7 Penyebab Kolesterol Tinggi yang Wajib Diwaspadai Menurut dr. Saddam Ismail, Cek Cara Pencegahannya

Natasha Eka Safrina • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 15:10 WIB
Ketahui 7 penyebab kolesterol tinggi menurut dr. Saddam Ismail. Simak pemicu dari makanan, kurang gerak, hingga pentingnya tes darah saat puasa. (Pinterest)
Ketahui 7 penyebab kolesterol tinggi menurut dr. Saddam Ismail. Simak pemicu dari makanan, kurang gerak, hingga pentingnya tes darah saat puasa. (Pinterest)

 

JAKARTA - Kadar kolesterol tinggi di dalam darah kini menjadi ancaman kesehatan serius yang tidak lagi memandang usia maupun bentuk fisik seseorang. Praktisi kesehatan dr. Saddam Ismail menegaskan bahwa kondisi penyebab kolesterol tinggi yang dibiarkan terus-menerus tanpa penanganan dapat memicu komplikasi penyakit berbahaya di kemudian hari.

Banyak masyarakat merasa bingung karena kadar kolesterol di dalam tubuh mereka tetap tinggi atau melonjak tajam meskipun merasa sudah rutin berolahraga. Anggapan lama bahwa penyakit ini hanya menyerang lansia atau individu berbadan gemuk kini sudah tidak berlaku lagi dalam realitas medis.

Pemahaman mengenai berbagai penyebab kolesterol tinggi sangat penting agar masyarakat dapat melakukan langkah pencegahan dan pemantauan secara berkala. Berikut adalah ulasan lengkap mengenai faktor-faktor yang memicu peningkatan kadar kolesterol menurut dr. Saddam Ismail.

Baca Juga: Arta Bonsai Batu Simpan Cemara 100 Tahun Seharga Rp750 Juta, Dirintis Keluarga Sejak 1979

Kurang Bergerak dan Gaya Hidup Sedentari

Salah satu faktor pemicu utama kenaikan kolesterol adalah kebiasaan kurang aktif bergerak atau sering disebut sebagai fenomena kaum rebahan. Banyak orang menghabiskan waktu sangat lama untuk berbaring di tempat tidur atau sofa sambil bermain telepon genggam.

Selain itu, tuntutan pekerjaan yang mengharuskan seseorang duduk dalam durasi panjang juga turut membatasi ruang gerak tubuh. Kurangnya aktivitas fisik yang diimbangi dengan kebiasaan jarang berolahraga secara langsung membuat metabolisme lemak tubuh terganggu dan kadar kolesterol meningkat.

Kondisi tersebut akan menjadi jauh lebih buruk apabila seseorang juga gemar mengonsumsi makanan yang tidak sehat. Untuk mengatasi masalah ini, melakukan olahraga secara rutin dan teratur sangat dianjurkan guna membantu menurunkan serta menormalkan kembali kadar kolesterol.

Faktor Pertambahan Usia dan Penurunan Metabolisme

Seiring bertambahnya usia seseorang, risiko untuk mengalami peningkatan kadar kolesterol akan menjadi jauh lebih tinggi dibandingkan saat masih berusia muda. Pertambahan usia secara alami berdampak langsung pada penurunan laju metabolisme di dalam tubuh manusia.

Penurunan fungsi metabolisme tubuh tersebut menyebabkan proses pengolahan lemak menjadi kurang efisien sehingga kolesterol lebih mudah terakumulasi di dalam darah. Kendati demikian, hal ini bukan berarti golongan usia muda sepenuhnya terbebas dari ancaman kolesterol tinggi.

Meskipun lansia lebih rentan, anak muda tetap bisa mengidap kondisi ini jika tidak menjaga gaya hidup dengan baik. Oleh sebab itu, kewaspadaan terhadap asupan harian harus ditingkatkan seiring bertambahnya usia.

Baca Juga: Bukan Sekadar Tempat Bertapa, Relief Arjuna Wiwaha hingga Altar Suci di Goa Selomangleng Tulungagung Diduga Berkaitan dengan Raja Jawa Kuno

Pengaruh Berat Badan Berlebih dan Risiko Obesitas

Memiliki berat badan berlebih atau mengidap kondisi obesitas merupakan salah satu pemicu utama melonjaknya kadar kolesterol di dalam darah. Kondisi berat badan berlebih menjadi indikator kuat bahwa pola makan serta gaya hidup yang dijalankan tidak sehat.

Orang yang mengalami obesitas umumnya mengonsumsi makanan secara berlebihan tanpa diimbangi dengan aktivitas fisik atau olahraga yang memadai. Meski demikian, orang bertubuh kurus pun tetap memiliki potensi mengalami kolesterol tinggi jika pola hidupnya buruk.

Apabila kondisi berat badan berlebih dibiarkan tanpa adanya upaya penurunan, penderita berisiko tinggi terserang berbagai komplikasi penyakit kronis. Beberapa risiko penyakit yang mengintai antara lain penyakit jantung, tekanan darah tinggi, hingga diabetes melitus tipe 2.

Pola Makan Tidak Sehat dan Kesalahan Memilih Pantangan

Pola makan yang buruk menjadi penyebab paling umum yang sering ditemukan dalam kasus melonjaknya kadar kolesterol harian. Kebiasaan mengonsumsi makanan yang kaya akan kandungan lemak jenuh serta lemak trans secara otomatis akan menaikkan kadar kolesterol jahat.

Selain lemak, konsumsi gula secara berlebihan juga sangat berbahaya karena tubuh akan mengubah kelebihan gula tersebut menjadi trigliserida. Peningkatan trigliserida ini pada akhirnya ikut mendorong kenaikan kadar kolesterol jahat (Low-Density Lipoprotein/LDL) di dalam tubuh.

Di sisi lain, membatasi atau menghentikan asupan kolesterol secara total justru merupakan sebuah langkah yang salah. Kolesterol sebenarnya diproduksi secara alami oleh organ hati dan juga didapatkan dari asupan makanan harian.

Jika asupan kolesterol dari makanan sama sekali dihentikan, organ hati justru akan merespons dengan memproduksi kolesterol dalam jumlah yang lebih banyak. Oleh karena itu, tubuh tetap membutuhkan asupan lemak sehat, seperti yang terkandung di dalam buah alpukat.

Masyarakat juga sering kali keliru dalam menentukan pantangan makanan, seperti menghindari konsumsi telur secara keseluruhan. Telur sebenarnya kaya akan nutrisi dan protein tinggi yang sangat dibutuhkan oleh tubuh.

Konsumsi telur tetap diperbolehkan selama tidak berlebihan, atau dengan memilih untuk mengonsumsi bagian putih telurnya saja jika ingin menyantap 2 sampai 3 butir. Selain itu, memperbanyak konsumsi makanan berserat seperti sayuran dan buah-buahan sangat efektif membantu menurunkan kolesterol.

Kebiasaan Merokok dan Paparan Asap Perokok Pasif

Bahaya merokok tidak hanya merusak organ pernapasan, tetapi juga berdampak buruk pada keseimbangan kadar kolesterol di dalam darah. Di dalam rokok terdapat kandungan zat kimia berbahaya bernama akrolein yang dapat merusak dan memengaruhi kadar LDL normal.

Dampak buruk dari kandungan zat kimia rokok ini berlaku bagi perokok aktif maupun masyarakat yang hanya menghirup asapnya sebagai perokok pasif. Oleh sebab itu, menjauhi lingkungan yang terpapar asap rokok menjadi langkah krusial untuk melindungi kesehatan tubuh.

Adanya Riwayat Penyakit Tertentu dan Faktor Genetik Keluarga

Kadar kolesterol di dalam darah juga dapat dipengaruhi oleh keberadaan riwayat penyakit medis tertentu yang diidap oleh penderita. Beberapa jenis penyakit yang memicu kenaikan kolesterol antara lain diabetes, penyakit hati, penyakit ginjal, tekanan darah tinggi, serta gangguan kelenjar tiroid.

Selain faktor penyakit, memiliki riwayat keluarga dengan kondisi kolesterol tinggi juga menjadi faktor risiko genetika yang membuat seseorang lebih mudah tertular kondisi serupa. Namun, faktor risiko keturunan ini sebenarnya dapat diantisipasi dengan menerapkan pola hidup sehat, olahraga teratur, serta menjaga asupan makanan.

Guna memastikan kadar kolesterol berada dalam batas normal, masyarakat disarankan untuk melakukan pemeriksaan darah secara rutin setiap dua hingga tiga bulan sekali. Sebelum menjalani tes kolesterol, penderita diwajibkan untuk berpuasa terlebih dahulu selama 8 hingga 10 jam agar hasil pemeriksaan akurat.

Editor : Natasha Eka Safrina
Sumber : Saddam Ismail
dr saddam ismail penyebab kolesterol tinggi cara menurunkan kolesterol bahaya lemak jenuh tes kadar kolesterol