SURABAYA – Kebudayaan Jawa memiliki sistem penanggalan tradisional yang sangat unik dan masih relevan digunakan hingga saat ini. Salah satu warisan leluhur yang paling populer adalah perhitungan weton kelahiran, yaitu penggabungan antara tujuh hari dalam seminggu dengan lima hari pasaran Jawa. Sistem penanggalan ini digunakan untuk membaca potensi watak, peruntungan rezeki, hingga keselarasan jodoh seseorang.
Bagi masyarakat tradisional maupun milenial yang ingin mengetahui nilai neptu diri sendiri, memahami rumus dasar perhitungan weton kelahiran merupakan langkah awal yang sangat penting. Neptu adalah penjumlahan nilai angka dari hari masehi dan hari pasaran Jawa.
Setiap weton kelahiran memiliki jumlah neptu yang berbeda-beda, mulai dari angka terkecil yaitu 7 hingga nilai angka tertinggi yaitu 18.
Baca Juga: Penerawangan Bencana Alam 2026: Pergerakan Sesar Lembang Hingga Isu Krakatau, Ini Pesan Spiritualnya
Rincian Angka Hari Masehi dan Pasaran Jawa
Untuk menghitung total neptu weton kelahiran, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menghafal atau merujuk pada nilai bobot angka dari masing-masing hari dan pasaran. Berikut adalah rincian nilai angka untuk tujuh hari masehi:
-
Minggu: Memiliki nilai 5
-
Senin: Memiliki nilai 4
-
Selasa: Memiliki nilai 3
-
Rabu: Memiliki nilai 7
-
Kamis: Memiliki nilai 8
-
Jumat: Memiliki nilai 6
-
Sabtu: Memiliki nilai 9
Sementara itu, untuk lima hari pasaran Jawa, masing-masing memiliki nilai bobot angka sebagai berikut:
-
Legi: Memiliki nilai 5
-
Pahing: Memiliki nilai 9
-
Pon: Memiliki nilai 7
-
Wage: Memiliki nilai 4
-
Kliwon: Memiliki nilai 8
Sebagai contoh perhitungan, apabila seseorang lahir pada hari Rabu Pahing, maka rumus penjumlahannya adalah nilai hari Rabu (7) ditambah nilai pasaran Pahing (9). Dengan demikian, total neptu weton kelahiran untuk Rabu Pahing adalah 16.
Baca Juga: Persiapan Dana Pensiun Sejak Usia 30 Tahun, Ini Strategi agar Tak Bergantung pada Anak
Fungsi Utama Jumlah Neptu dalam Primbon Jawa
Dalam kitab Primbon Jawa, penjumlahan neptu ini dijadikan acuan utama untuk melakukan kalkulasi metafisika tradisional. Nilai neptu tidak hanya menggambarkan karakter dasar seseorang saat lahir ke dunia, tetapi juga digunakan untuk menentukan hari baik saat akan menggelar hajatan besar, mendirikan rumah, hingga memulai usaha perdagangan.
Masyarakat Jawa percaya bahwa mengetahui nilai neptu dapat membantu seseorang untuk lebih mawas diri (eling lan waspada) dalam mengarungi kehidupan harian.
Sistem perhitungan ini membuktikan betapa tingginya ketelitian leluhur Jawa dalam mengamati keterkaitan antara waktu kelahiran dengan pola kehidupan manusia.
Relevansi Perhitungan Weton di Era Modern
Meskipun zaman telah memasuki era serba digital, tradisi menghitung weton kelahiran tetap bertahan dan dipelajari oleh generasi muda. Konsep ini kini dipandang sebagai bentuk pelestarian budaya lokal sekaligus sarana introspeksi diri secara psikologis.
Dengan mempelajari rumus sederhana ini, siapa saja dapat secara mandiri menghitung jumlah neptu keluarga maupun kerabat terdekat secara akurat.
Baca Juga: Persiapan Dana Pensiun Sejak Usia 30 Tahun, Ini Strategi agar Tak Bergantung pada Anak
Editor : Dinar Ananda PutriSumber : youtube