Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Pelajar Tewas Diduga Dianiaya Oknum Brimob Polda Maluku di Tual, Dipukul Helm karena Dituduh Balap Liar, Keluarga Tuntut Keadilan

Krisna Pambudi • Senin, 23 Februari 2026 | 11:05 WIB

Pelajar tewas diduga dianiaya oknum Brimob Polda Maluku di Tual usai dituduh balap liar.
Pelajar tewas diduga dianiaya oknum Brimob Polda Maluku di Tual usai dituduh balap liar.

RADAR TULUNGAGUNG - Kasus pelajar tewas diduga dianiaya oknum Brimob Polda Maluku mengguncang publik setelah seorang siswa Madrasah Aliyah di Kota Tual, Maluku, meninggal dunia usai insiden kekerasan yang diduga melibatkan aparat kepolisian.

Korban diketahui bernama Arianto Tawakal (14), yang disebut mengalami penganiayaan menggunakan helm oleh seorang anggota Brimob.

Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Kamis pagi di ruas jalan sekitar RSUD Maren, Kota Tual.

Saat kejadian, korban tengah berkendara bersama kakaknya, Nasri Karim (15), melintasi jalan menurun sebelum akhirnya dicegat oleh oknum polisi.

Kasus pelajar tewas diduga dianiaya oknum Brimob Polda Maluku ini menjadi sorotan karena korban disebut dituduh sebagai bagian dari rombongan balap liar.

Namun, keluarga korban membantah tudingan tersebut dan meminta proses hukum berjalan transparan.

Kronologi Kejadian di Jalan Menurun

Berdasarkan keterangan saksi, Arianto dan kakaknya melintas menggunakan sepeda motor di kawasan tersebut pada pagi hari.

Kondisi jalan yang menurun membuat korban kesulitan mengendalikan laju kendaraan.

Di saat bersamaan, seorang anggota Brimob berinisial Bribda MS diduga telah memantau pergerakan mereka dari pinggir jalan.

Oknum tersebut disebut bersembunyi di area rerumputan sebelum akhirnya mencegat korban secara tiba-tiba.

Seorang saksi menyebutkan bahwa anggota Brimob itu langsung melompat keluar dan menghentikan kendaraan korban. Tanpa banyak percakapan, pelaku diduga melayangkan pukulan menggunakan helm hingga mengenai bagian wajah korban.

Pukulan keras tersebut membuat korban mengalami luka serius.

Dugaan sementara, tindakan itu dilakukan karena korban dianggap bagian dari kelompok balap liar yang melintas di kawasan tersebut.

Keluarga Bantah Tuduhan Balap Liar

Keluarga Arianto menegaskan bahwa korban bukan pelaku balap liar. Mereka menyebut kejadian tersebut murni kesalahpahaman yang berujung fatal.

Menurut pihak keluarga, Arianto hanya melintas bersama kakaknya dan tidak terlibat aktivitas berbahaya di jalan raya.

Mereka menilai tindakan kekerasan yang dilakukan aparat sangat berlebihan.

“Kami masyarakat berharap pelaku dihukum sesuai hukum yang berlaku. Kalau tidak, itu akan merusak citra polisi sebagai penegak hukum,” ujar salah satu perwakilan keluarga korban.

Pernyataan tersebut mencerminkan kekecewaan keluarga sekaligus kekhawatiran masyarakat terhadap profesionalitas aparat dalam menangani dugaan pelanggaran di lapangan.

Polisi Amankan Terduga Pelaku

Menanggapi kasus pelajar tewas diduga dianiaya oknum Brimob Polda Maluku, pihak kepolisian disebut telah mengamankan anggota yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.

Langkah ini dilakukan untuk mempermudah proses penyelidikan sekaligus memastikan pemeriksaan berjalan objektif.

Aparat juga tengah mengumpulkan sejumlah saksi guna memastikan kronologi kejadian secara utuh.

Seorang pihak yang terlibat dalam pendampingan keluarga korban mengatakan, saksi-saksi masih terus dikumpulkan untuk mengungkap fakta sebenarnya.

“Kami masih mengumpulkan saksi terbaik supaya jelas apa sebenarnya yang terjadi di lokasi,” ungkapnya.

Selain itu, polisi juga akan mendalami apakah sebelumnya memang terdapat aktivitas balap liar di kawasan tersebut yang menjadi alasan anggota melakukan pencegatan.

Desakan Transparansi dan Keadilan

Kasus ini memicu perhatian luas masyarakat Kota Tual. Warga menilai penegakan hukum harus berjalan adil tanpa pandang bulu, termasuk terhadap aparat sendiri.

Beberapa tokoh masyarakat bahkan menyatakan akan terus mengawal proses hukum agar tidak berhenti di tengah jalan.

Mereka berharap kasus ini dapat menjadi momentum evaluasi internal bagi institusi kepolisian.

Menurut mereka, hukuman tegas justru akan menjaga kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.

Jika terbukti bersalah, masyarakat berharap pelaku mendapatkan sanksi sesuai aturan yang berlaku.

Sebaliknya, jika tidak ada kejelasan hukum, mereka khawatir kepercayaan publik terhadap aparat akan semakin menurun.

Kini perhatian publik tertuju pada hasil penyelidikan resmi kepolisian.

Proses hukum yang transparan dinilai menjadi kunci untuk memberikan keadilan bagi keluarga korban sekaligus menjaga integritas institusi.

Editor : Krisna Pambudi
#Oknum Brimob Polda Maluku #balap liar kota tual #kasus kekerasan aparat #penganiayaan polisi #pelajar tewas Tual