RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Sate Kambing Muda Tari Roso Sleman menjadi salah satu tujuan kuliner yang menarik perhatian pecinta olahan kambing di Yogyakarta. Warung yang berada di wilayah Sleman ini menawarkan beragam menu, mulai dari sate kambing, sate klatak, tongseng, tengkleng hingga gulai campur dengan harga yang terjangkau.
Dalam ulasan yang diunggah kanal YouTube Gendut Keliling, warung tersebut disebut menyajikan daging kambing muda dengan tekstur empuk serta minim aroma prengus. Selain itu, pelanggan juga dapat menyesuaikan tingkat kepedasan tanpa dikenakan biaya tambahan.
Warung Sate Kambing Muda Tari Roso Sleman mulai beroperasi sejak pukul 09.00 hingga 22.00 WIB setiap hari tanpa hari libur. Selain melayani makan di tempat, usaha kuliner ini juga menerima pesanan akikah, baik dalam bentuk daging mentah maupun masakan siap santap.
Beragam Menu Kambing dengan Harga Terjangkau
Setibanya di lokasi, tim Gendut Keliling melihat proses persiapan sate kambing yang dipotong dalam ukuran cukup besar. Berbagai pilihan menu tersedia, mulai dari sate tusuk, sate klatak, tongseng, tengkleng, hingga gulai campur.
Untuk menu tengkleng, pelanggan dapat memilih balungan seharga Rp25.000 atau tengkleng yang telah dimasak dengan harga Rp28.000 per porsi.
Sementara itu, tongseng daging dibanderol Rp20.000. Pengunjung juga diperbolehkan meminta campuran jeroan sesuai selera. Tersedia pula tongseng kepala dengan harga Rp30.000 per porsi.
Salah satu menu yang menarik perhatian adalah gulai campur berisi jeroan dan balungan. Menu tersebut dijual hanya Rp7.000 per porsi sehingga menjadi pilihan ekonomis bagi pencinta olahan kambing.
Sate Klatak Menggunakan Jeruji Besi
Keunikan lain dari warung ini adalah penyajian sate klatak yang menggunakan jeruji besi sebagai tusukan.
Pemilik menjelaskan penggunaan jeruji besi bertujuan membantu panas masuk hingga ke bagian dalam daging sehingga tingkat kematangan lebih merata.
Selain sate klatak, sate tusuk dengan bumbu kecap juga melalui proses marinasi sebelum dibakar. Daging dicelup ke dalam bumbu sebanyak dua kali agar cita rasanya semakin meresap.
Tingkat Kepedasan Bisa Disesuaikan
Pengunjung dapat memilih tingkat kepedasan sesuai keinginan, mulai dari tanpa cabai, cabai satu hingga cabai dua yang disebut memiliki rasa lebih pedas.
Meski tingkat kepedasan berbeda, harga menu tetap sama sehingga pelanggan bebas menyesuaikan selera tanpa biaya tambahan.
Menurut keterangan di lokasi, bumbu tongseng dan tengkleng memiliki karakter yang hampir mirip, namun komposisi rempah yang digunakan berbeda sehingga menghasilkan cita rasa masing-masing.
Ulasan Cita Rasa Menu
Setelah seluruh pesanan datang, tim Gendut Keliling mulai mencicipi satu per satu menu yang tersedia.
Menu pertama yang dicoba adalah sate tusuk seharga Rp22.000. Daging dinilai empuk dengan perpaduan rasa manis, gurih, serta aroma bakaran yang kuat. Pengulas juga menyebut daging tidak memiliki aroma prengus.
Sate tersebut disajikan bersama irisan bawang merah, tomat, cabai, mentimun, dan bumbu kecap yang menggunakan terasi.
Menu berikutnya adalah tongseng daging seharga Rp20.000. Kuahnya dinilai menghadirkan perpaduan rasa manis, gurih, dan pedas sesuai tingkat kepedasan yang diminta. Potongan daging juga disebut memiliki ukuran serupa dengan sate sehingga tetap terasa tebal dan empuk.
Tengkleng menjadi salah satu menu favorit dalam ulasan tersebut. Dengan harga Rp28.000, porsinya dinilai cukup banyak meski menggunakan kuah yang cenderung sedikit atau nyemek.
Pengulas menyebut tekstur daging mudah lepas dari tulang serta memiliki rasa rempah yang kuat tanpa aroma kambing yang menyengat.
Sementara itu, sate klatak juga mendapat penilaian positif. Dagingnya disebut lembut dan semakin nikmat ketika disantap bersama kuah gulai yang disediakan sebagai pelengkap.
Kuah gulai dinilai memiliki cita rasa gurih dengan rempah yang terasa dominan tanpa sensasi pedas meski tampilannya berwarna kemerahan.
Menu terakhir yang dicicipi adalah gulai campur seharga Rp7.000. Isinya terdiri atas jeroan dan balungan dengan tekstur yang disebut lembut. Bahkan kuah gulainya dinilai sudah cukup nikmat disantap bersama nasi.
Buka Setiap Hari dan Layani Pesanan Akikah
Selain melayani pelanggan umum, warung ini juga menerima pesanan akikah.
Pelanggan dapat memesan kambing dalam bentuk mentah maupun matang. Bahkan proses penyembelihan juga dapat dilakukan di lokasi karena pihak warung menyediakan kambing sendiri.
Dalam penutup ulasannya, Gendut Keliling menyebut seluruh menu yang dicicipi memiliki rasa memuaskan dengan harga yang masih ramah di kantong. Warung ini juga dinilai nyaman karena mengusung konsep bangunan bergaya joglo yang membuat suasana makan terasa lebih teduh.
Editor : Ingge Nayla Ayu KarinaSumber : gendut keliling, You Tube, DIOLAH