Radar Tulungagung - Dari sekian banyak pamor keris yang mengemuka, ada satu pamor yang tampilannya sangat sedarhana tetapi sangat bermakna.
Bahkan di balik tampilan sederhananya, justru pamor ini menyimpan banyak makna dan banyak nama.
Dikatakan sederhana karena secara tampilan, keris ini hanya menunjukkan satu guratan pamor garis lurus dari bagian bawah bilah menuju ke pucuk keris. Selain itu tidak ada pamor lain.
Sehingga penampakan pamor terkesan sepi. Tetapi justru satu garis itu malah menunjukkan kesan menonjol dan tegas.
Jangan heran, pamor yang satu ini juga mempunyai banyak nama.
Pamor tersebut paling populer dengan sebutan Pamor Sada Lanang. Disebut juga dengan istilah Sada Jaler. Didaearah Jogjakarta disebut Sada Sak Ler.
Di Luar Jawa dinamakan Lidi Sebatang. Sedangkan dari kaca mata ilmu keris disebut Adeg Siji.
Makna atau filosofinya bermacam-macam. Sesuai dengan penyebutannya.
Penamaan Sada Lanang, dimaknai sebagai lambang kejantanan seorang pria. Sada artinya lidi, Lanang artinya lelaki atau jantan.
Pamor Sada Lanang dianggap sebagai gambaran seorang lelaki yang bersifat kastria, jantan, bertanggung jawab, dan selalu memikat para wanita.
Sama maknanya dengan penyebutan Sada Jaler. Jaler artinya adalah lelaki yang benar-benar jantan.
Beda lagi maknanya dengan penyebutan Sada Sak Ler. Arti harafiah Sada sak ler adalah lidi sebatang.
Sada Sak Ler mengandung makna yang lebih spiritual. Yakni hidup dengan satu tujuan, menghadap kepada sang Ilahi. Atau hidup hanya menyembah satu Tuhan.
Sedangkan sebutan sebagai Pamor Adeg Siji, menunjukkan bahwa pamor tersebut secara visual berwujud satu garis berdiri.
Ini sudah sesuai dengan namanya. Adeg artinya berdiri, Siji artinya satu.
Pamor Adeg Siji dari kacamata filologi keris (ilmu keris) dikandung makna filosofi yang luhur.
Yakni seseorang harus berani bersikap beda atau mandiri, demi kebenaran dan keutamaan.
Kala anda lebih condong pada sikap atau filosofi yang mana?
Editor : Matlaul Ngainul Aziz