RADAR TULUNGAGUNG - Bubur Madura bisa menjadi salah satu menu takjil alternatif untuk membatalkan puasa. Salah satunya yang dijual di sekitar Jalan Wahidin Sudirohusodo Tulungagung.
Sajian yang jarang ditemui di kota ini menghadirkan rasa penasaran bagi warga sekitar maupun pengendara yang melintas.
Namun, Bubur Madura tetap menjadi menu andalan. Lintang, si penjual, menyebut cita rasa santan menjadi pembeda utama dibanding bubur manis lain yang umum dijual di Tulungagung.
“Kalau Bubur Madura itu santannya lebih gurih dari jenang biasanya,” ujarnya saat ditemui di lapaknya.
Teksturnya lembut dengan aneka isian seperti mutiara dan candil yang berpadu dalam satu mangkuk, menghadirkan sensasi manis yang akrab namun tetap berbeda.
Menurut Lintang, racikan buburnya sebenarnya tidak jauh berbeda dengan bubur manis yang dikenal masyarakat lokal.
Hanya saja, komposisi isian dibuat lebih melimpah sehingga rasanya terasa lebih kaya.
“Sebenarnya hampir sama, cuma biasanya pisangnya lebih banyak,” katanya.
Dalam sehari, dia menyiapkan sekitar 30 porsi untuk memenuhi pembeli. Lapak tersebut juga tidak hanya muncul saat Ramadan, tetapi tetap buka di hari biasa di lokasi yang sama.
Menjelang waktu berbuka puasa, pembeli datang silih berganti. Ada yang sengaja berhenti karena penasaran, ada pula pelanggan lama yang sudah mengenal rasanya.
“Biasanya sekitar 30-an porsi sudah cukup, apalagi kalau sore ramai,” tambahnya. (mg1/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri