RADAR TULUNGAGUNG - Kasus dugaan penganiayaan pelajar oleh oknum Brimob di Kota Tual, Maluku, berujung tragis.
Seorang siswa berusia 14 tahun dilaporkan meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat luka serius yang dialaminya.
Peristiwa ini memicu kemarahan keluarga korban hingga warga mendatangi markas Brimob untuk menuntut keadilan.
Insiden yang terjadi pada Kamis lalu itu viral di media sosial setelah beredar video amatir warga yang memperlihatkan korban dalam kondisi terluka di ruas jalan dekat kawasan rumah sakit.
Dugaan keterlibatan aparat membuat kasus ini menjadi sorotan luas masyarakat.
Pihak Polda Maluku pun langsung mengambil langkah cepat.
Oknum anggota Brimob berinisial Bripda MS yang diduga terlibat kini telah diamankan oleh Propam untuk menjalani pemeriksaan internal sekaligus proses hukum lebih lanjut.
Kronologi Dugaan Penganiayaan
Informasi yang dihimpun menyebutkan, kejadian bermula saat korban bersama kakaknya melintas menggunakan sepeda motor di jalan sekitar RSUD Maren, Kota Tual.
Saat itu, korban diduga dihentikan oleh oknum anggota Brimob.
Korban kemudian disebut mengalami pemukulan menggunakan helm ketika masih berada di atas sepeda motor. Benturan keras membuat korban terjatuh dan terseret beberapa meter di jalan raya.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka serius dan segera dilarikan ke RSUD Karel Sadsuitubun untuk mendapatkan perawatan medis intensif.
Baca Juga: Arianto Tawakal, Pelajar 14 Tahun di Tual Tewas Diduga Dianiaya Brimob, Warga Desak Hukuman Tegas
Namun nyawanya tidak tertolong setelah beberapa waktu menjalani perawatan.
Sementara itu, kakak korban berinisial NS yang berusia 15 tahun juga menjadi korban penganiayaan.
Ia dilaporkan mengalami patah tulang pada tangan kanan akibat tindakan kekerasan yang sama.
Korban diketahui merupakan siswa kelas IX di Madrasah Aliyah Negeri 1 Maluku Tenggara.
Fakta bahwa korban masih berstatus pelajar dan disebut tengah menghadapi ujian sekolah semakin memperbesar empati publik terhadap keluarga.
Keluarga Datangi Markas Brimob
Kematian korban memicu emosi keluarga dan warga sekitar.
Mereka mendatangi markas Brimob setempat untuk menyampaikan protes keras terhadap dugaan tindakan brutal tersebut.
Bahkan, keluarga membawa jenazah korban ke lokasi sebagai bentuk tuntutan keadilan sekaligus bukti bahwa insiden tersebut telah merenggut nyawa seorang anak.
Suasana haru dan tegang terlihat saat sejumlah anggota keluarga menangis dan meluapkan kemarahan. Mereka meminta agar pelaku diproses secara hukum tanpa perlindungan institusi.
Dalam rekaman video yang beredar, aparat kepolisian berusaha menenangkan massa dan meminta keluarga mempercayakan penanganan perkara kepada institusi kepolisian.
Petugas menegaskan bahwa apabila anggota terbukti bersalah hingga menyebabkan kematian, maka konsekuensinya adalah proses hukum tegas, termasuk kemungkinan pemecatan tidak hormat dari institusi Polri.
Oknum Ditahan dan Terancam Dipecat
Saat ini Bripda MS telah ditahan di rumah tahanan Polres Tual untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut.
Kapolda Maluku juga memerintahkan Irwasda, Bidang Propam, hingga Dansat Brimob untuk menangani perkara tersebut secara serius dan transparan.
Pihak kepolisian menegaskan tidak akan melindungi anggota yang terbukti melakukan pelanggaran berat, terlebih jika menyebabkan korban jiwa.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena menyangkut dugaan penyalahgunaan kewenangan aparat terhadap warga sipil, terlebih korban masih berusia anak sekolah.
Hingga kini penyidik masih mendalami keterangan saksi, rekaman video warga, serta hasil visum medis guna memastikan kronologi secara utuh.
Masyarakat berharap proses hukum berjalan terbuka dan memberikan rasa keadilan bagi keluarga korban sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
Editor : Krisna Pambudi