Membaca Watak dan Karakter Bawaan Seseorang Lewat Lima Pasaran Weton Kelahiran Jawa

Dinar Ananda Putri • Dipublikasikan Sabtu, 10 Oktober 2026 | 20:35 WIB
ek karakter dan watak bawaan manusia berdasarkan 5 pasaran weton kelahiran: Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon menurut Primbon Jawa.
Cek karakter dan watak bawaan manusia berdasarkan 5 pasaran weton kelahiran: Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon menurut Primbon Jawa.

JAKARTA – Dalam konsep kosmologi Jawa, setiap manusia yang lahir ke dunia membawa energi alam yang dipengaruhi oleh lima hari pasaran. Membaca watak dan sifat kepribadian melalui weton kelahiran merupakan salah satu pengetahuan paling menarik dalam warisan Primbon Jawa. Setiap pasaran—yaitu Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon—memiliki elemen simbolik serta karakter bawaan yang unik.

Pahatan karakter dari weton kelahiran ini berfungsi sebagai cermin untuk mengenali kelebihan dan kekurangan diri sejak lahir.

Dengan memahami pancaran energi dari pasaran kelahiran, seseorang dapat mengoptimalkan potensi positifnya serta mengendalikan sifat-sifat negatif yang merugikan.

Baca Juga: Panduan Lengkap Cara Menghitung Neptu Weton Kelahiran dan Mengenal Rumus Hari Pasaran Jawa

Karakteristik Utama Lima Hari Pasaran Jawa

Berikut adalah gambaran watak bawaan manusia berdasarkan elemen lima pasaran dalam weton kelahiran:

  1. Pasaran Legi (Elemen Kayu): Dikenal memiliki watak dermawan, berpandangan luas, penyabar, serta pandai bergaul. Orang yang lahir pada pasaran Legi menyukai kedamaian dan memiliki sifat pengayom, meskipun terkadang cenderung keras kepala jika keinginannya dihalangi.

  2. Pasaran Pahing (Elemen Api): Memiliki karakter yang bersemangat, tegas, berani, dan pantang menyerah. Pemilik pasaran Pahing memiliki kepemimpinan yang kuat, namun harus waspada terhadap sifat mudah tersulut emosi dan impulsif.

  3. Pasaran Pon (Elemen Kuningan/Logam): Melambangkan sosok yang bijaksana, berbudi pekerti luhur, berwawasan luas, dan memiliki intuisi tajam. Orang Pon pandai mencari rezeki, namun terkadang suka memamerkan kemampuan atau pencapaian mereka.

  4. Pasaran Wage (Elemen Hitam/Minyak): Dikenal memiliki sifat teguh pada pendirian, hemat, terencana, dan tekun dalam bekerja. Karakter Wage sangat setia kawan, tetapi cenderung tertutup (introvert) dan mudah menyimpan dendam jika disakiti.

  5. Pasaran Kliwon (Elemen Tanah): Memiliki energi spiritual yang sangat kuat, berwibawa, pandai berbicara, dan mudah menarik simpati orang banyak. Pemilik pasaran Kliwon sering menjadi tempat bertanya dan penengah masalah, meski terkadang mudah terpengaruh oleh sanjungan.

Pengaruh Hari Masehi Terhadap Pasaran Kelahiran

Watak dari lima pasaran tersebut nantinya akan berpadu dengan karakter dari tujuh hari masehi (Senin hingga Minggu). Perpaduan antara hari masehi dan pasaran menciptakan 35 kombinasi weton kelahiran (Selapan) yang masing-masing memiliki keunikan tersendiri.

Sebagai contoh, seseorang yang lahir pada Jumat Kliwon akan memiliki perpaduan sifat Jumat (pemurah dan penyabar) dengan sifat Kliwon (berwibawa dan berdaya spiritual tinggi).

Perpaduan ganda ini menghasilkan profil kepribadian yang lebih mendalam dan spesifik dalam pembacaan Primbon Jawa.

Baca Juga: Penerawangan Bencana Alam 2026: Pergerakan Sesar Lembang Hingga Isu Krakatau, Ini Pesan Spiritualnya

Sarana Pengembangan Diri dan Metafora Diri

Para sepuh Jawa selalu berpesan agar pembacaan watak berdasarkan weton kelahiran tidak dijadikan alasan untuk memvonis sifat seseorang secara kaku. Pengetahuan ini justru ditujukan sebagai sarana refleksi dan pengembangan diri (self-development).

Dengan mengetahui potensi bawaannya, seseorang dipandu untuk terus memperbaiki kualitas akhlak dan perilakunya di masyarakat.

Baca Juga: Persiapan Dana Pensiun Sejak Usia 30 Tahun, Ini Strategi agar Tak Bergantung pada Anak

 

Editor : Dinar Ananda Putri
Sumber : youtube
Legi Pahing Pon Wage Kliwon Watak Pasaran Jawa Primbon Jawa weton kelahiran karakter manusia