Tulungagung - Kesadaran kaum perempuan di Kota Marmer terhadap pemeriksaan dini kanker leher rahim (serviks) masih minim.
Dari data yang dilansir Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung, hanya 0,6 persen dari target 90 persen orang yang mengikuti skrining Infeksi Visual Asetat (IVA).
Kabid Kesehatan Masyarakat, Aris Setiawan mengatakan, minimnya kesadaran perempuan disinyalir karena perasaan malu dan takut untuk memeriksa IVA.
Padahal pemeriksaan dini mampu mengurangi risiko kanker serviks yang parah.
"Kami memberikan fasilitas kepada masyarakat secara cuma-cuma serta fasilitas tersebut sudah hadir di puskesmas seluruh Tulungagung," ujarnya.
Pria berkacamata tersebut menambahkan, apabila masyarakat sadar melakukan pemeriksaan dini terhadap kanker serviks, penyakit dapat dicegah agar tidak sampai pada stadium lanjut.
Terlebih pemeriksaan IVA tidak berbahaya serta praktis, metodenya menggunakan asam asetat yang dioleskan pada bibir rahim.
Tidak menunggu lama hasil IVA sudah terlihat kondisi kanker serviks.
"Pemeriksaan IVA menunjukkan apakah ada lesi pra kanker, jika ada akan menjadi kanker selama 3 hingga 17 tahun. Sehingga dengan pemeriksaan dini, bisa dicegah dan diobati sehingga lesi pra kanker hilang," tambahnya.
Aris, -sapaan akrabnya berharap IVA dapat menyadarkan masyarakat akan bahaya kanker serviks.
Apalagi kanker jenis ini menjadi pemicu kedua seseorang meninggal setelah kanker payudara.
Sehingga kesadaran masyarakat perlu ditingkatkan guna memberikan manfaat bahwa, pemeriksaan dini mampu mencegah terjadinya kanker serviks.
“Kami berharap kaum wanita di Tulungagung bisa lebih sadar dalam upaya pencegahan kanker serviks,” tandasnya.(mg1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri