Radar Tulungagung – Marc Marquez membuat pengakuan mengejutkan jelang MotoGP Italia 2026 di Sirkuit Mugello. Juara dunia bertahan MotoGP itu menegaskan dirinya tidak sedang mengejar gelar juara musim ini, melainkan fokus memulihkan kondisi fisik setelah menjalani operasi ganda pada kaki dan bahu kanannya.
Pernyataan tersebut langsung menjadi sorotan besar di paddock MotoGP. Pasalnya, Marc Marquez baru saja mendapatkan lampu hijau dari tim medis untuk mengikuti sesi latihan bebas pertama di Mugello setelah absen akibat cedera serius.
Kembalinya pembalap Ducati Lenovo Team itu terjadi hanya 19 hari setelah menjalani dua operasi sekaligus. Meski sudah dinyatakan fit untuk turun ke lintasan, Marquez mengaku belum berada dalam kondisi ideal untuk kembali bertarung memperebutkan gelar juara dunia MotoGP 2026.
Marc Marquez Fokus pada Pemulihan
Dalam sesi media sebelum balapan, Marquez memberikan penjelasan jujur mengenai target sebenarnya saat kembali ke lintasan.
Menurut pembalap asal Spanyol tersebut, prioritas utamanya bukan mengejar poin atau memangkas jarak di klasemen, melainkan membangun kembali kepercayaan diri dan kemampuan fisiknya untuk mengendarai motor MotoGP di level tertinggi.
Saat ini Marquez tertinggal 85 poin dari pemimpin klasemen sementara, yakni Marco Bezzecchi. Selisih yang cukup besar membuatnya memilih pendekatan realistis dibanding memaksakan diri mengejar ambisi juara dunia.
Marquez mengakui bahwa jika terlalu memikirkan perebutan gelar, dirinya justru berisiko mengalami cedera baru yang dapat mengganggu masa depannya sebagai pembalap profesional.
Bahu Jadi Masalah Utama
Meski cedera kaki kanan disebut tidak lagi menjadi kendala besar, kondisi bahu kanan masih menjadi perhatian utama.
Cedera tersebut berkaitan dengan masalah saraf radial yang sudah lama mengganggunya. Gangguan itu berasal dari kecelakaan yang dialami Marquez di Mandalika pada Oktober 2025.
Saat itu ia mengalami patah tulang coracoid, kerusakan ligamen, serta dua sekrup dari operasi sebelumnya mengalami perubahan posisi. Kondisi tersebut menyebabkan saraf radial tertekan dan memengaruhi fungsi lengan kanan.
Tak heran jika Ducati sempat menyebut Marquez seperti membalap hanya dengan “satu setengah tangan” pada awal musim ini.
Operasi terbaru dilakukan untuk mengatasi tekanan pada saraf tersebut. Namun proses pemulihan saraf diketahui membutuhkan waktu lebih lama dibanding pemulihan tulang biasa.
Mugello Jadi Ujian Berat
Comeback di Mugello dianggap sebagai tantangan besar. Sirkuit sepanjang lebih dari 5 kilometer itu dikenal sebagai salah satu trek paling menuntut secara fisik dalam kalender MotoGP.
Lintasan lurus panjang dengan kecepatan lebih dari 350 km/jam, pengereman keras di Tikungan San Donato, serta rangkaian tikungan cepat Arabbiata membuat tubuh pembalap bekerja ekstra sepanjang balapan.
Legenda MotoGP, Max Biaggi, bahkan sempat memperingatkan Marquez agar tidak terburu-buru kembali karena karakter Mugello dapat memberikan tekanan besar pada bahu yang masih dalam tahap pemulihan.
Kekhawatiran serupa juga muncul dari kalangan penggemar yang mempertanyakan keputusan Marquez kembali hanya 19 hari setelah operasi ganda.
Ducati Lebih Memilih Marquez Pulih Sempurna
Manajer Ducati Lenovo Team, Davide Tardozzi, sebelumnya menegaskan bahwa tim lebih mengutamakan kesehatan pembalap dibanding hasil instan.
Ducati memahami bahwa Marquez masih membutuhkan waktu untuk kembali ke performa terbaiknya. Karena itu target utama akhir pekan ini bukan kemenangan, melainkan mengukur sejauh mana perkembangan kondisi fisiknya setelah operasi.
Meski demikian, kehadiran Marquez tetap menjadi ancaman bagi rival-rivalnya. Hal tersebut terlihat dari pernyataan Jorge Martin yang masih menganggap Marquez sebagai pesaing utama perebutan gelar meskipun posisi klasemen mereka terpaut jauh.
Pandangan tersebut menunjukkan bahwa banyak pihak di paddock masih menganggap Marquez sebagai pembalap tercepat di grid ketika berada dalam kondisi fisik terbaik.
Bukan Mengejar Gelar, Tapi Masa Depan
MotoGP Italia 2026 menjadi awal dari misi yang berbeda bagi Marc Marquez. Jika sebelumnya ia identik dengan ambisi kemenangan dan perebutan gelar juara dunia, kini fokusnya adalah memastikan tubuhnya kembali mampu bersaing di level tertinggi.
Podium atau kemenangan memang masih mungkin diraih jika semuanya berjalan sempurna. Namun bagi Marquez, keberhasilan terbesar saat ini adalah bisa menyelesaikan akhir pekan balapan tanpa masalah fisik dan melanjutkan proses pemulihan menuju paruh kedua musim.
Keputusan tersebut menunjukkan kedewasaan seorang juara dunia yang memahami batas tubuhnya. Bagi Marquez, masa depan karier jauh lebih penting daripada mengambil risiko besar demi mengejar gelar yang semakin sulit diraih pada MotoGP 2026.
Editor : Maylanni Diana Fitri