Radar Tulungagung- Moto 3 2026 Mugello menjadi sorotan besar setelah pembalap Indonesia, Feda Ega Pratama, mendapat paket upgrade motor dari HRC Jepang jelang balapan di Autodromo Internazionale del Mugello. Dukungan teknis baru ini membuat peluang podium semakin terbuka, ditambah pujian dari Valentino Rossi dan manajer Hiroshi Aoyama yang optimistis terhadap performa sang rookie.
Feda yang kini membela Honda Team Asia datang ke Mugello dengan status sebagai salah satu rookie paling konsisten di musim 2026. Dengan 58 poin dan berada di lima besar klasemen sementara, namanya semakin diperhitungkan dalam persaingan kejuaraan dunia Moto3.
Upgrade Besar HRC: Sasis Baru dan Mapping Mesin Jadi Senjata Utama di Moto 3 2026 Mugello
Menjelang Moto 3 2026 Mugello, HRC Jepang mengambil langkah agresif dengan memberikan paket upgrade khusus untuk Feda Ega Pratama. Fokus utama pengembangan berada pada dua sektor: sasis dan sistem elektronik mesin.
Sasis baru dibuat lebih rigid untuk meningkatkan stabilitas saat melibas tikungan cepat khas Mugello seperti Arrabbiata 1 dan 2. Desain ini diharapkan membantu Feda menjaga kecepatan masuk tikungan tanpa kehilangan grip, sesuatu yang krusial di sirkuit berkarakter high-speed tersebut.
Selain itu, HRC juga memperbarui mapping mesin untuk meningkatkan respons torsi di putaran menengah hingga atas. Tujuannya jelas: mengurangi defisit top speed yang sebelumnya menjadi kelemahan Honda dibanding motor KTM dan pabrikan Eropa lain di trek lurus panjang Mugello.
Pujian Aoyama: Mentalitas Feda Jadi Sorotan Utama Honda Team Asia
Manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, mengaku kagum dengan cara Feda beradaptasi terhadap motor spek baru. Menurutnya, pembalap muda Indonesia itu tidak hanya cepat, tetapi juga mampu memberikan feedback teknis yang presisi kepada tim mekanik.
Aoyama menilai Feda memiliki karakter yang jarang dimiliki rookie, terutama dalam hal kontrol emosi dan kemampuan membaca batas motor. Dalam sesi latihan tertutup, Feda disebut mampu menembus limit tanpa kehilangan konsistensi racing line, bahkan saat menghadapi simulasi kondisi balapan penuh tekanan.
“Dia punya mentalitas kuat dan cepat memahami perubahan setup,” menjadi salah satu kesimpulan internal tim setelah melihat data telemetri terbaru. Hal ini membuat Honda semakin yakin menjadikan Feda sebagai proyek jangka panjang di kelas Moto3.
Rossi Ikut Bersuara: Peluang Podium di Mugello Terbuka Lebar
Dukungan terhadap Feda Ega Pratama juga datang dari legenda MotoGP, Valentino Rossi. Dalam sebuah wawancara, Rossi menilai gaya balap Feda sangat bersih namun agresif saat melakukan overtake, sebuah karakter yang dinilai cocok dengan tuntutan Mugello.
Rossi juga menyinggung pengalaman Feda di sirkuit tersebut saat tampil di ajang junior, di mana ia pernah meraih hasil positif. Menurutnya, pengalaman itu menjadi modal penting untuk menghadapi Moto 3 2026 Mugello dengan tekanan lebih besar.
Jika mampu menjaga posisi di grup depan hingga lap akhir, Rossi menyebut peluang podium bahkan kemenangan bukan hal mustahil. Apalagi dengan dukungan teknis terbaru dari HRC yang meningkatkan stabilitas motor di trek cepat.
Konsistensi Jadi Modal Besar Feda Menuju Panggung Italia
Selain faktor teknis, konsistensi menjadi kekuatan utama Feda sepanjang musim 2026. Dalam beberapa seri terakhir, ia hampir selalu finis di zona 10 besar, termasuk podium di Brasil dan comeback impresif di beberapa balapan sebelumnya.
Kini, dengan tambahan paket upgrade dan dukungan penuh dari Honda, ekspektasi terhadap Feda di Mugello semakin tinggi. Ia tidak hanya membawa nama tim, tetapi juga harapan besar publik Indonesia yang ingin melihat bendera Merah Putih kembali berkibar di podium Moto3.
Penutup: Mugello Jadi Ujian Besar Mental dan Teknologi
Moto 3 2026 Mugello diprediksi menjadi salah satu balapan paling krusial musim ini. Kombinasi antara upgrade teknis HRC, dukungan moral dari Aoyama dan Rossi, serta performa stabil Feda Ega Pratama membuat peluang podium semakin realistis.
Namun, Mugello tetap dikenal sebagai sirkuit yang tidak memberi ruang kesalahan. Di trek sepanjang 5,2 km ini, strategi, top speed, dan keberanian akan diuji hingga batas maksimal.
Jika semua elemen berjalan sempurna, Feda bukan hanya berpeluang podium, tetapi juga bisa menulis sejarah baru untuk Indonesia di panggung Moto3 dunia.
Editor : Maylanni Diana Fitri