Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Tiga Kali Batal Terbang, Kekecewaan Warga Jember Berujung Kritik Simbolik di Bandara Notohadinegoro

Mohammad Dzakwan Wahyu Nur Fauzan • Sabtu, 20 September 2025 | 23:15 WIB

 

sambutan waraga dan agen travel untuk penerbangan perdana dengan membawakan kesenian macanan kadduk
sambutan waraga dan agen travel untuk penerbangan perdana dengan membawakan kesenian macanan kadduk

RADAR TULUNGAGUNG - Rencana penerbangan perdana rute Jember-Jakarta oleh maskapai Fly Jaya kembali harus tertunda, memicu gelombang kekecewaan dari masyarakat Jember.

Pembatalan yang terjadi pada Kamis, 18 September 2025, merupakan penundaan yang ketiga kalinya bagi layanan penerbangan yang sangat dinanti ini.

Antusiasme warga, yang semula datang ke lokasi dengan membawa nasi tumpeng dan kesenian khas, berakhir dengan aksi protes simbolik di halaman bandara Notohadinegoro.

Kondisi bandara Notohadinegoro pada hari yang dijanjikan tersebut terpantau sepi tanpa aktivitas penerbangan atau penjagaan petugas di loket tiket.

Keterlambatan ini menjadi sorotan tajam, terutama setelah Bupati Jember, Muhammad Fawait, sebelumnya secara terbuka telah menjamin bahwa penerbangan reguler akan dimulai pada 18 September 2025.

Bupati Fawait bahkan menegaskan janjinya, "Tanggal 18 akan dimulai penerbangan reguler. Jangan khawatir, Gus Fawait tidak akan bohong. Awas ya, yang ngomong bohong tidak ikut terbang bareng saya," ujarnya saat konferensi pers.

Janji yang terlanjur diucapkan tersebut ternyata gagal dipenuhi, dan aktivitas lepas landas pesawat tidak terjadi. Kegagalan ini membuat warga merasa seperti di-prank untuk yang ketiga kalinya.

Akibat pembatalan ini, sejumlah warga yang merasa kecewa dan gagal mendapatkan layanan pembelian tiket kemudian merespons dengan menggelar aksi tarian tradisional khas Jember 'Can-Macanan Kadduk' atau macan palsu. Pertunjukan kritik simbolis ini digelar tepat di bandara Notohadinegoro.

Menanggapi kekecewaan publik, Pemkab Jember melalui Plt Kepala Diskominfo, Regar Jeane Dealen Nangka, menyampaikan permohonan maaf atas nama Bupati kepada publik yang merasa terganggu layanan penerbangannya.

Regar menjelaskan bahwa jadwal penerbangan telah disesuaikan dan ditunda hingga 23 September.

Penyesuaian jadwal ini, menurut Regar, dilakukan demi aspek keamanan, kenyamanan, dan kebanggaan Jember.

Plt Kepala Diskominfo juga menambahkan bahwa tahapan-tahapan persiapan berikutnya akan disampaikan oleh pihak maskapai kepada Pemkab Jember.

Baca Juga: Pendatar TKA Tembus 437.864 dalam 15 jam, Siswa dan Guru di Surabaya Siap 100 Persen

Kerja sama antara maskapai Fly Jaya dengan Pemkab Jember terkait penerbangan perdana rute Jember-Jakarta telah mengalami pembatalan jadwal sebanyak tiga kali.

Sebelumnya, Pemkab Jember telah merencanakan penerbangan perdana pada tanggal 5 September, kemudian mundur ke 10 September, dan terbaru pada 18 September, namun semuanya dibatalkan lagi.

Kekecewaan warga tidak hanya datang dari mereka yang datang untuk menyaksikan, tetapi juga dari calon penumpang yang benar-benar berniat terbang.

Profesor Babun Suharto, mantan Rektor UIN KH Achmad Shiddiq, termasuk di antara calon penumpang yang batal terbang.

Ia mengaku tidak bisa mengakses pembelian tiket meskipun Pemkab Jember telah mengumumkan layanan pembelian melalui nomor WhatsApp maupun loket di bandara Notohadinegoro.

Guru besar tersebut menekankan bahwa masyarakat sangat membutuhkan kepastian, terutama transportasi penerbangan yang dapat memperpendek waktu tempuh antara Jember dan Jakarta.

Ahmad Imron, Ketua Asparta Jember, juga mengalami nasib serupa. Imron, yang baru mengetahui penerbangan batal ketika tiba di bandara Notohadinegoro.

Dia menyatakan rasa bangganya sebagai pelaku pariwisata atas rencana penghubung Jember dengan Jakarta, namun sekaligus merasa sangat kecewa karena pembatalan penerbangan tidak dikonfirmasi ulang.

Walaupun kecewa, Imron bersama istrinya merasa sedikit terobati dengan adanya pertunjukan tarian Can-Macanan Kadduk yang diadakan warga di bandara, meskipun pertunjukan tersebut merupakan bentuk kritik terhadap kegagalan penerbangan.

Baca Juga: Film Aksi Ikatan Darah Karya Rumah Produksi Iko Uwais Tayang Perdana di Amerika Serikat

Selain tarian tradisional, aksi protes warga diwarnai dengan penaburan bunga mawar tepat di depan pintu keberangkatan penumpang.

Jumantoro, warga Kecamatan Arjasa, menceritakan bahwa ia sudah berusaha mendapatkan tiket hingga tiga kali gagal. Ia datang ke bandara pada tanggal 5 dan 10 September untuk membeli tiket, namun hasilnya "zonk".

Pada upaya terakhir, ia datang sejak pagi membawa tumpeng, namun perkiraannya salah karena penerbangan gagal lagi.

Jumantoro, yang berprofesi sebagai petani, meminta agar Pemkab Jember tidak hanya pandai beretorika tanpa perencanaan yang matang.

Ia menegaskan, "Rakyat jangan dibohongi teruslah. Seorang pemimpin harus betul-betul menyiapkan, kalau tidak siap, jangan ngomong-ngomong doang," sebagai harapannya kepada Bupati Jember.

Warga lain, Nur Hadi dari Kecamatan Jenggawah, juga mampir ke bandara karena informasi yang beredar menyebutkan adanya penerbangan perdana yang akan disambut dengan pemotongan tumpeng.

Ia mengapresiasi upaya pengaktifan kembali bandara Notohadinegoro oleh Bupati, namun mengingatkan, "Dengan adanya programnya bandara ini diaktifkan kembali, saya acungi jempol Pak Bupati, memang bagus, tapi kalau memang belum siap, jangan dipaksakan gitu loh," ujarnya.

Jumantoro juga menceritakan pengalamannya pada 12 September, di mana ia mencoba membeli tiket pesawat, tetapi pembayarannya ditolak oleh penjaga loket di bandara Notohadinegoro dan hanya diberi kertas berisi nomor telepon.

Pihak Fly Jaya kemudian mengirimkan pesan yang menyatakan bahwa belum ada persetujuan penerbangan di bandara Notohadinegoro.

Baca Juga: The Summer I Turned Pretty The Movie: Akhir Cinta Belly yang Penuh Kejutan, Siap Bikin Fans Baper di Layar Lebar!

Saat ini, warga yang batal terbang terpaksa mencari alternatif transportasi lain untuk menuju Jakarta.

Publik Jember menantikan realisasi janji Pemkab dan Fly Jaya pada jadwal terbaru, 23 September mendatang, agar layanan penerbangan rute Jember-Jakarta di bandara Notohadinegoro dapat benar-benar terealisasi, sekaligus mengakhiri serangkaian kekecewaan yang telah terjadi. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#muhammad fawait #bandara notohadinegoro #Fly Jaya #Jember