim menyebut bertemu tersangka Antok sudah sebanyak 6 kali.

Menurutnya putrinya biasa pulang setahun 3 kali. Hal itu usai melakukan perkenalan 3 tahun lalu.

“Ketika di Blitar menginap di rumah Kelurahan Bence, biasanya 2 hari menginapnya. Lalu kembali ke Tulungagung, 3 minggu kemudian biasanya datang ke Blitar lagi. Saya tidak pernah mengobrol dengan pelaku, dan hanya menyapa biasa. Dulu dipernkenalkan dengan nama Antok,” ungkapnya.

Disinggung dengan potongan tubuh korban yang sudah ditemukan. Nurkhalim berharap potongan tubuh putrinya dapat segera dikirimkan ke rumah duka.

Nantinya pihaknya akan disemayamkan menjadi satu dengan tubuhnya yang telah dimakamkan, agar genap.

“Saya terimakasih kepada kepolisian sudah membantu hingga bisa menemukan pelaku dan jenazah yang tubuhnya dimutilasi hingga dibuang secara terpisah,” pungkasnya.

Diketahui, tersangka kasus mutilasi korban Uswatun Khasanah dalam koper yang ditemukan di Ngawi pada Kamis lalu sudah tertangkap. Rahmat Tri Hartanto alias Antok pria asal Tulungagung yang menewaskan Uswatun Khasanah itu ditangkap di Madiun.

Tidak hanya itu, polisi mengendus bahwa aksi kejinya itu dilakukan pada suatu hotel di Kota Kediri. Bahkan, potongan kepala korban ditemukan di Trenggalek dan kakinya di Ponorogo.

Polda Jatim sudah melakukan rilis ungkap kasus tersebut pada Senin pagi. Motif tersangka ternyata masalah asmara dan tersinggung dengan perkataan korban.

Bahkan pembunuhan ini sudah direncanakan oleh tersangka dan puncaknya terjadi cek-cok di hotel. Tersangka melakukan mutilasi lantaran bingung membuang jenazah korban dan dimasukkan koper tidak muat, sehingga tersangka Antok memutuskan untuk mutilasi korban.(jar)

Editor : Matlaul Ngainul Aziz
#Antok #Mutilasi Ngawi #uswatun khasanah