Cara Membuat Gula Aren Tradisional, Dari Penyaringan Nira hingga Dicetak di Tempurung Kelapa

Ingge Nayla Ayu Karina • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 13:55 WIB
Cara membuat gula aren tradisional dimulai dari penyaringan nira, perebusan hingga pencetakan menggunakan tempurung kelapa.
Cara membuat gula aren tradisional dimulai dari penyaringan nira, perebusan hingga pencetakan menggunakan tempurung kelapa.

 

RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Cara membuat gula aren tradisional masih menjadi pekerjaan yang dilakukan secara turun-temurun di sejumlah daerah di Indonesia. Prosesnya cukup panjang karena harus melalui tahapan penyaringan nira, perebusan, pengadukan, hingga pencetakan sebelum menjadi gula siap konsumsi.

 

Video yang diunggah di YouTube memperlihatkan bagaimana proses produksi gula dilakukan secara sederhana menggunakan peralatan tradisional. Meski terlihat sederhana, pembuatan gula aren membutuhkan ketelitian agar menghasilkan kualitas yang baik.

 

Tahapan awal dimulai dari pengumpulan cairan manis atau nira yang berasal dari pohon aren. Cairan tersebut menjadi bahan utama dalam pembuatan gula.

 

Setelah nira terkumpul, pengrajin segera melakukan penyaringan agar cairan tetap bersih sebelum dimasak.

 

Penyaringan Jadi Tahap Penting

 

Penyaringan dilakukan menggunakan kain kelambu yang memiliki serat halus.

 

Tujuannya untuk memisahkan berbagai kotoran yang terbawa saat proses pengambilan nira, seperti serangga, daun kecil, maupun benda lainnya.

 

Tahap ini dinilai penting karena kebersihan bahan baku sangat memengaruhi kualitas dan warna gula yang dihasilkan.

 

Setelah dipastikan bersih, nira kemudian dimasukkan ke dalam wajan besar untuk mulai direbus.

 

Direbus Sampai Kadar Air Berkurang

 

Proses perebusan berlangsung cukup lama hingga kandungan air dalam nira berkurang secara perlahan.

 

Saat cairan mulai mendidih, permukaan nira akan mengeluarkan busa. Busa tersebut diangkat secara berkala agar hasil gula lebih bersih.

 

Dalam proses ini, pengrajin juga menambahkan sedikit minyak untuk mencegah cairan meluap keluar dari wajan.

 

Semakin lama dimasak, warna cairan berubah menjadi lebih pekat dan teksturnya semakin mengental.

 

Pengrajin terus mengaduk cairan tersebut agar panas merata dan mencegah bagian bawah wajan mengalami gosong.

 

Mengecek Tingkat Kematangan Gula

 

Sebelum diangkat, pengrajin harus memastikan cairan gula telah mencapai tingkat kematangan yang tepat.

 

Salah satu caranya adalah dengan memperhatikan tekstur cairan yang mulai membentuk benang saat diangkat.

 

Cara lainnya yakni dengan meneteskan sedikit cairan gula ke dalam air dingin.

 

Jika tetesan tersebut langsung mengeras, maka proses perebusan dianggap sudah selesai dan gula siap memasuki tahap berikutnya.

 

Namun apabila teksturnya masih lembut, maka cairan harus kembali dimasak hingga kadar airnya benar-benar berkurang.

 

Dicetak Menggunakan Tempurung Kelapa

 

Setelah matang, cairan gula diangkat dari tungku dan terus diaduk agar teksturnya lebih merata.

 

Selanjutnya, cairan tersebut dituangkan ke dalam cetakan yang terbuat dari tempurung kelapa.

 

Penggunaan tempurung kelapa masih dipertahankan karena mudah ditemukan dan mampu menghasilkan bentuk gula yang seragam.

Baca Juga: Begini Proses Pembuatan Gula Aren Tradisional, Dimulai dari Penyaringan hingga Pencetakan

Beberapa saat kemudian, cairan mulai mengeras dan berubah menjadi gula aren cetak yang siap digunakan.

 

Hasil produksi tersebut kemudian didinginkan sebelum dipasarkan atau digunakan untuk kebutuhan rumah tangga.

 

Proses pembuatan gula aren secara tradisional ini menunjukkan bahwa metode warisan leluhur masih terus dipertahankan hingga saat ini.

 

Selain menghasilkan cita rasa khas, teknik tradisional tersebut juga menjadi bagian dari budaya masyarakat yang tetap bertahan di tengah perkembangan industri modern.

Editor : Ingge Nayla Ayu Karina
Sumber : Petani Aren, youtube, DIOLAH
Pengolahan Nira Aren Cara Membuat Gula Aren Tradisional Proses Pembuatan Gula Merah Gula Cetak Tradisional Produksi Gula Aren Rumahan