RADAR TULUNGAGUNG - Republik Demokratik Timor Leste akhirnya secara resmi bergabung menjadi anggota penuh Association of Southeast Asian Nations (ASEAN).
Momen bersejarah ini diumumkan dalam pembukaan KTT ASEAN ke-47 yang diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 26 Oktober 2025.
Keanggotaan penuh ini menandai berakhirnya penantian panjang selama 14 tahun sejak permohonan pertama diajukan.
Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, menyambut pengukuhan ini dengan menyatakan bahwa peran Timor Leste melengkapi keluarga besar ASEAN.
Ia juga menegaskan kembali adanya takdir bersama dan rasa kekerabatan regional yang mendalam.
Baca Juga: Delapan Perhiasan Curian dari Museum Louvre di Paris Sulit Dijual Utuh, Museum Vatikan Degdegan
Kehadiran negara termuda di Asia Tenggara ini di KTT disambut dengan tepuk tangan meriah saat bendera negara berpenduduk sekitar 1,4 juta jiwa tersebut dikibarkan di panggung, bersanding dengan sepuluh anggota ASEAN lainnya.
Bagi rakyat Timor Leste, momen ini bukan hanya sekadar mimpi yang terwujud, tetapi juga merupakan penegasan kuat atas perjalanan panjang bangsa.
Perdana Menteri Timor Leste, Kay Rala Xanana Gusmao, yang berpose dalam upacara penandatanganan deklarasi penerimaan, menyebutnya sebagai babak baru yang membawa harapan besar bagi negaranya.
Xanana Gusmao menekankan bahwa bergabungnya Timor Leste ke dalam blok regional ini adalah bukti semangat rakyatnya, sebuah demokrasi muda yang lahir dari perjuangan.
Ia menegaskan bahwa ini bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, melainkan awal baru dengan peluang yang sangat besar.
Deklarasi resmi sebagai anggota ke-11 ASEAN ini berlangsung dalam konferensi yang diadakan pada 26-28 Oktober 2025 di Malaysia.
Dalam pidatonya, Xanana Gusmao juga berjanji bahwa negaranya akan menjadi anggota ASEAN yang berdedikasi dan memiliki karakter damai.
Perjalanan Timor Leste menuju keanggotaan penuh ASEAN memang memakan waktu lebih dari satu dekade.
Negara ini, yang meraih kemerdekaan penuh pada tahun 2002 setelah sebelumnya dijajah Portugal selama tiga abad dan mengalami masa pendudukan oleh Indonesia pada 1975.
Timor Leste pertama kali mengajukan permohonan untuk bergabung dengan ASEAN pada tahun 2011.
Proses aksesi ini disebut sebagai yang terpanjang dalam sejarah ASEAN. Sejak permohonan diajukan, Timor Leste telah melalui reformasi kelembagaan dan kebijakan intensif untuk mempersiapkan diri menjadi bagian dari komunitas kawasan.
Setelah melewati proses penilaian terhadap kesiapan ekonomi, politik, dan administratif, pada tahun 2022, Timor Leste terlebih dahulu mendapatkan status pengamat (observer state).
Status ini kemudian membuka jalan bagi partisipasi negara tersebut dalam sejumlah pertemuan dan kegiatan organisasi regional.
Baca Juga: Warganya Diteror Suara Hantu Sound Horeg di Perbatasan, Kamboja Laporkan Thailand ke PBB
Sumber lain menyebut Timor Leste berstatus sebagai negara pengamat sejak tahun 2023. Xanana Gusmao menuturkan bahwa integrasi ini adalah langkah strategis.
Bergabung dengan ASEAN akan memberikan akses bagi negaranya ke pasar dengan lebih dari 600 juta penduduk.
Langkah ini diharapkan dapat menghubungkan Timor Leste lebih dalam dengan rantai pasok regional dan menjadikannya destinasi yang lebih menarik bagi investasi internasional.
Dili berharap integrasi ini akan membuka akses perdagangan dan investasi yang lebih luas secara keseluruhan.
Meskipun ekonomi Timor Leste, yang bernilai sekitar USD2 miliar atau setara Rp32 triliun, masih jauh di bawah total produk domestik bruto (PDB) kolektif ASEAN yang mencapai sekitar USD3,8 triliun (Rp60.800 triliun), keanggotaan ini menjadi penegasan jati diri bangsa sekaligus strategi untuk memperkuat posisi negara di kancah regional.
Sebagai anggota baru, Xanana Gusmao menegaskan bahwa negaranya siap belajar, berinovasi, dan menegakkan tata kelola kenegaraan yang baik.
Ia juga mengungkapkan komitmen penuh negaranya untuk menjalin kerja sama dengan negara-negara kawasan guna menjaga perdamaian dan memperkuat institusi-institusi sembari bekerja sama menuju pembangunan berkelanjutan.
Secara kerendahan hati sekaligus kebanggaan, Timor Leste sepenuhnya menerima nilai-nilai inti ASEAN, yaitu saling menghormati, kerja sama damai, persatuan dalam keberagaman, dan solidaritas regional.
Xanana menjanjikan kehadiran Timor Leste akan membawa langkah yang konstruktif, terbuka, dan sejahtera, seraya berkomitmen untuk mewujudkan Visi Komunitas ASEAN 2045 bersama-sama.
Pengukuhan ini berlangsung di KTT ASEAN ke-47 yang dihadiri oleh berbagai pemimpin dunia, termasuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping, di samping para kepala pemerintahan negara-negara anggota ASEAN dan mitra dialog internasional.
KTT yang berlangsung 26-28 Oktober 2025 di Kuala Lumpur ini juga merupakan puncak dari kepemimpinan Malaysia pada tahun 2025.
Baca Juga: Drama Jelang KTT Perdamaian di Mesir: Trump Nyatakan Perang Gaza Berakhir, Netanyahu Menolak Takluk!
Upacara serah terima kepemimpinan ASEAN dari Malaysia kepada Filipina dijadwalkan dilaksanakan pada 28 Oktober 2025, sebelum Filipina secara resmi mengambil alih Kepemimpinan ASEAN mulai 1 Januari 2026.
Organisasi ASEAN sendiri didirikan pada 8 Agustus 1967 melalui penandatanganan Deklarasi Bangkok oleh lima negara pendiri: Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand.
Tujuan utama organisasi ini adalah memperkuat stabilitas kawasan, meningkatkan kerja sama ekonomi, serta mempererat hubungan sosial dan budaya antarnegara di Asia Tenggara.
Dengan bergabungnya Timor Leste pada 26 Oktober 2025, daftar lengkap negara anggota ASEAN kini berjumlah 11 negara:
1. Indonesia - 8 Agustus 1967
2. Malaysia - 8 Agustus 1967
3. Filipina - 8 Agustus 1967
4. Singapura - 8 Agustus 1967
5. Thailand - 8 Agustus 1967
6. Brunei Darussalam - 7 Januari 1984
7. Vietnam - 28 Juli 1995
8. Laos - 23 Juli 1997
9. Myanmar - 23 Juli 1997
10. Kamboja - 30 April 1999
11. Timor Leste - 26 Oktober 2025
Keanggotaan penuh ini diharapkan memperkuat integrasi kawasan dan membuka peluang kerja sama yang lebih luas di berbagai bidang, termasuk ekonomi, pendidikan, dan pembangunan berkelanjutan.
Para menteri luar negeri ASEAN sendiri telah menegaskan kembali komitmen pada 9 Juli 2025 untuk mendukung proses integrasi Timor Leste ke dalam sistem ekonomi kawasan demi mempercepat keterlibatannya dalam berbagai perjanjian ekonomi utama ASEAN. ****
Editor : Dharaka R. Perdana