JAKARTA – Hari baik pindah rumah menurut Primbon Jawa tidak hanya ditentukan oleh weton atau pasaran, tetapi juga memperhatikan hari larangan, arah perpindahan rumah, Nogo Bulan, dan Nogo Dino. Dalam tradisi masyarakat Jawa, perhitungan ini dipercaya dapat membantu memilih waktu yang tepat saat boyongan ke rumah baru.
Beberapa hari bahkan dianggap tidak boleh digunakan untuk pindah rumah karena diyakini dapat membawa kesulitan, masalah, atau hambatan rezeki bagi penghuni rumah.
Karena itu, masyarakat Jawa yang masih memegang tradisi biasanya akan menghitung dan mempertimbangkan berbagai unsur tersebut sebelum menentukan hari pindahan.
Hari-Hari yang Tidak Dianjurkan untuk Pindah Rumah
Menurut penjelasan dalam video, terdapat beberapa hari yang sebaiknya dihindari ketika akan pindah rumah.
Pertama, hari yang bertepatan dengan hari meninggalnya orang tua kandung atau yang dikenal sebagai hari naas keluarga.
Kedua, hari keempat dan kelima setelah weton kelahiran. Hari tersebut dianggap kurang baik untuk melakukan boyongan atau perpindahan tempat tinggal.
Ketiga, tanggal 1 Suro atau hari lahir bulan Suro. Karena penanggalan Jawa berubah setiap tahun, maka masyarakat perlu mengetahui terlebih dahulu hari yang bertepatan dengan 1 Suro pada tahun berjalan.
Hari-hari tersebut disebut sebagai waktu yang sebaiknya tidak dipilih untuk memulai kehidupan di rumah baru.
Pentingnya Nogo Bulan dalam Menentukan Arah Pindahan
Selain memperhatikan hari larangan, masyarakat Jawa juga mengenal perhitungan yang disebut Nogo Bulan atau Nogosasi.
Perhitungan ini berkaitan dengan arah perpindahan rumah dan bulan pelaksanaannya. Setiap arah perpindahan memiliki bulan-bulan tertentu yang dianggap baik maupun kurang baik.
Sebagai contoh, apabila rumah lama berada di sebelah timur dan rumah baru berada di sebelah barat, maka perpindahan dianjurkan dilakukan pada bulan Suro, Safar, atau Mulud.
Dalam penjelasan tersebut, arah perpindahan harus disesuaikan dengan posisi Nogo Bulan agar tidak berhadapan dengan arah yang dianggap membawa kesialan.
Kepercayaan ini menyebutkan bahwa perpindahan yang tidak sesuai dengan arah dan bulan dapat memunculkan berbagai masalah, seperti sering sakit, munculnya hambatan dalam kehidupan, atau persoalan yang tidak diinginkan.
Sebaliknya, jika arah perpindahan disesuaikan dengan bulan yang tepat, maka perpindahan rumah diyakini akan berlangsung lebih baik dan membawa keberuntungan.
Nogo Dino dan Kaitannya dengan Rezeki
Perhitungan lain yang juga diperhatikan adalah Nogo Dino. Dalam tradisi Jawa dikenal istilah Nogo Dino, Nogo Bulan, dan Nogo Tahun.
Nogo Dino digunakan untuk menentukan hari yang dianggap tepat berdasarkan arah perpindahan rumah.
Sebagai contoh, perpindahan rumah dari timur ke barat dianjurkan menggunakan hari Jumat Legi. Hari tersebut dipercaya selaras dengan arah perpindahan sehingga dianggap baik.
Sebaliknya, apabila arah perpindahan tidak sesuai dengan hari yang dipilih, maka dipercaya dapat mengurangi keberuntungan dan menghambat rezeki penghuni rumah.
Contoh lain yang disebutkan adalah perpindahan dari selatan ke utara. Untuk arah tersebut, disarankan menggunakan hari Sabtu Pahing agar perpindahan berjalan lebih baik.
Dalam kepercayaan masyarakat Jawa, memilih hari yang berhadapan dengan posisi Nogo Dino dianggap kurang baik karena dapat berdampak pada keberuntungan dan kondisi ekonomi keluarga.
Meski demikian, perhitungan hari baik pindah rumah merupakan bagian dari tradisi budaya Jawa yang diwariskan secara turun-temurun. Penggunaannya kembali kepada keyakinan masing-masing individu dalam memaknai adat dan kearifan lokal yang masih hidup di tengah masyarakat hingga saat ini.
Baca Juga: Api Diduga Berasal dari Dek Kendaraan, Kobaran Cepat Membesar dan Picu Kepanikan Penumpang
source:Youtube/@mas septy
Editor : Dinda Atha Putri Maharani