TULUNGAGUNG - Dalam tujuh bulan terakhir, total ada sebanyak 35 aduan kasus yang melibatkan anak.
Jumlah ini patut jadi sorotan banyak pihak. Alasannya, setiap kasus yang menimpa anak akan berpengaruh secara langsung terhadap tumbuh kembang anak.
Psikolog Ifada Nur Rohmaniah mengungkapkan, pola asuh lingkungan berperan penting dalam pembentukan karakter anak. Jika tidak, berbagai gangguan fisik dan mental pada anak dapat menimbulkan berbagai kasus.
Mulai dari bullying alias perundungan, kekerasan verbal-fisik, pelecehan-kekerasan seksual, adiksi terhadap kekerasan, hingga adiksi terhadap kegiatan seksual.
"Sebab, anak mudah mereka apa yang mereka lihat atau alami. Karena itu, mereka harus selalu didampingi," terangnya.
Sebagai contoh, ada sekitar 120 kasus kekerasan seksual terhadap anak yang terjadi dalam dua tahun belakangan. Dalam hal ini, anak bisa terlibat sebagai pelaku maupun korban. Ifada menyebut, hal ini sering terjadi di usia sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).
"Rata-rata dalam satu bulan ada lima temuan kasus. Belum lagi, dalam tujuh bulan terakhir ada tiga kasus pernikahan anak di bawah umur. Itu juga termasuk kasus. Dan jumlah ini terbilang besar," tegasnya.
Perempuan berambut pendek ini menambahkan, para orang tua juga wajib mengontrol perilaku anak saat di rumah. Sebab, ada berbagai kasus anak yang sebetulnya mulai muncul di lingkungan keluarga tapi tak terdeteksi.
Secara umum, kasus terbesar adalah kekerasan seksual terhadap anak yang mencapai 50 persen dari total kasus.
Disusul dengan bullying sebesar 40 persen dan sisanya merupakan akumulasi dari berbagai kasus lain.
"Sisanya bisa adiksi game, adiksi kekerasan dan berbagai gangguan lain. Nah, perlu diingat bahwa anak yang mengalami kasus sejak usia dini itu patut diperhatikan. Sebab, kondisi ini akan terus terakumulasi jika tidak mendapat pengawasan dari lingkungannya," kata Ifada lagi.
Baca Juga: Data Akumulatif: 424 Remaja Tulungagung Mengidap HIV/Aids, Begini Penjelasannya
Adapun jumlah aduan dalam periode Januari hingga Juli tahun ini mencapai 35 kasus. Dia menegaskan, angka ini harus menjadi perhatian banyak pihak, utamanya para orang tua.
Terlebih, dibutuhkan pendekatan khusus dadi lingkungan orang tua dalam mendampingi anak.
"Karena perlakuan terhadap orang dewasa dan anak tentu berbeda. Pendekatannya harus lebih intensif. Karena itu parenting jadi hal penting Orang tua harus memberi kehangatan pada anak. Kenyamanan ini efeknya jangka panjang. Jika tidak anak akan mencari kenyamanan lain di luar rumah," ungkapnya.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra