Gejala Asam Urat Tinggi dan Komplikasinya yang Wajib Diwaspadai Menurut dr. Wismandari

Natasha Eka Safrina • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 16:50 WIB
Pelajari gejala asam urat tinggi menurut dr. Wismandari Wisnu. Cek batas normal pria wanita, bahaya batu ginjal, hingga efek samping obat TBC.
Pelajari gejala asam urat tinggi menurut dr. Wismandari Wisnu. Cek batas normal pria wanita, bahaya batu ginjal, hingga efek samping obat TBC.

 

JAKARTA - Penyakit radang sendi yang ditimbulkan oleh lonjakan gejala asam urat kini kian marak mengancam kesehatan masyarakat tanpa pandang usia. Spesialis Penyakit Dalam dr. Wismandari Wisnu memaparkan berbagai faktor pemicu, batas normal, serta bahaya komplikasi organ akibat kadar asam urat tinggi di dalam darah.

Mengenali berbagai indikator gejala asam urat sangat penting agar pengobatan dan penanganan medis dapat dilakukan secara dini. Kadar purin yang menumpuk dapat mengendap di berbagai bagian tubuh dan memicu timbulnya rasa nyeri yang sangat mengganggu kenyamanan.

Kemunculan gejala asam urat tidak boleh diabaikan begitu saja karena berpotensi menimbulkan masalah kesehatan kronis pada organ dalam penderita. Masyarakat diimbau untuk mengenali tanda-tandanya serta rutin memeriksakan diri secara berkala.

Baca Juga: Harga Bonsai Bisa Naik 200 Persen Usai Menang Kontes, Pak Agung Ungkap Strategi dari Bahan Murah

Batas Normal Asam Urat Laki-laki dan Perempuan menurut Laboratorium

Kadar asam urat di dalam aliran darah manusia memiliki ambang batas normal yang berbeda antara laki-laki dan perempuan. Meskipun standar angka di setiap laboratorium dapat bervariasi, secara umum terdapat acuan nilai yang disepakati oleh praktisi medis.

Pada kelompok perempuan, kadar asam urat darah secara umum dikatakan normal apabila berada pada rentang angka 2 hingga 7. Sementara itu, pada kelompok laki-laki, kadar normal asam urat berada pada kisaran angka 3 hingga 8.

Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan kadar di atas nilai normal tersebut, zat asam urat berisiko tinggi mengendap di organ tubuh. Penumpukan endapan inilah yang lambat laun memicu kerusakan jaringan jika tidak segera ditangani secara tepat.

Bahaya Endapan Asam Urat pada Ginjal dan Kandung Empedu

Saat kadar asam urat melampaui batas normal, proses pengendapan dapat terjadi pada beberapa organ penting di dalam tubuh penderita. Organ pertama yang paling sering menjadi lokasi pengendapan kristal tersebut adalah area kandung empedu hingga membentuk batu empedu.

Selain pada kandung empedu, endapan asam urat juga sangat sering terjadi pada organ ginjal hingga memicu penyakit batu ginjal. Kondisi batu ginjal akibat asam urat ini sangat merugikan fungsi penyaringan cairan tubuh.

Masalah utama dalam pemantauan organ ini adalah endapan kristal asam urat sangat sulit dideteksi hanya melalui foto rontgen biasa. Gambar foto medis tidak mampu memperlihatkan keberadaan asam urat, sehingga tes darah berkala menjadi cara mutlak untuk pemantauan.

Baca Juga: Era Bonsai Depok Simpan Ribuan Koleksi, Anting Putri 26 Tahun Dibuka Rp150 Juta

Ciri-Ciri Gejala Fisik pada Sendi dan Benjolan di Telinga

Rasa nyeri yang hebat, pembengkakan nyata, serta sensasi panas pada area persendian merupakan tanda umum akibat penumpukan purin. Persendian yang paling sering diserang dan mengalami rasa nyeri sangat hebat adalah bagian ibu jari kaki penderita.

Selain di area persendian kaki dan tangan, endapan asam urat juga dapat memicu munculnya benjolan fisik pada organ telinga. Timbulnya benjolan pada telinga ini sering kali tidak disadari karena keluhannya bisa disertai nyeri maupun tanpa rasa sakit.

Namun, dr. Wismandari Wisnu menegaskan bahwa tingkat kadar asam urat laboratorium tidak selalu berkorelasi setara dengan keluhan fisik penderita. Seseorang dengan kadar asam urat mencapai angka 10 bisa saja tidak merasakan gejala apa pun sama sekali.

Sebaliknya, penderita dengan kadar asam urat rendah di angka 4 atau 5 justru sudah merasakan nyeri hebat dan muncul benjolan. Fenomena perbedaan respons tubuh ini menjadi alasan pentingnya pemeriksaan medis menyeluruh oleh dokter.

Faktor Pemicu Asam Urat dari Makanan, Genetik, hingga Dehidrasi

Peningkatan kadar asam urat di dalam darah dapat dipicu oleh berbagai faktor serta kondisi medis tertentu pada penderita. Faktor pemicu paling umum yang paling sering dijumpai di masyarakat adalah konsumsi jenis makanan berlebih yang mengandung purin.

Selain faktor asupan makanan, kondisi genetik atau keturunan juga memegang peranan sangat besar dalam memicu lonjakan asam urat. Apabila memiliki orang tua atau kakek nenek penderita asam urat, risiko seseorang untuk mengidap penyakit serupa menjadi sangat tinggi.

Faktor pemicu berikutnya yang sering diabaikan adalah kondisi dehidrasi akibat kebiasaan kurang minum air putih secara berkala dan berkepanjangan. Secara alami, asam urat seharusnya dibuang dari dalam tubuh melalui organ ginjal saat buang air kecil.

Ketika seseorang malas minum air putih, proses pengeluaran asam urat oleh ginjal tidak dapat berjalan secara optimal dan lancar. Kurangnya pembuangan cairan ini secara otomatis menyebabkan penumpukan zat asam urat mengendap di dalam jaringan tubuh.

Baca Juga: Arta Bonsai Batu Simpan Cemara 100 Tahun Seharga Rp750 Juta, Dirintis Keluarga Sejak 1979

Pengaruh Penyakit Kronis, Kehamilan, dan Efek Samping Obat TBC

Keberadaan penyakit kronis pendamping juga dapat mendorong peningkatan kadar asam urat darah secara signifikan pada penderita. Penderita penyakit diabetes melitus memiliki kemungkinan sangat besar untuk mengalami peningkatan kadar asam urat di dalam tubuhnya.

Penyakit kanker darah juga memicu lonjakan asam urat akibat terjadinya proses pemecahan sel-sel darah dalam jumlah besar. Selain itu, kondisi medis seperti hipertensi dan dislipidemia atau kolesterol tinggi biasanya ikut diiringi oleh kadar asam urat tinggi.

Kondisi kehamilan pada situasi tertentu juga dapat menyebabkan ibu hamil mengalami peningkatan kadar asam urat sementara waktu. Namun, kondisi lonjakan asam urat saat hamil ini akan membaik dengan sendirinya setelah proses persalinan selesai.

Ibu hamil diimbau untuk tidak terburu-buru mengonsumsi obat-obatan asam urat karena tidak semua obat aman bagi janin. Selain faktor kehamilan, konsumsi jenis obat-obatan medis tertentu juga memiliki efek samping menaikkan kadar asam urat.

Salah satu obat yang sering digunakan masyarakat dan berefek menaikkan asam urat adalah obat penanganan penyakit TBC. Obat pengobatan penyakit TBC ini tetap wajib diminum, meskipun penderita harus mewaspadai efek samping peningkat asam urat tersebut.

Begitu pula dengan jenis obat-obatan kemoterapi yang digunakan untuk mengobati penderita kanker di rumah sakit. Obat kemoterapi tersebut memiliki dampak sampingan yang dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah pasien.

Tanda Komplikasi Batu Ginjal dan Batu Kandung Empedu

Apabila penderita sudah mengalami komplikasi organ, gejala fisik yang dirasakan akan muncul berdasarkan letak komplikasi tersebut. Penderita komplikasi batu ginjal akan mengeluhkan kesulitan buang air kecil, nyeri saat pipis, urin sedikit, hingga warna urin memerah.

Sementara itu, penderita komplikasi batu kandung empedu akan merasakan keluhan fisik yang menyerupai gejala penyakit maag. Penderita sering merasa mual serta nyeri ulu hati, namun bedanya rasa nyeri ini dapat menembus sampai memicu kembung hebat.

Kemunculan rasa nyeri ulu hati yang menembus hingga kembung tersebut patut diwaspadai sebagai sinyal komplikasi asam urat tinggi. Penanganan cepat sangat diperlukan agar komplikasi organ dalam tidak berlanjut menjadi semakin parah.

Langkah Pencegahan dan Target Kadar Asam Urat Ideal

Untuk mencegah penyakit asam urat menjadi gawat, dr. Wismandari Wisnu membagikan sejumlah langkah penanganan serta pencegahan efektif. Langkah utama bagi penderita adalah memeperbaiki pola makan dengan mengurangi makanan tinggi purin seperti emping dan sayuran hijau.

Penderita disarankan tidak membatasi total melainkan mengurangi porsi sayuran hijau dan emping agar asupan nutrisi tetap seimbang. Penderita juga wajib berobat secara teratur hingga kadar asam urat darah berhasil diturunkan mencapai di bawah angka 5 atau 6.

Bagi masyarakat yang belum mengalami kenaikan asam urat namun memiliki faktor risiko seperti obesitas atau diabetes, olahraga teratur sangat dianjurkan. Olahraga bermanfaat menurunkan berat badan sekaligus mencegah potensi penumpukan zat purin di dalam darah.

Masyarakat yang memiliki riwayat keluarga penderita juga diimbau menghindari makanan tinggi purin sejak dini secara disiplin. Melakukan pemeriksaan kadar asam urat secara berkala menjadi kunci utama untuk menjaga kesehatan tubuh tetap optimal.

Editor : Natasha Eka Safrina
Sumber : Hidup Sehat tvOne
gejala asam urat dr wismandari wisnu batas normal asam urat batu ginjal asam urat obat tbc pemicu asam urat