RADAR TULUNGAGUNG – Ramadan membawa berkah bagi pelaku usaha kecil, termasuk penjual gorengan, Sisi Retno Dewi.
Selama bulan puasa, ia mengaku dagangannyajauh lebih ramai dibanding hari biasa.
Penjual gorengan dari Desa Doroampel, Kecamatan Sumbergempol, Tulungagung, ini mengatakan lonjakan pembeli terjadi setiap sore menjelang waktu berbuka.
Aneka gorengan seperti ote-ote udang, lumpia ayam, hingga pisang goreng kepok menjadi incaran warga untuk menu takjil.
“Kalau Ramadan lebih ramai, karena setiap hari kita bikin fresh,” ujar Dewi.
Ia sehari-hari berjualan di satu lokasi tetap. Namun saat ada event tertentu, termasuk Car Free Day (CFD) setiap Minggu di kawasan barat TT ia juga membuka lapak tambahan.
Dewi menyediakan berbagai macam gorengan. Di antaranya ote-ote udang, lumpia ayam sayur, lumpia ayam rebong, tahu bakso goreng telur, tahu ayam sayur pedas, bakwan, martabak, bala-bala hingga pisang goreng kepok.
“Semua macam gorengan ada,” katanya.
Menurutnya, Ramadan menjadi momentum peningkatan omzet. Tradisi masyarakat berburu takjil membuat gorengan selalu laris manis.
Meski persaingan kuliner cukup ketat, ia tetap mengandalkan rasa dan kualitas untuk mempertahankan pelanggan.
Harapannya, penjualan tetap stabil meski bulan puasa telah usai.
Bagi penjual gorengan ini, Ramadan bukan hanya soal ramainya pembeli, tetapi juga keberkahan usaha yang terus berputar setiap hari. (mg2/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri