Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Jangan Gampang Terpesona pada Penampilan, Itulah Pesan Keris Berdapur...

Sandy Sri Yuwana • Minggu, 13 April 2025 | 06:49 WIB
Keris dapur Kidang Mas
Keris dapur Kidang Mas

RADAR TULUNGAGUNG - Membahas dapur keris Nusantara, Jawa khususnya, seolah tak ada habis-habisnya. Selalu saja ada yang menarik untuk dikaji. 

  Kali ini tentang keris dapur Kidang Mas atau Kidang Kencana. Dapur keris yang satu ini memiliki keunikan sacara filosofi dan pesan moral. Selain itu, secara fisik juga indah dan menarik perhatian. 

  Yang dimaksud Kidang adalah kijang atau rusa. Keris dapur Kidang Mas merupakan keris luk 9. Dengan ricikan; gandik prasaja, blumbangan, tikel alis, sogokan satu di bagian depan, ganja polos. Ricikan lain tidak ada. 

  Ukuran panjangnya sedang, bilah ramping, bentuk luk (lekuk) sarpa nglangi (seperti ular sedang berenang), pasikutan demes. 

  Dapur ini tergolong dapur madya kuna. Sudah ada pada era Majapahit. 

  Terlepas dari filologi atau ilmu pembuatan keris, dapur Kidang Mas mengandung kedalaman filosofi serta mitos. 

  Dapur ini sebenarnya dibabar (dibuat) berkat inspirasi yang didapat sang empu dari naskah Ramayana. Yang dimaksud Kidang Mas mas adalah kijang kencana dalam kisah Ramayana. 

  Ceritanya berawal ketika Prabu Rahwana tertarik kepada Dewi Sinta, istri Sri Rama. 

  Rahwana memerintahkan abdinya bernama Kala Marica, agar mencuri Dewi Sinta. Kala Marica lantas mengubah wujudnya menjadi Kidang Kencana. Dengan maksud agar bisa menarik perhatian Dewi Sinta yang saat itu sedang berada di tengah hutan Dandaka bersama Sri Rama. 

  Benar saja ketika memandang Kidang Kencana, Sinta langsung terpesona. Sinta melihat kijang berwarna keemasan berkilau menari-nari mendekatinya. Sinta lantas meminta kepada Rama agar menangkap kijang kencana itu untuk peliharaan. 

  Tanpa berfikir panjang Sri Rama pun memburu kijang tersebut. Saat Sinta ditinggal suaminya itulah, Rahwana berhasil menculik Dewi Sinta. 

  Cerita tersebut berlanjut hingga terjadinya perang besar antara Sri Rama melawan Prabu Rahwana, untuk memperebutkan Dewi Sinta. Akhirnya Rama berhasil mendapatkan kembali isterinya, dan Rahwana terbunuh. Tetapi peperangan itu menelan banyak korban dari kedua belah pihak. 

  Nilai yang terkandung dalam kisah Ramayana itulah yang kemudian disematkan pada keris dapur Kidang Mas. 

  Pesan filosofinya, jangan mudah tertarik terhadap keindahan yang bersifat fisik semata. Karena keindahan yang kasat mata bisa saja justeru akan mencelakakan. 

  Sementara, secara mitos keris Kidang Mas memiliki tuah positif. Yakni pemiliknya akan mudah menarik perhatian banyak orang. Melalui kata-katanya, penampilannya, serta sepak terjangnya. 

  Keris ini juga dianggap mengantar pemiliknya mencapai puncak karir yang ditekuni.

  Tetapi yang pasti keris hanya bersifat perantara. Segalanya hanya Tuhan yang menentukan takdir terhadap kehidupan manusia. Terlepas dari mitos dan filosofinya, keris dapur Kidang Mas yang original sepuh, sampai sekarang tetap menjadi buruan para kolektor pusaka.

 

Sumber:

- Dapur Keris

- Kitab Ramayana

Editor : Sandy Sri Yuwana
#Keris Benda Pusaka #Pamor Keris #keris #Dapur Keris #keris adalah