RADAR TULUNGAGUNG - Meski satu pelaku berinisial AF sudah diamankan di Mapolres Tulungagung, pekerjaan rumah korps Bhayangkara belum tuntas.
Polres Tulungagung memastikan aksi penganiayaan terhadap Wakapolsek Pakel, IPTU Muhtar, tersebut melibatkan lebih dari satu orang.
Berdasarkan keterangan di lapangan, jumlah pelaku diperkirakan antara lima hingga sepuluh orang yang menganiaya orang nomor dua di Polsek Pakel itu.
Kasat Reskrim Polres Tulungagung, AKP Ryo Pradana, menuturkan bahwa sebagian besar pelaku lain belum berhasil diidentifikasi.
Karena kondisi ketika ricuh terjadi di tengah-tengah konvoi yang melibatkan ratusan orang sehingga cukup sulit mengenali satu persatu.
Kemudian juga tersangka mengaku tidak kenal dengan pelaku lainya.
Baca Juga: Kenapa Pencak Silat di Tulungagung Sering Dimusuhi, Ternyata Ini Alasannya!
“Yang jelas, pelakunya lebih dari satu. Saat anggota berusaha melerai, justru diserang ramai-ramai. Sementara yang berhasil kita amankan baru AF, sisanya masih dalam pengejaran,” ujarnya.
Upaya penyelidikan juga terkendala minimnya bukti rekaman kamera pengawas.
Tim penyidik sudah memeriksa beberapa titik CCTV di sekitar lokasi, namun sebagian besar tidak merekam area terjadinya penganiayaan.
“CCTV warga memang ada, tapi tidak menjangkau ke jalan tempat kejadian berlangsung. Jadi kita masih mengandalkan keterangan saksi-saksi,” jelas Ryo.
Akibat serangan tersebut, IPTU Muhtar mengalami memar di bagian lengan kanan-kiri serta luka pada wajah akibat pukulan.
Setelah mendapat perawatan medis, kondisi korban dinyatakan stabil.
Polisi menegaskan akan terus memburu para pelaku yang masih buron.
“Kami pastikan proses hukum tetap berjalan. Identitas sebagian pelaku sudah mengerucut, masih terus kami telusuri. Agar Tulungagung tetap kondusif dan aman,” tegas Ryo. ****
Editor : Dharaka R. Perdana