Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Oknum Polisi Diduga Terlibat Kasus Kematian Warga, Keluarga Korban Desak Hukuman Berat dan Transparansi Penanganan Polisi

Krisna Pambudi • Senin, 23 Februari 2026 | 10:45 WIB

Kasus oknum polisi disorot publik. Keluarga korban tuntut hukuman berat, polisi janji transparan usut hingga tuntas. (Sumber: Instagram @humaspolrestual)
Kasus oknum polisi disorot publik. Keluarga korban tuntut hukuman berat, polisi janji transparan usut hingga tuntas. (Sumber: Instagram @humaspolrestual)

RADAR TULUNGAGUNG - Desakan agar aparat bertindak tegas dalam kasus oknum polisi yang diduga terlibat kematian seorang warga terus menguat, menyusul meninggalnya Arianto Tawakal yang kini menjadi sorotan publik.

Keluarga korban meminta proses hukum berjalan sesuai aturan tanpa adanya perlindungan institusi terhadap pelaku dalam penanganan kasus kematian Arianto Tawakal.

Mereka menegaskan, keadilan harus ditegakkan demi menjaga kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian sekaligus memastikan kasus kematian Arianto Tawakal diproses secara transparan dan tuntas.

Ayah korban, Rijik Tawakal, secara terbuka menyampaikan harapannya agar pelaku dijatuhi hukuman maksimal sesuai undang-undang yang berlaku.

Menurutnya, langkah tegas menjadi penting agar citra aparat penegak hukum tetap terjaga di mata masyarakat.

“Kami minta dihukum sesuai hukum yang berlaku. Kalau tidak, itu memalukan nama baik polisi sendiri,” ujarnya dalam pernyataan yang terekam dalam video yang beredar di media sosial.

Ia juga memastikan keluarga korban bersama masyarakat akan terus mengawal perkembangan kasus tersebut hingga proses hukum selesai.

Pengawalan publik dinilai sebagai bentuk kontrol sosial agar tidak terjadi praktik penanganan perkara secara tertutup.

Keluarga Korban Tegaskan Akan Kawal Proses Hukum

Pihak keluarga menyebut tragedi yang menimpa korban meninggalkan luka mendalam.

Mereka berharap tidak ada kompromi ataupun upaya mengaburkan fakta dalam proses penyelidikan.

Rijik menegaskan, masyarakat memiliki hak untuk mengetahui perkembangan perkara secara jelas.

Baca Juga: Arianto Tawakal, Pelajar 14 Tahun di Tual Tewas Diduga Dianiaya Brimob, Warga Desak Hukuman Tegas

Transparansi dinilai menjadi kunci untuk memulihkan rasa keadilan sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum.

“Kita akan kawal terus sebagai warga,” tegasnya.

Desakan tersebut muncul di tengah meningkatnya sorotan publik terhadap profesionalisme aparat dalam menangani kasus yang melibatkan anggota internalnya sendiri.

Dalam sejumlah kasus sebelumnya, transparansi sering menjadi tuntutan utama masyarakat agar tidak muncul kecurigaan adanya perlakuan istimewa.

Polisi Janji Usut Tuntas Secara Transparan

Menanggapi tuntutan keluarga korban, pihak kepolisian memastikan penyelidikan akan dilakukan secara terbuka.

Kapolres yang menangani perkara tersebut, AKBP Whansi Des Asmoro, menyatakan institusinya berkomitmen mengusut kasus secara profesional.

Ia menegaskan seluruh proses hukum akan disampaikan kepada publik maupun keluarga korban sebagai bentuk akuntabilitas.

“Kami tetap transparan dan akan menyampaikan kepada warga. Tidak ada yang akan kami tutupi,” ujarnya.

Menurutnya, langkah internal juga tengah dipersiapkan untuk menentukan sanksi terhadap anggota yang diduga terlibat.

Opsi hukuman, mulai dari pemecatan hingga sanksi berat lainnya, akan dibahas bersama tim khusus sesuai mekanisme yang berlaku di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Koordinasi tersebut dilakukan guna memastikan keputusan yang diambil memiliki dasar hukum kuat sekaligus menjawab tuntutan masyarakat.

Ancaman Sanksi Berat hingga Pemecatan

Pihak kepolisian menyebut proses evaluasi internal menjadi bagian penting dalam menjaga profesionalisme institusi.

Jika terbukti bersalah, pelaku tidak hanya menghadapi proses pidana umum, tetapi juga sanksi etik kepolisian.

AKBP Whansi Des Asmoro menjelaskan bahwa tim terkait akan menentukan bentuk tindak lanjut setelah seluruh rangkaian penyelidikan selesai dilakukan.

“Nanti akan kami koordinasikan dengan tim terkait mengenai apakah anggota tersebut dipecat atau mendapatkan hukuman lainnya,” jelasnya.

Langkah tersebut diharapkan mampu memberikan kepastian hukum sekaligus menjawab tuntutan publik yang menginginkan tindakan tegas terhadap pelanggaran yang melibatkan aparat.

Sorotan Publik dan Harapan Keadilan

Kasus ini menjadi perhatian luas masyarakat karena menyangkut integritas aparat penegak hukum.

Pengamat hukum menilai transparansi dan konsistensi penegakan aturan menjadi faktor penting dalam menjaga legitimasi institusi di tengah masyarakat.

Apabila proses hukum berjalan terbuka dan objektif, kepercayaan publik diyakini dapat tetap terjaga.

Sebaliknya, jika muncul kesan adanya perlindungan terhadap pelaku, dampaknya berpotensi merusak citra aparat secara keseluruhan.

Keluarga korban pun berharap janji transparansi yang disampaikan kepolisian benar-benar diwujudkan hingga putusan akhir dijatuhkan.

Mereka menegaskan perjuangan mencari keadilan tidak akan berhenti sampai ada kepastian hukum yang jelas.

Seiring proses penyelidikan yang masih berlangsung, masyarakat kini menanti langkah konkret aparat dalam membuktikan komitmen penegakan hukum tanpa pandang bulu.

Editor : Krisna Pambudi
#investigasi polisi #transparansi kepolisian #kasus oknum polisi #keluarga korban tuntut keadilan #hukuman anggota polisi