Begini Proses Pembuatan Gula Aren Tradisional, Dimulai dari Penyaringan hingga Pencetakan

Ingge Nayla Ayu Karina • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 13:50 WIB
k
Proses pembuatan gula aren tradisional dimulai dari penyaringan nira, perebusan hingga pencetakan menggunakan tempurung kelapa.

 

RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Proses pembuatan gula aren tradisional masih dipertahankan oleh sebagian masyarakat di berbagai daerah Indonesia. Pembuatan gula ini dilakukan secara bertahap, mulai dari pengambilan nira, penyaringan, perebusan, hingga proses pencetakan menggunakan tempurung kelapa.

 

Video yang beredar di YouTube memperlihatkan secara rinci bagaimana gula aren diproduksi secara tradisional dengan peralatan sederhana. Seluruh proses dilakukan secara manual dan membutuhkan ketelatenan agar menghasilkan gula dengan kualitas baik.

 

Tahap pertama dimulai dari pengambilan air nira atau cairan manis yang berasal dari pohon aren. Cairan tersebut kemudian dikumpulkan sebelum masuk ke proses berikutnya.

 

Setelah terkumpul, nira harus segera disaring untuk memisahkan berbagai kotoran seperti serangga, daun, hingga benda asing lainnya yang ikut terbawa saat proses pengambilan.

 

Nira Disaring Menggunakan Kain Halus

 

Dalam proses penyaringan, pengrajin menggunakan kain kelambu yang memiliki pori-pori halus.

 

Penyaringan ini dinilai penting karena kualitas gula sangat dipengaruhi oleh kebersihan nira yang digunakan.

 

Berbagai kotoran seperti kupu-kupu maupun serangga kecil yang masuk ke dalam cairan manis harus dipisahkan agar tidak memengaruhi hasil akhir gula.

 

Setelah proses penyaringan selesai, nira kemudian dipindahkan ke dalam wajan besar untuk direbus.

 

Direbus Hingga Mengental

 

Tahap perebusan menjadi salah satu proses terpenting dalam pembuatan gula aren.

 

Nira direbus dalam waktu cukup lama hingga kandungan airnya berkurang dan kadar gula semakin tinggi.

 

Saat cairan mulai mendidih, busa yang muncul di permukaan diangkat secara berkala.

 

Pengrajin juga menambahkan sedikit minyak untuk mencegah cairan meluap keluar dari wajan selama proses pemanasan.

 

Seiring waktu, warna cairan berubah menjadi lebih pekat dan teksturnya semakin kental.

 

Pengrajin biasanya terus mengaduk cairan agar panas merata dan mencegah bagian bawah gosong.

 

Dalam video tersebut juga diperlihatkan bagaimana pengrajin memanfaatkan abu hasil pembakaran kayu untuk membantu menajamkan alat pemotong yang digunakan selama proses produksi.

 

Mengecek Kematangan Gula

 

Setelah cairan semakin mengental, pengrajin mulai memeriksa apakah gula sudah siap diangkat.

 

Terdapat dua cara yang dilakukan.

 

Pertama, dengan melihat tekstur cairan yang mulai membentuk benang saat diangkat.

 

Cara kedua dilakukan dengan meneteskan sedikit cairan gula ke dalam air dingin.

 

Apabila tetesan tersebut langsung mengeras, maka hal itu menandakan kadar air sudah cukup rendah dan gula siap memasuki tahap pencetakan.

 

Sebaliknya, jika teksturnya masih lembut, proses perebusan harus dilanjutkan hingga mencapai tingkat kekentalan yang diinginkan.

 

Dicetak Menggunakan Tempurung Kelapa

 

Setelah dinyatakan matang, cairan gula kemudian diangkat dari tungku dan terus diaduk.

 

Proses pengadukan dilakukan agar tekstur gula menjadi lebih merata sebelum dicetak.

 

Pengrajin kemudian menuangkan cairan tersebut ke dalam cetakan yang berasal dari tempurung kelapa.

 

Penggunaan tempurung kelapa masih menjadi metode tradisional yang umum digunakan karena praktis dan menghasilkan bentuk gula yang seragam.

Baca Juga: Cara Membuat Gula Aren Cetak Tradisional yang Keras dan Berkualitas ala Zona Petani Aren

Setelah didiamkan beberapa saat, cairan gula perlahan mengeras dan berubah menjadi gula aren siap pakai.

 

Hasil produksi hari itu kemudian ditata dan didinginkan sebelum nantinya dipasarkan atau digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

 

Pembuatan gula aren tradisional seperti ini menunjukkan bahwa metode turun-temurun masih tetap dipertahankan oleh masyarakat.

 

Selain menghasilkan cita rasa khas, proses tradisional juga menjadi bagian dari kearifan lokal yang hingga kini masih bertahan di tengah perkembangan teknologi modern.

Editor : Ingge Nayla Ayu Karina
Sumber : Petani Aren, You Tube, DIOLAH
gula aren tradisional Proses Pembuatan Gula Aren Cara Membuat Gula Merah Pembuatan Gula Kelapa Pengrajin Gula Aren Indonesia