RADAR TULUNGAGUNG- Diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) yang bertugas di Kantor KBRI Lima, Peru, Zetro Leonardo Purba meninggal karena ditembak orang tidak dikenal pada Senin (1/9/2025) waktu setempat.
Kemenlu pun meminta pemerintah Peru menggelar penyelidikan kasus tersebut hingga tuntas.
Baca Juga: Personel TNI di Tulungagung Ikut Amankan Objek Vital, Dandim 0807: Satu Peleton Dua Shift
Mengutip siaran televisi 24 Horas Edición Central, kejadian itu terjadi di Kota Lince. Zetro yang tengah bersepeda bersama istrinya, tiba-tiba dihadang seorang pria.
Pelaku membawa senjata dan kemudian menembaknya sebanyak tiga kali. Korban langsung dilarikan ke Klinik Javier Prado. Sayangnya, dokter menyatakan bahwa Zetro telah tutup usia.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono merespons keras kejadian tersebut. Dia sudah menghubungi Menlu Peru Elmer Schialer.
"Saya meminta agar dilakukan penyelidikan menyeluruh terkait meninggalnya rekan kami, Bapak Zetro Leonardo Purba," tegasnya.
Baca Juga: KPK Periksa Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Benarkah Ada Jejak Dana Kuota Haji?
Menurut Sugiono, Pemerintah Peru seharusnya bisa memberikan perlindungan terbaik bagi staf kedutaan, keluarga, dan WNI.
"Kami sudah menyampaikan kepada pihak Kemenlu Peru dan kepolisian di sana untuk menyelidiki kasus itu hingga tuntas," ucapnya.
Selain berkoordinasi dengan Pemerintah Peru, Kemenlu juga menyampaikan kabar tersebut kepada keluarga korban. "Ini adalah musibah yang kita alami bersama, mu-sibah yang tidak seorang pun menginginkannya," tuturnya.
Baca Juga: Polri Bantah Isu Pemeran Pengganti Kasus Ojol Tewas, Tegaskan 7 Tersangka Brimob Aktif
Zetro berpulang meninggalkan istri dan tiga orang anak. Kemenlu memastikan akan menanggung biaya pendidikan anak-anak almarhum.
Sugiono meminta Dubes RI di Lima Ricky Suhendar untuk mengawal penyelidikan kasus tersebut dan memastikan proses pemulangan jenazah Zetro ke Indonesia berjalan lancar. "Zetro seorang pegawai yang penuh dedikasi," katanya mengenang almarhum. ****
Editor : Dharaka R. Perdana