Tanda Serangan Asam Urat pada Jempol Kaki dan Mitos Sayuran Menurut dr. Tony Setiobudi

Natasha Eka Safrina • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 16:40 WIB
Kenali gejala serangan asam urat pada jempol kaki menurut dr. Tony Setiobudi. Simak mitos sayuran hijau, bahaya bir, hingga obat pemicunya. (Pinterest)
Kenali gejala serangan asam urat pada jempol kaki menurut dr. Tony Setiobudi. Simak mitos sayuran hijau, bahaya bir, hingga obat pemicunya. (Pinterest)

 

JAKARTA - Serangan peningkat kadar gejala serangan asam urat sering kali muncul secara mendadak hingga menyebabkan penderita mengalami nyeri hebat pada persendian. Dokter Spesialis Bedah Tulang dan Bedah Tulang Belakang di Mount Elizabeth Hospital Singapura, dr. Tony Setiobudi, memaparkan penyebab utama serta cara mencegah radang sendi tersebut.

Kemunculan gejala serangan asam urat umumnya dialami secara tiba-tiba dengan tanda klinis yang sangat jelas pada area sendi. Kondisi gejala serangan asam urat ini dipicu oleh pembentukan kristal asam urat yang mengendap di dalam persendian akibat kadar purin darah yang tinggi.

Mengenali berbagai faktor risiko pemicu gejala serangan asam urat sangat krusial agar penanganan serta pencegahan dapat dilakukan secara tepat. Masyarakat imbau untuk tidak salah memahami mitos seputar konsumsi makanan agar penanganan asam urat berjalan efektif.

Baca Juga: Era Bonsai Depok Simpan Ribuan Koleksi, Anting Putri 26 Tahun Dibuka Rp150 Juta

Ciri-Ciri Serangan Asam Urat pada Jempol Kaki dan Penyebabnya

Serangan asam urat atau gout attack ditandai dengan munculnya rasa nyeri yang luar biasa parah pada bagian jempol kaki. Selain nyeri hebat, bagian sendi yang terdampak akan mengalami pembengkakan, berwarna merah, terasa panas, dan sangat sakit saat tersentuh.

Secara medis, peradangan hebat ini terjadi akibat adanya penumpukan kristal asam urat di dalam area persendian tubuh. Kristal ini secara alami terbentuk ketika kadar asam urat di dalam aliran darah seseorang berada dalam kondisi sangat tinggi.

Proses metabolisme purin dari makanan akan memicu pembentukan asam urat di dalam organ tubuh penderita. Konsumsi makanan kaya purin dalam jumlah besar menjadi faktor utama yang memicu timbulnya peradangan sendi mendadak tersebut.

Makanan Tinggi Purin dan Mitos Sayuran Hijau Serta Kacang

Pola makan kaya purin memegang peranan utama sebagai pemicu lonjakan kadar asam urat di dalam tubuh. Kandungan purin tinggi banyak ditemukan pada berbagai jenis makanan harian, khususnya semua jenis daging tanpa terkemudikan hanya daging merah.

Selain seluruh jenis daging, makanan laut atau seafood serta jeroan juga mengandung kadar purin yang sangat tinggi. Mengonsumsi bahan-bahan makanan tersebut secara berlebihan akan mempercepat proses penumpukan asam urat pada jaringan persendian.

Di sisi lain, dr. Tony Setiobudi menegaskan bahwa anggapan sayuran hijau dan kacang sebagai penyebab asam urat adalah mitos belaka. Sayuran hijau dan kacang sebenarnya mengandung kadar purin yang rendah dan tidak pernah terbukti secara ilmiah memicu serangan asam urat.

Baca Juga: Arta Bonsai Batu Simpan Cemara 100 Tahun Seharga Rp750 Juta, Dirintis Keluarga Sejak 1979

Bahaya Konsumsi Alkohol dan Kandungan Purin dalam Bir

Kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol, terutama bir, dapat meningkatkan risiko terserang peradangan asam urat secara drastis. Minuman alkohol bekerja ganda dengan memicu produksi asam urat sekaligus menghambat proses pembuangannya melalui organ ginjal.

Hambatan pembuangan oleh ginjal ini menyebabkan kenaikan kadar asam urat di dalam aliran darah terjadi sangat cepat. Khusus untuk minuman bir, di dalamnya juga terdapat kandungan purin yang dapat langsung memicu munculnya serangan asam urat.

Oleh karena itu, langkah membatasi atau menghentikan secara total konsumsi alkohol menjadi poin penting dalam pencegahan. Menjauhi alkohol akan membantu menjaga fungsi ginjal tetap optimal dalam membuang sisa metabolisme.

Pengaruh Berat Badan Berlebih dan Risiko Komplikasi Kronis

Memiliki berat badan berlebih atau obesitas berdampak langsung pada peningkatan kadar asam urat di dalam aliran darah. Kondisi ini terjadi karena tubuh orang berbobot berlebih memproduksi lebih banyak asam urat sekaligus mengalami kesulitan saat membuangnya.

Selain memperberat kerja ginjal, obesitas sering kali berkaitan erat dengan masalah kesehatan kronis lainnya pada penderita. Kondisi medis pendamping tersebut meliputi penyakit hipertensi, diabetes, serta resistensi insulin (insulin resistance).

Kombinasi antara obesitas dan masalah kesehatan kronis tersebut berkontribusi besar menaikkan kadar asam urat secara terus-menerus. Menurunkan berat badan secara bertahap sangat dianjurkan untuk mengurangi frekuensi serta risiko serangan asam urat.

Baca Juga: Bukan Sekadar Tempat Bertapa, Relief Arjuna Wiwaha hingga Altar Suci di Goa Selomangleng Tulungagung Diduga Berkaitan dengan Raja Jawa Kuno

Peran Genetik Keluarga dan Faktor Penyakit Pendamping

Faktor riwayat keluarga memiliki peranan yang sangat penting dalam menentukan tingkat risiko seseorang terserang penyakit asam urat. Apabila terdapat anggota keluarga yang pernah terkena asam urat, anggota keluarga lainnya memiliki risiko jauh lebih tinggi.

Faktor genetik ini memengaruhi cara organ tubuh dalam memetabolisme purin serta mengatur kadar asam urat darah. Akibatnya, faktor keturunan membuat seseorang menjadi jauh lebih rentan terhadap peningkatan asam urat dan peradangan sendi.

Selain faktor genetik, keberadaan kondisi medis seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit ginjal kronis ikut meningkatkan risiko. Penyakit-penyakit kronis tersebut secara langsung merusak metabolisme alami asam urat di dalam aliran darah.

Risiko peradangan sendi ini juga diperburuk oleh konsumsi jenis obat-obatan medis tertentu secara rutin. Penggunaan obat jenis diuretik, aspirin, serta imunosupresan seperti siklosporin (cyclosporine) dapat menaikkan kadar asam urat di dalam darah.

Langkah Pencegahan Efektif Tanpa Obat-Obatan

Untuk mencegah kemunculan peradangan asam urat, masyarakat wajib memahami dan menghindari seluruh faktor pemicunya sejak dini. Penerapan pola makan rendah purin dengan membatasi daging, jeroan, dan seafood menjadi dasar utama pencegahan.

Langkah pencegahan berikutnya adalah menghentikan konsumsi minuman beralkohol serta menjaga berat badan tetap berada di angka ideal. Kombinasi langkah-langkah ini sangat efektif menekan risiko dan mencegah timbulnya kembali serangan nyeri sendi.

dr. Tony Setiobudi berharap edukasi kesehatan ini dapat memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat mengenai asam urat. Kesadaran untuk menerapkan pola hidup sehat menjadi kunci utama dalam menjaga kelancaran metabolisme tubuh.

Editor : Natasha Eka Safrina
Sumber : Dr Tony Setiobudi
cara mencegah asam urat gejala serangan asam urat dr tony setiobudi pemicu asam urat mitos sayuran asam urat