RADAR TULUNGAGUNG – Edukasi kepada masyarakat mengenai penggunaan obat tradisional yang aman terus digalakkan. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Komisi IX, Heru Tjahjono, bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia menggelar kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) bersama tokoh masyarakat terkait pemberdayaan masyarakat tentang keamanan dan manfaat obat tradisional.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di GOR Serbaguna Ngunut, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung, pada Jumat (13/3). Kegiatan ini diikuti masyarakat dari berbagai kalangan serta sejumlah tokoh masyarakat yang hadir untuk mendapatkan pemahaman lebih luas mengenai penggunaan obat tradisional yang tepat dan aman.
Dalam kesempatan tersebut, Heru Tjahjono menyampaikan bahwa obat tradisional merupakan bagian dari kekayaan budaya bangsa yang sejak lama dimanfaatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan. Namun, penggunaannya perlu diiringi dengan pemahaman yang benar terkait keamanan serta kualitas produk.
Ia menegaskan, melalui kegiatan edukasi yang digelar bersama BPOM ini, masyarakat diharapkan semakin cermat dalam memilih produk obat tradisional yang beredar di pasaran.
“Obat tradisional memiliki manfaat yang baik bagi kesehatan apabila digunakan secara tepat. Karena itu masyarakat perlu mengetahui cara memilih produk yang aman, memiliki izin edar, serta diproduksi sesuai standar yang berlaku,” ujarnya.
Heru menambahkan bahwa kegiatan komunikasi, informasi, dan edukasi ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan literasi masyarakat mengenai produk kesehatan, termasuk obat tradisional.
“Dengan pemahaman yang baik, masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan obat tradisional secara bijak sekaligus terhindar dari produk yang tidak jelas asal-usulnya atau belum terjamin keamanannya,” imbuhnya.
Melalui kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan berbagai materi mengenai ciri-ciri obat tradisional yang aman, pentingnya memeriksa izin edar produk, serta manfaat penggunaan obat tradisional yang sesuai dengan ketentuan dari BPOM.
Editor : Sandy Sri Yuwana