Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Getuk Pisang: Makanan Tradisional Tulungagung yang Tak Lekang oleh Zaman, Berikut Alasannya

Rinto Wahyu Hidayat • Rabu, 11 Juni 2025 | 21:00 WIB

 

Tulungagung sebuah kabupaten di Jawa Timur, dikenal bukan hanya karena seni ukir marmernya, tetapi juga karena kulinernya yang khas.
Tulungagung sebuah kabupaten di Jawa Timur, dikenal bukan hanya karena seni ukir marmernya, tetapi juga karena kulinernya yang khas.

TULUNGAGUNG - Tulungagung sebuah kabupaten di Jawa Timur, dikenal bukan hanya karena seni ukir marmernya, tetapi juga karena kulinernya yang khas dan menggoda.

Salah satu makanan tradisional yang pertama kali dikenali dan masih lestari di Tulungagung hingga hari ini adalah Getuk Pisang.

Camilan berbahan dasar pisang ini bukan hanya disukai oleh masyarakat Tulungagung, tapi juga menjadi oleh-oleh khas yang wajib dibawa pulang wisatawan.

Sejarah Singkat Getuk Pisang

Getuk pisang diperkirakan sudah ada sejak awal abad ke-20, berasal dari tradisi masyarakat agraris yang memanfaatkan pisang matang sebagai bahan makanan utama.

Pada masa lalu, pisang yang terlalu matang tidak dibuang begitu saja, melainkan diolah menjadi getuk untuk menghindari pemborosan.

Berbeda dengan getuk singkong yang lebih dikenal secara nasional, Getuk Pisang Tulungagung memiliki keunikan tersendiri karena menggunakan pisang raja nangka atau pisang kepok yang dikukus dan dihaluskan, lalu dibungkus daun pisang dan dikukus kembali hingga harum.

Cita Rasa dan Tekstur yang Unik

Getuk pisang memiliki tekstur yang lembut dan legit dengan rasa manis alami dari buah pisang. Proses fermentasi ringan selama pembungkusan membuat aromanya menjadi khas dan menggoda.

Kombinasi antara rasa manis, aroma daun pisang, dan sedikit rasa asam dari fermentasi alami inilah yang membuat makanan ini begitu berbeda dari camilan lainnya.

Alasan Getuk Pisang Masih Eksis hingga Sekarang

1. Resep Tradisional yang Mudah dan Murah.

Bahan utama berupa pisang dan daun pisang sangat mudah ditemukan di Tulungagung. Selain itu, proses pembuatannya sederhana sehingga banyak ibu rumah tangga maupun pelaku UMKM bisa memproduksinya secara rumahan.

2. Cita Rasa Autentik yang Dirindukan.

Di tengah gempuran makanan modern, banyak orang tetap mencari makanan dengan cita rasa nostalgia. Getuk Pisang menghadirkan rasa masa lalu yang kini sulit ditemui di makanan kekinian.

3. Daya Tarik Sebagai Oleh-Oleh Khas.

Wisatawan yang berkunjung ke Tulungagung sering menjadikan Getuk Pisang sebagai oleh-oleh. Banyak toko oleh-oleh di sekitar Stasiun Tulungagung dan Pasar Ngemplak yang masih menjajakan makanan ini.

4. Peran UMKM dan Dukungan Pemerintah Daerah.

Pemerintah Kabupaten Tulungagung melalui dinas pariwisata dan UMKM secara aktif mempromosikan Getuk Pisang dalam berbagai festival kuliner, baik di tingkat lokal maupun nasional.

Getuk Pisang bukan hanya sekadar makanan ringan, melainkan simbol warisan budaya dan kreativitas lokal masyarakat Tulungagung.

Eksistensinya hingga saat ini menjadi bukti bahwa makanan tradisional dapat terus bertahan apabila tetap dijaga kualitas dan keberlanjutannya.(rin)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#Gethuk Pisang #tulungagung