Buah untuk Meningkatkan Imun Tubuh: Ini Pilihan dan Cara Makan yang Benar

Natasha Eka Safrina • Dipublikasikan Minggu, 26 Juli 2026 | 20:45 WIB
dr. Rosnah Pinontoan ulas buah untuk meningkatkan imun tubuh. Simak fakta jeruk, kiwi, pisang, porsi aman, dan tips bersihkan pestisida
dr. Rosnah Pinontoan ulas buah untuk meningkatkan imun tubuh. Simak fakta jeruk, kiwi, pisang, porsi aman, dan tips bersihkan pestisida

 

JAKARTA - Dokter Spesialis Gizi Klinik dr. Rosnah Pinontoan, M.Gizi, Sp.GK membagikan panduan pemenuhan buah untuk meningkatkan imun tubuh secara optimal. Penjelasan medis ini disampaikannya untuk membantu masyarakat menjaga daya tahan fisik dari ancaman penyakit.

Pemilihan jenis buah untuk meningkatkan imun tubuh harus dilakukan dengan memperhatikan kandungan nutrisi alami di dalamnya. Menurut dr. Rosnah, konsumsi buah yang tepat dapat memperkuat sistem kekebalan fisik harian.

Konsumsi buah untuk meningkatkan imun tubuh menjadi langkah penting untuk mendukung kerja sel darah putih dalam melawan infeksi. Setiap jenis buah membawa manfaat spesifik bagi kebugaran organ dalam.

Sistem daya tahan tubuh sendiri dipahami sebagai mekanisme kerja alami fisik dalam memerangi gangguan penyakit. Salah satu upaya terbaik untuk menjaganya adalah dengan rutin mengonsumsi buah-buahan tertentu.

Masyarakat perlu memahami bahwa manfaat buah tidak hanya berasal dari satu jenis tanaman saja. Kombinasi nutrisi dari beragam buah sangat dibutuhkan untuk menyempurnakan proses metabolisme tubuh.

Baca Juga: Nasi Pecel Lesehan Bu Tuti Tuban Viral, Lauk Seafood Lengkap Mulai Rp7.000 hingga Rp22.000

Pemaparan lengkap mengenai hubungan antara buah dan kekebalan tubuh disampaikan langsung dalam tayangan Kata Dokter. Berbagai mitos dan fakta seputar konsumsi buah dikupas secara tuntas oleh pakar.

Khasiat Jeruk Sunkis, Pepaya, Jambu Biji, dan Lemon

Jeruk sunkis terbukti efektif dalam memperkuat sistem kekebalan tubuh dari ancaman serangan infeksi virus. Kandungan vitamin C yang tinggi dalam jeruk sunkis memicu peningkatan produksi sel darah putih.

Sel darah putih tersebut memegang peranan krusial dalam mekanisme pertahanan tubuh untuk melawan infeksi. Meski demikian, dr. Rosnah menegaskan bahwa jeruk sunkis bukanlah pemilik vitamin C tertinggi.

Buah pepaya juga menyimpan manfaat besar bagi penguatan sistem imun dan kelancaran saluran pencernaan. Pepaya mengandung vitamin A berupa beta karoten yang berfungsi sebagai senyawa antioksidan.

Selain beta karoten, pepaya kaya akan vitamin C serta senyawa flavonoid untuk meredakan peradangan. Kombinasi nutrisi tersebut secara tidak langsung membantu tubuh dalam memerangi inflamasi di dalam badan.

Jambu biji dikenal memiliki kadar vitamin C yang sangat tinggi untuk menjaga kebugaran tubuh harian. Namun, gelar buah dengan kandungan vitamin C paling tinggi sebenarnya dipegang oleh buah lemon.

Pemahaman mengenai kadar vitamin C ini membantu masyarakat menentukan pilihan buah secara bijak. Baik jambu biji maupun lemon sama-sama baik untuk dikonsumsi sebagai pelengkap gizi.

Baca Juga: Petik Padi Sedekah Bumi Desa Kalidawir Jadi Wujud Syukur Petani di Tulungagung

Antioksidan dalam Buah Kiwi dan Nanas

Buah kiwi menjadi pilihan berikutnya yang kaya akan kandungan senyawa antioksidan penangkal penyakit. Kiwi hadir dalam beberapa varian warna seperti merah, kuning, hingga warna hijau.

Setiap varian warna buah kiwi menyimpan jenis senyawa antioksidan yang berbeda satu sama lain. Seluruh varian tersebut berfungsi memerangi peradangan di dalam tubuh melalui mekanisme masing-masing.

Selain meningkatkan imunitas tubuh, buah kiwi juga bermanfaat melancarkan pencernaan dan menjaga kesehatan mata. Manfaat ganda ini menjadikan kiwi sangat baik dimasukkan dalam menu harian.

Sementara itu, buah nanas terbukti kaya akan kandungan senyawa flavonoid pada bagian kulit dan dagingnya. Senyawa flavonoid ini memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat bagi kesehatan.

Buah berdaging putih seperti jambu biji putih juga tetap mengandung flavonoid alami. Jenis flavonoid pada setiap buah akan berbeda-beda tergantung pada warna yang dimilikinya.

Kandungan antioksidan pada nanas bekerja menunda proses pembentukan radikal bebas di dalam tubuh. Mencegah radikal bebas sejak awal akan meminimalkan risiko timbulnya penyakit berbahaya.

Baca Juga: Petik Padi Sedekah Bumi Desa Kalidawir Jadi Wujud Syukur Petani di Tulungagung

Mitos Pisang sebagai Superfood dan Kelengkapan Nutrisinya

Banyak anggapan menyebutkan bahwa buah pisang merupakan superfood terbaik bagi kekebalan tubuh. Namun, dr. Rosnah menegaskan bahwa anggapan pisang sebagai superfood adalah sebuah mitos.

Secara medis, tidak ada satupun jenis buah tunggal yang dapat dikategorikan sebagai buah paling sempurna. Setiap jenis buah memiliki kelebihan dan kekurangan nutrisi yang saling melengkapi.

Meskipun bukan superfood, buah pisang tetap memberikan kontribusi positif dalam menguatkan sistem imun. Pisang mengandung berbagai nutrisi penting seperti asam folat, vitamin C, dan kalsium.

Kandungan gizi dalam pisang mendukung kelancaran proses metabolisme serta sistem hormonal dan enzimatik. Seluruh proses metabolisme yang berjalan baik pada akhirnya akan memperkuat sistem imun.

Masyarakat diimbau untuk tidak hanya mengandalkan satu jenis buah saja dalam menu harian. Variasi makanan tetap menjadi kunci utama dalam menjaga keseimbangan gizi tubuh secara menyeluruh.

Pemahaman yang benar mengenai pisang mencegah timbulnya kesalahpahaman dalam pengaturan pola makan. Pisang sebaiknya dikonsumsi bersamaan dengan buah-buahan segar jenis lainnya.

Aturan Porsi, Variasi Warna, dan Risiko Konsumsi Berlebih

Pengaturan konsumsi buah harus memperhatikan aspek jumlah, jenis, dan variasi warna yang seimbang. Porsi konsumsi buah harian wajib disesuaikan agar tidak kurang maupun berlebihan.

Konsumsi buah dalam jumlah terlampau banyak justru berisiko memicu peningkatan kadar asam urat. Penumpukan asam urat berlebih berpotensi menyebabkan terbentuknya batu ginjal di dalam tubuh.

Masyarakat disarankan mengonsumsi buah dengan variasi warna yang beragam setiap harinya. Setiap warna buah menyimpan keunggulan nutrisi tersendiri yang tidak dimiliki oleh warna lain.

Minimal konsumsi harian adalah dua jenis warna buah yang berbeda dalam satu hari. Jika memungkinkan, masyarakat dapat mengonsumsi tiga hingga lima variasi warna buah sekaligus.

Keberagaman warna buah memastikan seluruh kebutuhan zat antioksidan tubuh dapat terpenuhi. Tidak ada alasan untuk mengabaikan jenis buah tertentu karena semuanya saling melengkapi.

Pendekatan variasi warna ini menjadi cara paling aman dan efektif dalam memelihara imunitas. Masyarakat dapat mengatur porsi buah sesuai dengan kebutuhan gizi harian masing-masing.

Cara Makan Buah yang Benar dan Tips Membersihkan Pestisida

Tata cara mengonsumsi buah yang paling disarankan adalah memakannya secara langsung sebagai buah potong. Mengonsumsi buah segar secara utuh menjaga seluruh kandungan gizi tetap utuh diserap.

dr. Rosnah sangat tidak menganjurkan masyarakat untuk mengolah buah-buahan dengan cara di-jus. Proses pembuatan jus membuat bagian padat buah terpisah dan berpotensi membuang gizi penting.

Bagian padat buah mengikat vitamin, mineral, air, dan zat antioksidan yang sangat dibutuhkan. Selain itu, bagian padat tersebut mengandung serat alami yang berfungsi sebagai makanan probiotik.

Serat pangan ini menjadi asupan utama bagi bakteri baik di dalam usus besar manusia. Usus besar yang sehat dan terawat akan mendukung peningkatan sistem kekebalan tubuh.

Untuk buah yang kulitnya dapat dimakan seperti apel dan pir, kulitnya sebaiknya ikut dikonsumsi. Kulit buah menyimpan serat dan nutrisi tambahan yang sangat bermanfaat bagi kesehatan.

Masalah sisa pestisida pada kulit buah dapat diatasi dengan teknik pembersihan yang tepat. Masyarakat cukup merendam buah dalam air hangat selama kurang lebih 15 menit.

Air yang digunakan untuk merendam jangan terlalu panas agar tidak merusak kesegaran dan rasa buah. Setelah direndam air hangat, buah dapat langsung dikupas atau dimakan secara utuh.

Langkah sederhana ini memastikan buah yang dikonsumsi bebas dari cemaran zat kimia berbahaya. Kepatuhan pada aturan konsumsi buah akan memberikan dampak maksimal bagi imunitas.

Edukasi kesehatan mengenai buah ini menjadi panduan praktis dalam menerapkan gaya hidup sehat. dr. Rosnah berharap masyarakat semakin bijak dalam memilih dan mengolah buah harian.

Editor : Natasha Eka Safrina
buah untuk meningkatkan imun tubuh cara makan buah yang benar dr Rosnah Pinontoan manfaat antioksidan buah mitos superfood pisang