RADAR TULUNGAGUNG - Dunia maya dihebohkan oleh aksi nyata kemanusiaan yang ditunjukkan oleh kreator konten ternama Indonesia, Willie Salim.
Bersama dengan pendakwah Ustaz Derry Sulaiman, Willie Salim telah terbang langsung menuju Palestina untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga Gaza yang terdampak konflik berkepanjangan.
Aksi heroik ini sontak viral dan menjadi sorotan publik, mengingat mereka memilih terjun langsung ke wilayah konflik yang penuh tantangan, semata-mata didorong oleh rasa kemanusiaan yang mendalam.
Komitmen Willie Salim untuk hadir membawa harapan bagi anak-anak Gaza yang tidak berdosa terlihat jelas melalui unggahan konten videonya.
Willie Salim mengungkapkan bahwa misi yang dilakukannya ini bukan sekadar bantuan sesaat, melainkan upaya memberikan makna yang berkelanjutan bagi para pengungsi di sana.
Fokus utama dari inisiatif yang digerakkan oleh Willie Salim kali ini adalah pembangunan fasilitas kesehatan.
Ia dan tim sedang menggalang dana untuk mendirikan sebuah klinik atau rumah sakit khusus, yang direncanakan memiliki empat lantai, bertempat di sebuah camp pengungsian warga Palestina.
Fasilitas ini dipandang krusial karena banyak anak kecil di kamp pengungsian yang sakit dan sangat membutuhkan pertolongan medis, namun ketiadaan rumah sakit membuat kondisi mereka memprihatinkan.
Niat mulia Willie Salim untuk terbang ke Palestina dan menyalurkan bantuan ini sudah diumumkan sejak 16 September 2025.
Ia menjelaskan bahwa misi ini murni soal kemanusiaan. Perjalanan yang ditempuh oleh Willie Salim menuju Gaza bukanlah hal yang mudah.
Ia membeberkan deretan rute yang harus dilalui setelah keberangkatannya dari Jakarta pada Jumat (26/09).
Rute perjalanannya melibatkan terbang ke Jeddah, Arab Saudi, kemudian dilanjutkan ke Amman, Yordania, sebelum akhirnya mencapai lokasi pengungsian. Lama perjalanan yang ditempuh sangat panjang, yakni selama 12 jam.
Setibanya di lokasi, yaitu Amman, Yordania, pada Rabu (24/9/2025), Willie Salim dan tim, yang juga bekerja sama dengan Nusantara Palestina Center (NPC) dan Bang Onim, langsung mendistribusikan sejumlah kebutuhan pokok.
Bantuan yang disalurkan mencakup obat-obatan, alat kesehatan, sembako, dan makanan siap saji. Dalam unggahan Instagram pribadinya, Willie Salim menyatakan bahwa perjalanan ini sangat menantang, namun mereka bertekad turun langsung bertemu anak-anak Gaza.
Saat berada di camp pengungsian, Willie Salim memperlihatkan kebersamaannya dengan anak-anak. Ia merasakan bahwa anak-anak kecil ini polos dan tidak berdosa.
Ia mengatakan, "Aku minta tolong kali ini saja, kita bisa selamatkan hidup". Dorongan untuk membangun klinik empat lantai muncul karena kesadaran bahwa "Di sini mereka (anak-anak) banyak yang sakit. Mereka butuh pertolongan, tapi enggak ada rumah sakit. Kalau kita diam saja, enggak akan ada yang berubah,".
Untuk mewujudkan klinik tersebut, dana yang dibutuhkan diperkirakan mencapai sekitar Rp 3 miliar, meskipun sumber lain menyebut target donasi mencapai Rp 4 miliar.
Willie Salim meyakini bahwa target tersebut dapat tercapai melalui semangat gotong royong masyarakat Indonesia, seraya mengatakan, "Kedengarannya mustahil, tapi aku percaya kita bersama bisa. Akan banyak sekali nyawa yang diselamatkan".
Hingga artikel ini disusun (berdasarkan data 30 September dan 1 Oktober 2025), dana yang berhasil dikumpulkan sudah mencapai lebih dari Rp 550 juta hingga Rp 637 juta untuk pembangunan klinik tersebut.
Masyarakat yang ingin berdonasi diarahkan untuk mengakses tautan yang tersedia di akun media sosial Willie Salim.
Ustaz Derry Sulaiman, yang mendampingi Willie Salim, turut memberikan dukungan dan doa. Ustaz Derry mendoakan agar setiap donatur yang berpartisipasi dalam mewujudkan mimpi ini akan mendapatkan ganjaran setimpal dari Allah SWT di dunia dan akhirat.
Selain fokus pada pembangunan klinik, Willie Salim dan rekan-rekannya juga terlibat langsung dalam penyaluran bantuan sembako. Mereka turun tangan mengemasi ratusan kardus sembako pada Kamis (25/9/2025).
Willie Salim menekankan pentingnya memberikan yang terbaik, sebab warga Palestina pantas mendapatkan makanan yang layak, sama seperti kita.
Setiap kardus sembako diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup selama 15 hari. Distribusi paket sembako ini ditujukan bagi para pengungsi Palestina yang berada di Yordania.
Tak berhenti di situ, misi kemanusiaan Willie Salim juga menyentuh kelompok paling rentan. Bersama NPC, mereka menyalurkan bantuan uang tunai khusus untuk 167 anak-anak Palestina yang mengidap penyakit kanker.
Willie Salim menjelaskan bahwa banyak anak-anak menjadi sakit akibat paparan bahan kimia, serta makanan dan minuman yang tercemar.
Secara pribadi, Willie Salim mengakui bahwa perjalanan ini adalah perjalanan terjauh yang pernah ia lakukan. Ia sempat dilanda perasaan campur aduk dan deg-degan, namun ia menegaskan bahwa semua itu demi misi kemanusiaan.
"Jujur.. lumayan deg2an campur aduk rasanya.. belum pernah pergi sejauh ini.. Semuanya demi misi kemanusiaan..!! Doakan !!" tulisnya dalam unggahan di akun Instagramnya.
Komitmen Willie Salim untuk memberikan bantuan yang tidak bermakna sesaat, melainkan memberikan makna yang berkelanjutan, menjadi inspirasi bagi banyak pihak di Indonesia. ****
Editor : Dharaka R. Perdana