Trenggalek- Selama bulan Ramadan seperti saat ini tidak sedikit orang yang mengurangi aktivitas fisiknya khususnya olahraga. Bahkan, sebagian besar di antaranya juga berhenti berolahraga karena merasa bahwa kurangnya asupan makanan membuat tubuhnya merasa letih, lemas, lesu dan sebagainya.
Padahal sejatinya olahraga ketika berpuasa sebenarnya dapat memberikan banyak manfaat bagi tubuh. Manfaat tersebut mulai dari menjaga proses detoksifikasi pada tubuh tetap lancar, menjaga berat badan tetap ideal, melancarkan metabolisme, menjadi lebih bersemangat mengoptimalkan kinerja hormon dan masih banyak lagi manfaatnya. Nah, salah satu olahraga yang dianjurkan dalam bulan puasa ini adalah bersepeda.
“Pastinya berolahraga seperti bersepeda santai selama puasa tidak harus dilakukan dengan intensitas yang berat, sehingga dapat menjajal olahraga ringan yang tidak menguras tenaga secara berlebihan,” ungkap salah satu tenaga kesehatan di Trenggalek yang tetap aktif bersepeda Sujiono.
Sehingga biasanya dirinya bersepeda yang dilakukannya selama menunaikan ibadah puasa ini bersifat santai dan dilakukan pada sore hari yaitu sekitar pukul 16.00 hingga 17.30. Dengan pemilihan waktu tersebut selain tidak mengganggu aktifitas pekerjaan, juga sambil menunggu waktu berbuka puasa. “Dalam hal ini saya sarankan ketika bersepeda mengambil rute jalur hijau, baik itu pegunungan atau pedesaan, tujuannya agar tetap mendapatkan oksigen yang sehat meski di waktu sore hari,” katanya.
Selain itu disarankan ketika melakukan aktivitas tersebut tidak seorang diri, sehingga lebih baik bersama teman baik itu yang tergabung dalam club sepeda, komunitas atau sebagainya. Tujuannya, agar lebih aman jika ada keluhan kesehatan mengingat masih menjalankan puasa atau masalah lain agar lebih mudah tindak lanjutnya. Sedangkan terkait manfaatnya, dapat meningkatkan kebugaran kardiovaskular atau kesehatan pembuluh darah dan jantung. Selain itu, rutin bersepeda juga baik untuk mengencangkan dan membangun otot, terutama otot bagian bawah tubuh, seperti betis dan paha.
“Tidak kalah pentingnya saya sarankan ketika bersepeda ambil waktu istirahat dikala jarak tempuh sudah sekitar lima kilometer. Setelah itu lanjut bersepeda lagi, agar kondisi fisik tetap terjaga.” Jelas pria yang saat ini menjabat sebagai Kabid Pengembangan dan Pengendalian RSUD dr. Soedomo Trenggalek tersebut. (jaz/wen)
Editor : Whendy Gigih Perkasa