JAKARTA – Praktisi kesehatan sekaligus pendakwah kesehatan alami, Zaidul Akbar, menjelaskan bahwa penyembuhan penyakit kronis seperti gagal ginjal tidak hanya berkaitan dengan pengobatan medis, tetapi juga melibatkan kondisi emosional, pola hidup, serta pendekatan spiritual.
Menurutnya, banyak penyakit kronis yang muncul bukan hanya karena faktor fisik, tetapi juga karena tekanan emosional yang berlangsung lama. Ia menilai emosi negatif seperti dendam, kesedihan, dan rasa tidak dihargai dapat memberikan dampak terhadap kesehatan organ tubuh.
Emosi Disebut Berpengaruh pada Organ Tubuh
Dalam penjelasannya, Zaidul Akbar menyebut bahwa organ tubuh seperti ginjal membutuhkan “apresiasi emosional”. Ia menggambarkan bahwa tubuh manusia tidak hanya membutuhkan makanan fisik, tetapi juga “makanan emosional” seperti kasih sayang, penghargaan, dan ketenangan batin.
Menurutnya, banyak penyakit degeneratif berakar dari pengalaman emosional masa kecil, khususnya pada periode usia 0 sampai 5 tahun. Pada masa tersebut, seseorang dapat mengalami luka emosional yang kemudian memengaruhi kondisi kesehatan di masa dewasa.
Karena itu, ia menekankan pentingnya mengelola emosi dengan baik, termasuk belajar memaafkan, bersabar, serta melepaskan beban pikiran yang terus dipendam.
Memaafkan dan Ikhlas Dinilai Penting
Dalam pandangannya, sikap memaafkan dan ikhlas dapat membantu seseorang mencapai ketenangan batin. Ketika seseorang mampu melepaskan emosi negatif, tubuh menjadi lebih tenang dan kondisi kesehatan pun dapat membaik.
Ia menjelaskan bahwa emosi yang dipendam dalam jangka panjang justru dapat merugikan diri sendiri. Oleh sebab itu, seseorang dianjurkan untuk tidak terus menyimpan rasa marah atau dendam.
Pendekatan spiritual seperti berzikir, berdoa, serta mendekatkan diri kepada Tuhan juga disebut dapat membantu mengurangi rasa takut dan kesedihan yang sering berkaitan dengan gangguan kesehatan tertentu.
Baca Juga: Perbedaan Perlakuan Pajak THR ASN vs Swasta, Begini Penjelasan Kementerian Keuangan!
Sedekah dan Pendekatan Spiritual
Zaidul Akbar juga menyinggung pentingnya pendekatan spiritual, seperti sedekah dan refleksi diri. Menurutnya, aktivitas spiritual dapat membantu menenangkan hati dan mengurangi beban emosional yang dirasakan seseorang.
Ia menyebut bahwa ketika seseorang mampu menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan, sering kali muncul kemudahan dalam menghadapi penyakit, baik melalui perubahan gaya hidup maupun melalui penemuan metode pengobatan yang sesuai.
Pendekatan ini, menurutnya, bukan berarti meninggalkan pengobatan medis, tetapi lebih kepada melengkapi proses penyembuhan secara menyeluruh.
Herbal Disebut Memiliki Senyawa Kompleks
Selain faktor emosional dan spiritual, Zaidul Akbar juga menyoroti potensi tanaman herbal dalam membantu proses penyembuhan.
Ia menjelaskan bahwa tumbuhan memiliki senyawa aktif yang kompleks, bukan hanya satu zat tunggal seperti pada obat kimia sintetis. Karena itu, efek yang diberikan oleh herbal bisa lebih luas terhadap tubuh.
Sebagai contoh, ia menyebut kunyit yang dikenal mengandung kurkumin. Namun menurutnya, kunyit tidak hanya memiliki satu senyawa aktif, melainkan puluhan senyawa lain yang juga berpotensi memberikan manfaat kesehatan.
Dalam beberapa kasus, konsumsi herbal tertentu bahkan dapat memberikan efek yang tidak terduga, seperti membantu menurunkan kolesterol sekaligus asam urat.
Beberapa Herbal yang Disebut Bermanfaat
Dalam penjelasannya, ia juga menyebut beberapa bahan alami yang sering digunakan dalam pengobatan tradisional, di antaranya:
-
akar alang-alang
-
serai
-
daun kelor
-
kunyit
Bahan-bahan tersebut dipercaya memiliki manfaat tertentu bagi kesehatan tubuh jika digunakan secara tepat.
Namun, ia juga mengingatkan bahwa penggunaan herbal sebaiknya tetap dilakukan dengan bijak dan tidak menggantikan sepenuhnya pengobatan medis tanpa pengawasan tenaga kesehatan.
Pentingnya Menyeimbangkan Pendekatan Medis dan Gaya Hidup
Secara keseluruhan, Zaidul Akbar menekankan bahwa penyembuhan penyakit tidak hanya bergantung pada satu faktor saja.
Kombinasi antara pengobatan medis, perubahan gaya hidup, pengelolaan emosi, serta pendekatan spiritual dinilai dapat membantu meningkatkan kualitas kesehatan seseorang.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap orang memiliki kondisi tubuh yang berbeda, sehingga pendekatan yang digunakan dalam menjaga kesehatan harus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.
Editor : Divka Vance Yandriana